Categories: BATAMNASIONAL

Ini Penjelasan Imigrasi Batam Soal Keluhan WNA Singapura di TPI Sekupang

BATAM – Kantor Imigrasi Kelas I Khusus TPI Batam menyampaikan penjelasan soal adanya keluhan dari seorang Warga Negara Singapura(WNA) soal dugaan pemerasan yang dilakukan oknum petugas di Tempat Pemeriksaan Imigrasi(TPI) Pelabuhan Internasional Sekupang, Batam yang diunggah di media sosial.

Kepala Seksi Informasi dan Komunikasi Keimigrasian Kantor Imigrasi Kelas I Khusus TPI Batam, Kharisma Rukmana mengatakan bahwa pihaknya telah mnerima dan menindaklanjuti laporan dari WN Singapura tersebut.

Kasi Infokim Kantor Imigrasi Kelas I Khusus TPI Batam, Kharisma Rukmana

“Laporan dari WN Singapura dimaksud telah kami terima melalui kanal resmi pengaduan Kantor Imigrasi Batam dan langsung ditindaklanjuti oleh Imigrasi Batam,”ujarnya kepada SwaraKepri, Kamis 7 Mei 2026 malam.

Ia menegaskan bahwa Imigrasi Batam juga telah melakukan mediasi bersama yang bersangkutan guna memperoleh penjelasan dan kronologi secara utuh dari kedua belah pihak.

“Dari proses tersebut, telah diperoleh kesepahaman bersama terkait permasalahan yang terjadi. Dan antara petugas dengan WN Singapura juga sudah saling memaafkan,”terangnya.

Kharisma juga mengeaskan bahwa uang Rp 500 ribu bukanlah pemerasan, tetapi akibat kesalahpahaman yang berujung kepada yang bersangkutan diminta untuk menggunakan Visa on Arrival(VoA).

“Uang tersebut dibayarkan melalui loket bank BRI untuk disetorkan ke kas negara sebagai PNBP(Penerimaan Negara Bukan Pajak),”ucapnya.

Saat ini kata dia, oknum petugas yang dimaksud telah dibebastugaskan dari jabatannya, untuk selanjutnya dilakukan pendalaman dan pemeriksaan internal dalam rangka memastikan proses pemeriksaan berjalan objektif dan profesional.

“Imigrasi Batam memastikan setiap laporan masyarakat akan ditangani secara profesional, transparan, dan sesuai ketentuan yang berlaku,”pungkasnya.

Seperti diketahui, seorang warga negara asing(WNA) asal Singapura mengeluhkan dugaan pemerasan yang dilakukan seorang oknum petugas Imigasi di Tempat Pemeriksaan Imigrasi Pelabuhan Internasional Sekupang. Keluhan tersebut diunggah di akun media sosial Hearts GhinahSunny pada Selasa 5 Mei 2026.

Dalam unggahannya, WNA tersebut mengaku dihentikan seorang oknum petugas Imigrasi saat berjalan menuju loket Imigrasi. Saat itu ia sedang memegang ponsel untuk membuka email untuk QR kode kedatangan yang sebelumnya telah dikirimkan.

“Saya memegang ponsel saya untuk mempersiapkan diri dengan kode QR dan berkata dengan lantang, Ibu, tidak boleh menggunakan ponsel!. Saya mengerti dan menunjukkan alasan saya memegang ponsel untuk mempersiapkan kode QR,”tulis unggahan WNA Singapura tersebut.

Dalam unggahannya, WNA Singapura tersebut juga mengaku sempat mengikuti oknum petugas imigrasi itu ke kantor. Di kantor tersebut ia juga mengaku masih berdebat dengan oknum petugas itu soal penggunaan ponsel.

