Lanjut dalam unggahannya, WNA Singapura tersebut juga mengaku diharuskan membayar visa yang harganya Rp500 ribu per orang dan juga akan merekam video permintaan maaf agar tidak menggunakan ponsel lagi.
“Saya warga Singapura dan harus membayar visa hanya karena ingin mempersiapkan diri untuk pengurusan dokumen? Apakah itu pemerasan? Ya, kami membayar dan dia juga merekam video kami, kami hanya ingin menyelesaikan semuanya karena sudah sangat Lelah,”tulisnya dalam unggahan tersebut.
Dalam unggahannya, WNA Singapura tersebut juga mempertanyakan soal tujuan dari dari pembayaran visa tersebut.
“Tegakkan keadilan! Saat ditanya visa itu untuk apa? Dia bahkan tidak bisa menjawab, hanya bilang pakai ponsel kan?”tulisnya./RD
Page: 1 2
BATAM - Jajaran Direktorat Jenderal(Ditjen) Imigrasi masih melakukan penyelidikan terkait kasus ratusan Warga Negara Asing(WNA)…
Jakarta 30 April, – Kalyce Aesthetic Clinic dengan bangga mengumumkan Grand Opening Kalyce Aesthetic Clinic, sebuah klinik…
Cuckoo, produsen peralatan rumah tangga terkemuka asal Korea Selatan, secara resmi memperkenalkan Lee Jun-ho sebagai…
Perubahan pola hidup masyarakat dalam beberapa tahun terakhir turut mendorong meningkatnya kebutuhan akan hunian yang…
Cilegon (30/4) – Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, meresmikan peletakan batu pertama (groundbreaking) Proyek Hilirisasi…
Dalam era ekonomi digital saat ini, data telah menjadi aset yang sama berharganya dengan komoditas…
This website uses cookies.