“Menurut saya pemerintah sangat terbantu, ya seharusnya seperti ini. Ini menurut saya sebuah langkah yang bagus, yang muncul karena ada blessing in disguise, warga dengan sukarela, dengan tulus membantu warga yang lain,” tambah Benny.
Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Budaya, Universitas Trunojoyo Madura, Surokim Abdissalam, menyebut pandemi ini merupakan momentum untuk mengingatkan kembali modal sosial yang dimiliki bangsa Indonesia, yakni gotong royong. Semangat gotong royong yang dimiliki saat masyarakat sama-sama merasakan kesulitan, harus dikuatkan dan terus ditumbuhkan dalam bentuk gerakan saling menolong antar warga.
“Momentum ini sebenarnya meretrospeksi, merecall kembali pikiran masyarakat bahwa kita pernah bersatu padu, bergotong royong, kita pernah merasakan situasi sulit bersama. Ketika kemudian sekarang situasinya menjadi sulit bersama, itu di-recall kembali oleh masyarakat, untuk bisa menolong sesamanya, untuk berbuat baik kepada sesamanya, yang sebenarnya itu adalah modal sosial masyarakat Indonesia,” paparnya.
Global Education Fair Surabaya & Malang 2026 merupakan acara gratis dan terbuka untuk umum yang…
Makassar, 19 Juni 2026 – PT BRI Multifinance Indonesia (“BRI Finance”) kembali berpartisipasi dalam BRI…
Perubahan Gaya Kerja: Tren bekerja secara fleksibel dari luar kantor (kafe, coworking space, atau rumah)…
Startup teknologi akuakultur asal Yogyakarta, FisTx, menandatangani kerja sama distribusi eksklusif dengan perusahaan Pakistan, menandai…
BRI Region 6 menyelenggarakan program Operational Enhancement Project (OEP) bagi para Manager Operasional & Layanan…
Pendidikan yang inklusif masih menjadi pekerjaan rumah di Indonesia. Tidak sedikit anak penyandang disabilitas yang…
This website uses cookies.