Nematullah Haidari menggendong anaknya di Taman Aspirasi Pemko Batam/adi
BATAM – swarakepri.com : Puluhan imigran gelap dari beberapa negara di Timur Tengah memilih kabur dari tempat penampungan United Nations High Commissioner for Refugees (UNHCR) di Jakarta menuju Taman Aspirasi Pemerintah Kota(Pemko) Batam di Batam Center.
Untuk bisa sampai di Taman Aspirasi Pemko Batam, mereka menggunakan jasa agen dengan membayar Rp 1 juta per orang.
Nematullah Haidari(25), Imigran asal Afganistan mengaku memilih kabur dari tempat penampungan UNHCR di Jakarta karena tidak kunjung mendapat kepastian menuju ke negara ketiga.
“Kami membayar Rp 1 juta per kepala kepada agen untuk bisa sampai di Taman Aspirasi Pemko Batam,” ujarnya kepada wartawan, Rabu(18/11/2015) di Taman Aspirasi Pemko Batam.
Bersama suami dan dua anaknya serta Imigran gelap lainya, ia mengaku berangkat dari Jakarta menggunakan jalur darat menuju Pekanbaru, lalu menumpang kapal menuju Batam.
“Kami sudah dua hari menginap disini,” jelasnya.
Ia juga mengaku melarikan diri negara Afganistan akibat adanya konflik perang saudara lalu menyusul suaminya yang sudah lebih dulu terdampar di Indonesia untuk bisa berangkat menuju negara ketiga.
“Sudah 3 tahun kami ditampung di UNHCR jakarta, tapi belum mendapat kepastian menuju negara ketiga,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Seksi Pengawasan Keimigrasian Kantor Imigrasi Kelas I Khusus Batam, Hamdan Al-Amin mengakui adanya peningkatan jumlah imigran gelap yang datang ke Batam.
“Setiap minggu terus bertambah imigran gelap yang minta suaka ke Imigrasi Batam,” jelasnya. (red/adi)
Jakarta, 15 April 2026 – PT BRI Multifinance Indonesia (“BRI Finance”) mencatatkan laba sebesar Rp91…
Di tengah percepatan transformasi digital, kolaborasi antara manusia dan kecerdasan buatan (AI) menjadi kunci dalam…
Metodify merupakan platform AI akademik yang dirancang untuk membantu mahasiswa dan peneliti dalam menyusun artikel…
Jakarta, 1 April 2026 – PT BRI Multifinance Indonesia (“BRI Finance”) memperkuat aspek tata kelola…
Perusahaan di Indonesia mulai mengevaluasi kembali strategi infrastruktur IT, virtualisasi server, dan keamanan siber seiring…
BATAM - Pakar Hukum Kehutanan, Bambang Wiyono S.H.,M.H dihadirkan Penasehat Hukum terdakwa Bowie Yoenathan untuk…
This website uses cookies.