Categories: KESEHATAN

Hari Diabetes Sedunia, Kenali Penyebab Penyakit Ini

JAKARTA – Penyakit diabetes kerap disebut sebgai ibu dari segala penyakit. Pasalnya, diabetes bisa menyebabkan komplikasi seperti kadar gula darah tinggi, tekanan darah tinggi, dan kadar kolesterol tinggi.

Indonesia Diabetic Federation (IDF) mencatat Indonesia masih berada di urutan ke-6 di dunia yang memiliki lebih dari 10,3 juta penyandang diabetes. Nah, di Hari Diabetes Sedunia kali ini, tidak ada salahnya mengenal lebih dalam penyakit ini.

Masalahmu, sebanyak 75 persen dari total penyandang diabetes, tidak menyadari jika dirinya mengalami penyakit tersebut. Rentang usia penderita diabetes dimulai pada usia 20-79 tahun. Jika tidak dikontrol dengan baik penyakit ini bisa menimbulkan beberapa penyakit turunan berbahaya seperti jantung, ginjal dan lain sebagainya.

Dokter Spesialis Gizi Klinik RSCM dan Jakarta Heart Centre, Dr. dr. Fiastuti Witjaksono, MS, MSc, SpGK (K) menjelaskan, diabetes adalah ketidakmampuan tubuh seseorang untuk mengolah makanan yang masuk untuk diolah ke dalam sel. Menurutnya diabetes bukan hanya disebabkan oleh faktor turunan, melainkan juga dari lingkungan yang ada di sekitar masyarakat.

“Gula hanya beredar di pembuluh darah dan tidak masuk ke dalam sel katena insulin tidak bekerja dengan baik. Insulin akan membuka kunci bagi gula untuk masuk ke dalam sel. Akibatnya penderita menjadi sering lapar, sering haus karena gula tidak masuk dalam sel,” terang dr. Fia.

Lebih lanjut dr. Fia mengatakan, pola makan yang tidak sehat menjadi salah satu penyebab utama diabetes. Salah satunya adalah makanan modern yang dinilai tinggi akan kalori, namun tidak memiliki zat gizi sama sekali. Gaya hidup masyarakat yang seperti inilah yang memicu diabetes selain dari faktor keturunan.

“Makanan modern umumnya hanya berisi kalori tanpa ada zat gizi. Misalnya snack yang hanya berisi tepung, gula dan lemak tidak ada zat gizinya. Menambahkan gula juga hanya akan menambah rasa manis,” kata dia.

“Saat ini susah untuk mendapatkan minuman yang tidak manis. Minuman ringan juga isinya hanya gula, bahkan jus kotakan pun kandungannya sama,” lanjutnya.

Sekadar informasi Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (Kemenkes) sudah mengeluarkan rekomendasi GGL (Gula, Garam, Lemak) yang menganjurkan batas normal seseorang untuk mengonsumsi empat sendok makan gula setiap harinya. Ini adalah salah satu cara untuk mengurangi angka diabetes di Indonesia.

“Jumlah empat sendok makan tersebut sudah termasuk gula yang ada di dalam makanan, dalam kue, dalam minuman maupun sayuran. Pokoknya semua makanan dan minuman yang mengandung gula harus dibatasi,” tuntasnya.

Sumber: Okezone.com

Redaksi - SWARAKEPRI

Recent Posts

Kerugian Negara Kasus Korupsi Revitalisasi Pelabuhan Batu Ampar Masih Dihitung

BATAM - Direktur Reserse Kriminal Khusus (Dirkrimsus) Polda Kepri, Kombes Silvestre Simamora mengatakan kerugian negara…

2 hari ago

PT. RBM Bangun Gedung Fakultas Kedokteran PTN Pertama di Kepri

KEPRI - PT. Rancang Bangun Mandiri (PT. RBM) resmi menjadi kontraktor pelaksana pembangunan Gedung Fakultas…

2 hari ago

WSBP Catatkan Pertumbuhan Pendapatan 31,58% Sepanjang 2024

Jakarta, Maret 2025. PT Waskita Beton Precast Tbk (kode saham: WSBP) berhasil mencatatkan pertumbuhan pendapatan…

2 hari ago

Model Bersertifikasi Kolaborasi Hisense × Devialet Dirilis, Mengawali Era Baru Efek Suara Imersif

Setelah kolaborasi antara Hisense dan merek audio kelas atas Devialet, model-model bersertifikat dirilis satu demi…

2 hari ago

Cendrawasih Baking Fest Bagikan Tren Bisnis Kuliner yang Makin Cuan di 2025

Industri kuliner di Indonesia terus berkembang dengan pesat. Cap Cendrawasih, perusahaan produsen bahan makanan asal…

2 hari ago

Sampoerna Berkomitmen Mendukung Pertumbuhan Ekonomi melalui Ekspansi Ekspor Produk Tembakau Inovatif

PT HM Sampoerna Tbk. (Sampoerna) melaksanakan pelepasan ekspor dan ekspansi produk tembakau inovatif bebas asap…

2 hari ago

This website uses cookies.