Categories: BATAM

Kajati Kepri Kunker ke Kejari Batam

BATAM – Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) Kepri H. Asri Agung Putra melakukan kunjungan kerja ke Kejaksaan Negeri (Kejari) Batam, kunjungan tersebut terkait kegiatan Kejari Batam selama tahun 2018.

Kajari Batam Dedie Tri Hariyadi, mengatakan laporan yang disampaikan tentang apa saja kegiatan mulai dari bidang intelijen hingga Datun dari Januari 2018 sampai Desember 2018.

“Tentang apa saja yang sudah kita lakukan di sini selama 2018, barang bukti di sini tadi saya laporkan kepada beliau (Kajati Kepri), kami terkendala terkait dengan untuk barang bukti karena barang bukti yang di belakang sudah numpuk,” jelas Dedie, Kamis (27/12/2018).

Ia juga mengatakan, permasalahannya barang bukti yang perkaranya sudah putus dan perkaranya, yang seharusnya barang bukti dikembalikan kepada pemiliknya. Akan tetapi barang bukti tersebut belum.

“Barang bukti belum ada yang diambil, kami minta solusinya tahun depan kita minta dibangun untuk gudang penyimpanan barang bukti,” kata Dedie.

Ia mengungkapkan, ada beberapa barang bukti yang pemiliknya tinggal tidak sesuai dengan alamat atau sudah pindah. Solusinya akan dimuat di media massa.

“Untuk pemilik yang telah diketahui alamatnya akan tetapi tidak mempunyai biaya untuk kesini kita akan antar,” ucapnya.

Menurutnya, Kejari Batam mengusulkan supaya pembangunan gudang barang bukti, hanya saja terkendala SDM.

Sementara itu Kajati Kepri mengatakan, untuk penghargaan Sidhakarya merupakan suatu prestasi terbaik dan tertinggi yang diberikan Kejaksaan Agung RI bagi Kejaksaan Tinggi, Kejaksaan Negeri Tipe A dan Tipe B.

“Tahun ini harusnya saya ikutkan untuk Sidhakarya, namun karena ada kesalahan teknis yaitu keterlambatan informasi maka batal. Dari apa yang saya lihat tadi, sudah memenuhi kriteria itu dan mudah-mudahan tahun 2019 ikut dan dapat penghargaan itu,” kata Asri.

Terkait Sumber Daya Manusia ( SDM), bukan hanya persoalan yang ada di Kepri dan secara khusus Kejaksaan Negeri Batam. Ini merupakan persoalan Nasional. Kekurangan SDM memang ada dampaknya, namun melihat dari semangat persenel yang ada di Kejari Batam ini, semuanya dapat berjalan dengan baik dan lancar.

“Memang idealnya Kejari Batam ini harusnya 100 pegawai. Saat ini jumlah hanya 46 pegawai dan jaksa 26 orang. Dengan kekurangan ini, tidak mengurangi semangat dari Kajari Batam. Saya sudah bersurat secara resmi kepada Jaksa Agung meminta tambahan pegawai,” tutupnya.

 

 

Penulis : Marina
Editor   : Siska

Redaksi - SWARAKEPRI

Recent Posts

Prabowo dan PM Modi Perkuat Kemitraan Indonesia-India, Sepakati 14 MoU dan Enam Inisiatif Strategis

Presiden Prabowo Subianto dan Perdana Menteri India Narendra Modi memperkuat Kemitraan Strategis Komprehensif (Comprehensive Strategic…

7 jam ago

26 Perkara Kasus PMI Ilegal Bergulir di PN Batam, Ini Daftarnya

BATAM - Sebanyak 26 Perkara Kasus Tindak Pidana Penempatan Pekerja Migran Indonesia(PMI) secara ilegal disidangkan…

7 jam ago

JMFF 2026 Tarik 4.026 Pengunjung, Edukasi Mineral Sambil Merajut Kesatuan Indonesia

Junior Miners Fun Fest (JMFF) 2026 yang diselenggarakan MIND ID bersama seluruh anggota Grup, ANTAM,…

9 jam ago

Hotel Des Indes Menteng Ajak Tamu Mengenal Budaya Indonesia Lewat Lokakarya Membatik

Hotel Des Indes Menteng, Marclan Collection akan menghadirkan pengalaman budaya interaktif melalui lokakarya membatik yang bekerja…

10 jam ago

Telkom AI Center Aceh Bekali UMKM Strategi Jualan di TikTok dan Digital Marketing

Telkom AI Center Aceh membekali UMKM dengan strategi digital marketing dan jualan di TikTok, mulai…

11 jam ago

DJI Matrice 400: Platform Drone Enterprise Multi-Payload untuk Semua Industri

Operasional drone di lingkungan industri sering membutuhkan lebih dari satu jenis sensor dalam satu misi,…

11 jam ago

This website uses cookies.