Categories: BATAMHUKUM

Kasus Pencurian Dua Oknum Advokat P19, Jaksa Kembalikan Berkas Perkara ke Polda Kepri

BATAM – Kejaksaan Tinggi (Kejati) Kepri menyatakan berkas perkara kasus pencurian di PT AMI dengan tersangka dua oknum Advokat di Batam berinisial ARR dan RI masuk Tahap P19.

Jaksa Peneliti Kejati Kepri mengembalikan mengembalikan berkas perkara kasus tersebut kepada penyidik Subdit I Ditreskrimum Polda Kepri karena dinilai belum lengkap.

Hal ini ditegaskan Kasi Penkum Kejati Kepri, Denny Anteng kepada SwaraKepri, Rabu 1 November 2023.

“Untuk kasus tersebut, baru 3 hari yang lalu Jaksa Peneliti menerbitkan P19 kepada penyidik Kepolisian dan menerbitkan beberapa petunjuk. Saat ini, kita masih menunggu kelengkapan berkas dari pihak Kepolisian untuk P19 tersebut nanti akan diteliti lagi oleh Jaksa Peneliti berkas P19 tersebut,” jelasnya.

Ia menjelaskan, apabila berkas P19 dan beberapa petunjuk tersebut telah dilengkapi oleh penyidik Kepolisian nantinya akan diteliti lagi oleh Jaksa Peneliti Kejati Kepri barulah diterbitkan P21 untuk kasus tersebut.

“Jika dinyatakan lengkap baru kita terbitkan P21 baru bisa masuk ke tahap 2 pelimpahan berkas, barang bukti dan tersangka,”pungkasnya.

Berdasarkan informasi yang diperoleh SwaraKepri, tersangka ARR diduga melakukan pencurian di PT AMI sebesar Rp8,975 Miliar.

Sementara tersangka RI diduga melakukan pencurian di PT AMI diperkirakan mencapai puluhan Miliar.

Berita sebelumnya, Dua orang oknum advokat di Batam masing-masing berinisial ARR dan RI ditetapkan sebagai tersangka oleh penyidik Subdit I Ditreskrimum Polda Kepri terkait kasus dugaan pencurian dalam perusahaan PT AMI yang berada di Tanjung Uncang, Batam.

Hal ini dibenarkan oleh Kabid Humas Polda Kepri, Kombes Pol Zahwani Pandra Arsyad ketika dikonfirmasi SwaraKepri pada Kamis 12 Oktober 2023 siang.

“Iya benar sudah ditetapkan tersangka, hal ini dilakukan usai dilakukan gelar perkara oleh penyidik dan saat ini proses pemeriksaan masih tetap berlangsung,” jelasnya.

Kata dia, kedua tersangka tersebut dijerat dengan pasal 362 KUHP Jo pasal 55 ayat 1 ke 1 usai dilaporkan oleh Lim Chui Lan yang merupakan Abang dari Lim Siang Huat Lan WNA Singapura yang merupakan Direktur di perusahaan tersebut.

“Untuk Pasal yang dijerat sesuai dengan SPDP Polda Kepri kepada Kejati Kepri pada tanggal 2 Oktober 2023. Kasus tersebut masih dalam pemeriksaan, untuk perkembangannya nanti akan diinformasikan kembali,” ujarnya./Shafix

Redaksi - SWARAKEPRI

View Comments

Recent Posts

Strategi Menghadapi ‘Weekly Close’: Cara Mengamankan Keuntungan Trading Menjelang Akhir Pekan

Hari Jumat selalu menjadi momen yang paling krusial sekaligus mendebarkan bagi para pelaku pasar keuangan…

5 jam ago

Pasar Kripto Masih Stagnan, Data Bittime Ungkap Minat Investor terhadap Tokenisasi Saham AI Terus Meningkat

Data awal Bittime menunjukkan minat investor Indonesia terhadap Tokenized US Stocks terus meningkat, dengan mayoritas…

5 jam ago

Panen Neo Koin di neobank, Kumpulkan Koin dan Dapatkan Hadiahnya

Rutinitas transaksi sehari-hari ternyata bisa memberikan manfaat lebih. Mulai dari membayar salah satu pengeluaran rutin,…

6 jam ago

Indonesia Open Network (ION) Percepat Pembangunan Infrastruktur Publik Digital Generasi Baru Indonesia dengan Dukungan Google.org

Jakarta, 9 Juli 2026 – Indonesia mengambil langkah besar dalam mempercepat transformasi ekonomi digital melalui Indonesia Open…

6 jam ago

Perkuat Ekosistem Transportasi Berkelanjutan, Jasa Marga Dukung Implementasi Biosolar B50 di Rest Area KM 57A

 PT Jasa Marga (Persero) Tbk memperkuat perannya dalam mendukung ekosistem transportasi berkelanjutan melalui kesiapan jaringan…

6 jam ago

Konser-Konser Besar Juli 2026 di Jakarta: Lengkapi Pengalaman Menonton dengan Menginap Lebih Dekat ke Venue

Jakarta, 9 Juli 2026 – Juli menjadi salah satu bulan paling dinantikan oleh para pecinta musik.…

6 jam ago

This website uses cookies.