Categories: BISNIS

KAI Lakukan Penyempitan Perlintasan Sebidang di JPL 73 Weleri untuk Tingkatkan Keselamatan

Dalam upaya meningkatkan keselamatan perjalanan kereta api sekaligus menekan risiko kecelakaan lalu lintas, PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 4 Semarang melaksanakan pematokan dan penyempitan perlintasan sebidang di JPL 73, Desa Payung, Kecamatan Weleri, Kabupaten Kendal, tepatnya di Km 41+0/1 petak jalan antara Stasiun Weleri–Stasiun Krengseng.

Dalam upaya meningkatkan keselamatan perjalanan kereta api sekaligus menekan risiko kecelakaan lalu lintas, PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 4 Semarang melaksanakan pematokan dan penyempitan perlintasan sebidang di JPL 73, Desa Payung, Kecamatan Weleri, Kabupaten Kendal, tepatnya di Km 41+0/1 petak jalan antara Stasiun Weleri–Stasiun Krengseng.

Manager Humas KAI Daop 4 Semarang, Luqman Arif, menyampaikan bahwa penyempitan perlintasan ini merupakan bagian dari komitmen KAI dalam meningkatkan keselamatan di perlintasan sebidang serta meminimalisir potensi kecelakaan bagi pengguna jalan umum.

“Keberadaan perlintasan sebidang masih menjadi tantangan besar, terutama dengan meningkatnya mobilitas masyarakat yang harus melintasi jalur kereta api. Oleh karena itu, langkah penyempitan ini dilakukan sebagai upaya preventif untuk menekan risiko kecelakaan,” jelas Luqman.

Sebelum pelaksanaan penyempitan perlintasan, KAI Daop 4 Semarang telah melakukan koordinasi dan komunikasi intensif dengan pemerintah daerah setempat, Dinas Perhubungan Kabupaten Kendal, serta masyarakat sekitar, guna memastikan kegiatan berjalan lancar dan mendapat dukungan dari seluruh pihak terkait.

“Dalam kesempatan ini, kami juga melakukan sosialisasi serta mengimbau para pengguna jalan agar menggunakan perlintasan sebidang resmi terdekat yang telah dilengkapi palang pintu dan petugas jaga, demi keselamatan bersama,” tambahnya.

KAI terus berkomitmen menjaga keselamatan dan keamanan perjalanan kereta api, khususnya di perlintasan sebidang yang memiliki tingkat risiko tinggi. Penyempitan perlintasan ini diharapkan tidak hanya meningkatkan keselamatan perjalanan kereta api dan masyarakat, tetapi juga memberikan dampak positif bagi lingkungan sekitar serta mendukung kelancaran aktivitas ekonomi warga.

“Keselamatan di perlintasan sebidang hanya dapat terwujud jika seluruh unsur, baik pemerintah, stakeholder terkait, maupun masyarakat, memiliki kepedulian yang sama. Dengan sinergi bersama, keselamatan di perlintasan sebidang maupun sepanjang jalur kereta api dapat tercipta secara berkelanjutan,” tutup Luqman.

Press release ini juga sudah tayang di VRITIMES. 

Pondra - SWARAKEPRI

Recent Posts

Kesehatan Orang Tua adalah Bentuk Perhatian yang Paling Bermakna

Seiring bertambahnya usia, kebutuhan orang tua tidak hanya sebatas perhatian dan kebersamaan, tetapi juga dukungan…

2 jam ago

PH Hadirkan Saksi Ahli Kehutanan di Sidang Dju Seng: Klaim Kerugian Berlebihan

BATAM - Sidang lanjutan perkara Dju Seng dalam kasus perusakan hutan lindung Tanjung Gundap IV…

4 jam ago

Sidang PS Sengketa Lahan 2,4 Hektar di Sei Lekop Batam Ungkap Fakta Baru

BATAM - Sidang gugatan PT Energi Cipta Dana(ECD) terhadap PT Tunas Karya Persada(TKP) terkait lahan…

5 jam ago

KAI Perkuat Kompetensi Frontliner LRT Jabodebek demi Tingkatkan Kualitas Layanan

PT Kereta Api Indonesia (Persero) terus memperkuat kualitas pelayanan kepada pengguna LRT Jabodebek melalui peningkatan…

8 jam ago

Pasar Preloved Luxury Makin Panas, deGaiya Hadir sebagai Ekosistem Baru Barang Mewah Original di Indonesia

Tren pasar preloved luxury di Indonesia terus menunjukkan pertumbuhan yang signifikan di tengah perubahan pola…

8 jam ago

Pasca RDP Komisi IV DPRD Batam, LBH NVNJ Minta Kadisdik Batam Dicopot

BATAM - Lembaga Bantuan Hukum No Viral No Justice(LBH NVNJ) meminta Wali Kota Batam Amsakar…

9 jam ago

This website uses cookies.