@swarakepritv Gerebek Apartemen Baloi View Batam, Imigrasi Tangkap Ratusan WNA BATAM – Tim Gabungan Direktorat Jenderal(Ditjen) Imigrasi, Kanwil Imigrasi Kepri dan Kantor Imigrasi Kelas I Khusus TPI Batam melakukan penggerebekan di Apartemen Baloi View, Lubuk Baja, Kota Batam, Kepulauan Riau pada Rabu 6 Mei 2026 sekitar pukul 4.30 WIB dini hari. Dari lokasi berhasil ditangkap lebih dari 200 Warga Negara Asing(WNA) dan sejumlah barang bukti. Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Imigrasi Kepulauan Riau, Guntur Sahat Hamonangan penggerebekan dugaan pelanggaran keimigrasian ini dilakukan setelah dilakukan pemantauan oleh petugas. “Untuk penangkapan pukul 4.30 WIB, tim kami ada dari Direktorat Jenderal Imigrasi, tim dari Kantor wilayah(Kepri), dan ada tim dari Kantor Imigrasi(Batam) melakukan pemantauan yang sudah lama dilakukan,”ujarnya kepada wartawan di acara Media Gathering di Aston Hotel Batam, Rabu 6 Mei 2006 siang. “Kita melakukan penggerebekan dan terbukti memang ada indikasi(pelanggaran keimigrasian). Saat ini lagi dalam pemeriksaan. Nanti kami sampaikan lebih lanjut dalam hal press release,”lanjutnya. Ketika ditanyakan soal jumlah WNA yang ditangkap, Guntur menegaskan bahwa informasi sementara sekitar 200 WNA. “Untuk saat ini informasi yang kita dapatkan sekitar 200 an, belum bisa kita pastikan jumlah berapa persisnya. Saat ini masih dilakukan pendalaman,”tegasnya. Ia juga menyampakan bahwa dari 200 an WNA yang ditangkap tersebut berasal dari beberapa negara. “Masih dalam tahap penyidikan, rata-rata dari laporannya ada warga negara Cina, ada 3 warga negara kalau tidak salah,”ujarnya. Indikasi Pelanggaran Keimigrasian Guntur juga mengatakan bahwa saat ini ratusan WNA tersebut diamankan di Kantor Imigrasi Kelas I Khusus TPI Batam. “Masih kita amankan di Kantor Imigrasi. Saat ini kami masih dalam tahap pengamanan dulu, satu per satu kita akan lakukan pemeriksaan,”tegasnya. Kata dia, selain mengamankan ratusan WNA, pihaknya juga mengamankan barang bukti yakni paspor, izin tinggal dan sejumlah komputer. “Yang jelas paspor dan izin tinggal. Saya lihat sepintas juga ada komputer. Indikasi awal ada pelanggaran keimigrasian,’pungkasnya./RD #batam #imigrasi ♬ suara asli – SwaraKepriTV

“Kami sudah menjelaskan berulang kali mengapa saya menggunakan ponsel. Dia tidak perduli dan mengancam kami untuk kembali ke Singapura. Dia juga menyuruh kami tidur di kapal feri atau penjara,”tulisnya.

Page: 1 2

Redaksi - SWARAKEPRI

Recent Posts

Home Deco Expo Bali 2026 Jadi Indikator Positif Kebangkitan Industri Bahan Bangunan Nasional

Home Deco Expo kembali digelar pada 20–23 Mei 2026 di Bali Sunset Road Convention Centre,…

11 menit ago

Habis dalam Empat Jam, Cluster Neora Jadi Primadona di Metland Menteng

Tingginya minat masyarakat terhadap hunian dengan aksesibilitas baik serta berada di kawasan yang terus berkembang…

4 jam ago

Fokus Dalam Pengelolaan Asset, PAM Jaya Melakukan Penertiban Asset yang Dimiliki

Senior Manager Corporate & Customer Communication, Gatra Vaganza menyampaikan bahwa penataan ini tidak hanya berfokus…

7 jam ago

Emas Bangkit dari Tekanan, Target 4.588 Kian Terbuka

Harga emas dunia pada perdagangan hari Selasa (5/5) diperkirakan mulai menunjukkan peluang penguatan setelah sebelumnya…

7 jam ago

Pengguna LRT Jabodebek Tembus 139 Ribu Saat Long Weekend May Day, Jadi Tulang Punggung Mobilitas Liburan

LRT Jabodebek melayani 139.874 pengguna selama libur panjang May Day 1–3 Mei 2026, atau rata-rata…

7 jam ago

Ketika Aset Jadi Solusi: Cara Baru Menghadapi Kebutuhan Dana Tanpa Kehilangan Kepemilikan

Pembiayaan berbasis aset bukan berarti tanpa risiko, tetapi dapat menjadi alternatif yang lebih terukur dibandingkan…

7 jam ago

This website uses cookies.