Categories: BATAM

Kapal Baladewa Gagalkan Praktek Jual Beli Ratusan Penyu

BATAM – KP. Baladewa-8002 saat melakukan patroli berhasil menggagalkan praktek jual beli ratusan Penyu di Pantai Teluk Mata Ikan dan di Keramba Tanjung Piayu Laut pada Jumat (19/4/2019) lalu.

Dari dua lokasi tersebut petugas mengamankan 148 ekor penyu (39 ekor jenis sisik, 79 ekor jenis hijau dan 30 ekor sudah mati). Praktik ini diduga kuat melanggar tindak pidana konservasi sumber daya alam hayati dan ekosistem.

“Barang buktinyang diamankan juga ada 1 unit truk. Pelaku berinisial K dan masih sedang diperiksa,” kata Kabid Humas Polda Kepri Kombes Erlangga.

Dir Pol Air Polda Kepri Kombes Benyamin Sapta menjelaskan, penyu yang diamankan ini digunakan untuk kegiatan upacara keagamaan yaitu dengan cara melepas penyu ke laut, kegiatan ini biasanya dilakukan oleh turis dari luar negeri yang berasal dari Malaysia dan Singapura.

Penyu tersebut diperjualbelikan dengan harga berkisaran Rp.500.000, dibeli dari masyarakat kemudian dijual kembali dengan harga kisaran Rp.1.000.000,- dan Rp.1.500.000, bahkan sampai dengan harga Rp.3.000.000 harga tersebut menyesuaikan ukuran penyu.

“Hal ini merupakan pelanggaran terhadap Undang-undang tentang konservasi sumber daya alam hayati dan ekosistem. Dari sekian banyak penyu yang ditemukan terdapat dalam kondisi luka dikarenakan pada saat proses perburuan/penangkapan, untuk itu penyu yang masih hidup kita lakukan upaya penyelamatan dengan pemeriksaan oleh Dokter Hewan dan evakuasi ke penangkaran di Pulau Mencaras,” jelas Benyamin.

Penyampaian Kepala Seksi Konservasi wilayah II BKSDA Riau menambahkan, untuk jenis penyu ini dilindungi oleh Undang-undang nomor 5 tahun 1990. Penyu ini tidak ada yang bisa memperjualbelikan, memiliki, menyimpan, komsumsi ataupun untuk dijadikan hiasan. Yang berwenang melakukan pemeliharaan, penyelematan dan penetasan telur hanya lembaga Konservasi berizin dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Perhutanan.

“Diimbau juga kepada masyarakat yang melakukan aktivitas keagamaan dengan melepas penyu, lebih baiknya bersama-sama mengamankan telur penyu dan setelah menetas dilakukan pelepasan bersama-sama. Hal ini bertujuan untuk merubah Mindset masyarakat yang melakukan aktivitas penangkapan penyu dan melepaskannya kembali ke laut tentunya dapat melukai dan membunuh penyu itu sendiri,” ucapnya.

Adapun pasal yang dilanggar adalah pasal 40 ayat (2) jo pasal 21 ayat (2) huruf a dan c UU RI no.5 tahun 1990 tentang konservasi sumber daya alam hayati dan ekosistem jo pasal 55 KUHP Pidana.

 

 

 

Sumber : Humas Polda Kepri

Redaksi - SWARAKEPRI

Recent Posts

Kontribusi Nyata untuk Ekonomi Kerakyatan, BRI Setorkan Dividen Terbesar Sepanjang Sejarah di Bawah Supervisi Danantara

Di bawah supervisi Danantara, PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk terus memperkuat perannya sebagai penggerak…

6 menit ago

Kesalahan Menyimpan Dana Darurat yang Sering Dilakukan

Dana darurat sebaiknya mudah diakses saat dibutuhkan. Sayangnya, masih banyak orang yang fokus mengumpulkan dana…

6 menit ago

Pemerintah Perluas Akses KPR Subsidi FLPP bagi Pekerja Informal, Mitra Driver Gojek Kini Bisa Nikmati DP 0%

Melalui program ini, Mitra Driver Gojek yang memenuhi persyaratan berkesempatan memiliki rumah pertama melalui skema…

41 menit ago

Saatnya Renovasi Rumah, BRI Finance Siapkan Solusi Pendanaan Tunai

Jakarta, 4 Juni 2026 – Peran rumah dalam kehidupan masyarakat terus berkembang seiring perubahan pola…

1 jam ago

Bawa Pulang Mobil Baru Lebih Ringan Bersama KKB BRI Finance 3,97% Flat

Di tengah perubahan pola mobilitas masyarakat dan meningkatnya kebutuhan akan kendaraan yang mendukung aktivitas sehari-hari,…

2 jam ago

Dorong Ketahanan Pangan, Pelabuhan Tanjung Wangi Optimalkan Layanan Bongkar Muat

PT Pelindo Multi Terminal, anak usaha PT Pelabuhan Indonesia (Persero), bidang operasional terminal nonpetikemas kembali…

2 jam ago

This website uses cookies.