Menara Bank Danamon
JAKARTA – Sehubungan dengan pemberitaan swarakepri.com pada tanggal 15 Juni 2016 dengan judul “Nasabah Bank Danamon Batam Keluhkan Tagihan Kredit Protection”, PT Bank Danamon Indonesia Tbk memberikan hak jawab, Senin(20/6/2016) pukul 11.20 WIB.
Surat hak jawab No. Ref. R. 0003/BDI-DIP/0616 tertanggal 17 Juni 2016 tersebut ditandatangani Hartono Teguh Wijaya selaku Regional Corporate Officer Kantor Wilayah 6-Sumatera.
Hartono mengatakan pihaknya telah menghubungi nasabah Danamon Bapak Akbar Ramadon dan menyampaikan permohonan maaf atas terjadinya hal yang menimbulkan ketidaknyamanan oleh tim telemarketing.
“Kami telah melakukan koreksi dan dibukukan pada kartu kredit Bapak Akbar Ramadon,” ujar Hartono.
Sebelumnya Kepala Cabang Bank Danamon Nagoya, Batam, Eko mengakui adanya kesalahan prosedur yang dilakukan bagian telemarketing terkait permasalahan tagihan credit protection yang dialami nasabah bernama Akbar.
“Memang benar ada kesalahan prosedur dalam penawaran produk tersebut oleh telemarketing di pusat,” ujar Eko di kantor Bank Danamon Cabang Nagoya, Jumat(17/6/2016) siang.
Atas kejadian tersebut, pihak Bank Danamon Pusat kata Eko, telah meminta maaf dan memperdengarkan voice recording kepada nasabah yang merasa dirugikan.
“Kantor Pusat tadi sudah bicara dengan nasabah tersebut, dan sudah meminta maaf,”jelasnya.
Diberitakan sebelumnya, Akbar, salah satu nasabah kartu kredit Bank Danaman cabang Batam mengeluhkan adanya tagihan credit protection, padahal dia tidak pernah menyetujui program tersebut.
“Saya heran, saya tidak pernah menyetujui ikut credit protection, tapi tagihan sudah saya terima sebanyak 3 kali,” ujarnya kepada AMOK Group di kawasan Nagoya, Batam, Rabu (15/6/2016) siang.
Dia menegaskan sama sekali tidak pernah menyetujui untuk mengikuti program credit protection, tapi dalam lembar penagihan tertulis tagihan credit protection.
(REDAKSI)
PT Railink (KAI Bandara) mencatat telah melayani sebanyak 3.482.897 penumpang selama periode Januari hingga Juni…
Di tengah meningkatnya kebutuhan transparansi, akurasi pelaporan, serta implementasi prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG),…
Penyakit metabolik kini berkembang menjadi tantangan kesehatan yang semakin kompleks dan saling berkaitan. Kondisi seperti…
Presiden Prabowo Subianto dan Perdana Menteri India Narendra Modi menutup rangkaian agenda hari pertama kunjungan…
Transformasi digital di berbagai sektor, mulai dari manufaktur, otomotif, logistik, kendaraan listrik, smart mobility, hingga artificial intelligence…
Jakarta, 3 Juli 2026 – Dari pameran kecantikan dan fesyen hingga acara hewan peliharaan dan hiburan,…
This website uses cookies.