Categories: KESEHATAN

Ini Bahaya Pakai Masker Berulang-ulang Tanpa Ganti

JAKARTA-Menggunakan masker bekas atau sudah dipakai bisa lebih berbahaya ketimbang kamu tak menggunakan masker dalam menangkal penularan virus Covid-19. Kamu bisa berpotensi terinfeksi virus corona baru ini.

Ini adalah penelitian dari University of Massachusetts Lowell dan California Baptist University. Dalam penelitian yang dipublikasikan di jurnal Physics of Fluids ini disebutkan masker beda tiga lapis baru memiliki efektivitas 65% menyaring partikel udara. Namun nilai ini akan turun menjadi 25 setelah digunakan.

Para peneliti tersebut menuliskan masker memperlambat aliran udara, membuat dan membuat orang lebih rentan menghirup partikel. Masker wajah bekas tidak dapat menyaring tetesan liur ukuran terkecil atau droplet. Dalam kasus pandemi itu membuat kamu rentang menghirup virus Covid-19.

“Wajar untuk berpikir menggunakan masker, tidak peduli baru atau lama, selalu lebih baik daripada tidak sama sekali,” ujar Jinxiang Xi salah satu penulis penelitian itu seperti dikutip dari New York Post, Senin (21/12/2020).

“Tetapi hasil penelitian kami menunjukkan keyakinan itu hanya berlaku untuk partikel yang lebih besar dari 5 mikrometer. Bila ada partikel halus lebih kecil dari 2,5 mikrometer, keyakinan itu tak berlaku.”

Dalam penelitian ini, para peneliti menggunakan model komputer dari seseorang yang menggunakan maskar bedah tiga lapis untuk melacak bagaimana penutup wajah memengaruhi aliran udara dan bagaimana partikel melewatinya.

Mereka juga melihat bagaimana tetesan kecil menempel di wajah, di saluran napas, dan di mana mereka mendarat di hidung, faring, atau paru-paru dalam.

Riset tersebut menemukan memakai masker “secara signifikan memperlambat” aliran udara, mengurangi keefektifan masker dan membuat seseorang lebih rentan menghirup aerosol ke dalam hidung, tempat virus Covid-19 suka bersembunyi.

“Dalam studi ini, kami menemukan efektivitas pelindung dari masker untuk saluran napas hidung menurun pada laju aliran inhalasi yang lebih rendah,” kata studi itu.

Lipatan dari masker juga secara signifikan mempengaruhi pola aliran udara dan kemanjurannya berubah ketika berkali-kali digunakan. Tim itu berencana mempelajari bagaimana bentuk masker memengaruhi perlindungan dari COVID-19.

“Kami berharap otoritas kesehatan masyarakat memperkuat langkah-langkah pencegahan saat ini untuk menghambat penularan COVID-19, seperti memilih masker yang lebih efektif, memakainya dengan benar untuk perlindungan tertinggi, dan menghindari penggunaan masker bedah bekas,” kata Jinxiang Xi.

Sumber: CNBC Indonesia

Redaksi - SWARAKEPRI

Recent Posts

Bittime Hadir dengan Staking APY Hingga 15% Diversifikasi Strategi di Tengah Gejolak Pasar Global

Kondisi ekonomi global saat ini sedang berada dalam fase yang penuh dengan tantangan akibat munculnya…

28 menit ago

Di Bawah Holding Perkebunan Nusantara, PTPN IV Regional III Perkuat Konsolidasi untuk Produksi 2026

Pekanbaru - Region Head PTPN IV Regional III Bambang Budi Santoso bersama Operation Head Sori…

31 menit ago

Penampakan Cut and FIll Proyek Green Medina di Batu Besar Nongsa Batam (3)

BATAM - Badan Pendapatan Daerah(Bapenda) Kota Batam saat ini masih melakukan investigasi terkait perizinan Cut…

8 jam ago

Program Immersion BINUS @Bekasi ke Wuhan: Menembus Batas dan Mengasah Kompetensi Global

Bekasi, Februari 2026 — Di tengah persaingan global yang semakin mengglobal, dunia bisnis kini lebih…

8 jam ago

KAI Daop 9 Jember Gelar Diklap Refreshing PPKA, Perkuat Kompetensi Pengatur Perjalanan Kereta Api

PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 9 Jember menggelar Pendidikan dan Pelatihan (Diklap) Refreshing…

13 jam ago

Mempertemukan Ekosistem Logistik dan Keuangan dalam ION: Sorotan Business Matching Hari Kedua IEF 2026

Ajang tahunan Indonesia Economic Forum (IEF) ke-12 di ARTOTEL Suites Mangkuluhur menjadi momentum penting bagi…

13 jam ago

This website uses cookies.