Categories: DUNIA

Kisah Wanita Nekat Pukul Singa demi Selamatkan Anjing Piaraan

Seorang wanita nekat meninju singa gunung dan berusaha membuka rahangnya untuk menyelamatkan anjing piaraan yang dimangsa. Insiden itu dilaporkan terjadi di sebuah perumahan dekat hutan belantara di bagian utara Los Angeles, Amerika Serikat.

Kejadian itu diceritakan oleh Brian, kakak dari wanita itu

Dikutip The Independent, Jumat (6/12/2019), wanita itu awalnya dibangunkan sang anjing yang bernama Pumbaa pada Kamis (5/12) dini hari.

Ia kemudian membuka pintu menuju taman belakang, namun ternyata di sana ada seekor singa gunung.

“Dia pikir anjingnya ingin pergi ke kamar mandi dan membukakan pintu. Saya pikir dia keluar terlebih dahulu dan melihat singa gunung itu, lalu anjing menyerang singa itu. Singa itu langsung memangsa anjing tersebut,” kata Brian.

Melihat hal tersebut, wanita itu berusaha menghalau serangan singa dengan memukul dan mencoba membuka rahang untuk menyelamatkan anjing kesayangan. Namun upaya itu gagal.

Setelah menyerang Pumbaa, singa mengaum ke arah wanita itu dan melarikan diri.

Anggota kepolisian setempat, Sersan Keith Eisenhour, mengatakan wanita itu berhasil kabur dengan cedera ringan.

“Ia jelas sangat peduli dengan anjingnya sama seperti pemilik anjing lainnya. Ia berusaha menangkis singa dengan meninju, menyikut, dan berusaha membuka rahangnya,” kata Eisenhour.

Kepolisian menduga singa itu akhirnya kabur ke habitat di lereng gunung di sekitar daerah tersebut.

Serangan singa gunung sebelumnya telah dilaporkan warga setempat pada Rabu (4/11) malam. Seekor anjing lain dilaporkan mengalami luka-luka akibat binatang tersebut di wilayah yang sama.

Para ahli biologi saat ini sedang mempelajari bagaimana singa gunung di wilayah tersebut dapat bertahan hidup di tengah lingkungan mereka yang mengalami perkembangan pesat dengan pembangunan dan jalanan.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Sumber: CNN Indonesia

Redaksi - SWARAKEPRI

Recent Posts

Bank Raya Dukung Generasi Muda Bangun Resiliensi Finansial di Young On Top National Conference (YOTNC) 2026

Bank Raya, bank digital bagian dari BRI Group, kembali menegaskan komitmennya dalam memperluas inklusi keuangan…

52 menit ago

BRI Finance Perluas Jangkauan Pembiayaan Kendaraan melalui Mini Expo di Kantor Pusat BRI Sudirman

Jakarta, 3 Juli 2026 – PT BRI Multifinance Indonesia (“BRI Finance”) segara gencar menghadirkan program…

1 jam ago

Hari ini, kurasi kolaboratif utama Purana dan Puragraph x Anton Afganial hadir di jantung distrik finansial Jakarta. Kedua jenama ini menyelenggarakan Liveable Art Soirée eksklusif berkonsep tinggi di Lumine, Ashta District 8, yang dihadirkan khusus bagi masyarakat SCBD yang dinamis dan sadar akan gaya. Pameran terkurasi ini dirancang untuk masyarakat urban modern yang menghargai desain bersih tanpa kompromi. Acara ini menyoroti keindahan struktural yang tajam dari atasan monokrom hitam dan putih polos tanpa motif (patternless deconstructive tops) khas PURAGRAPH. Dengan lipatan struktural, garis asimetris, dan tirai monokrom arsitektural, jajaran busana ini menawarkan pendekatan intelektual yang tajam untuk pakaian kerja sehari-hari. Dipadukan dengan busana resort premium PURANA yang mengusung semangat “Livable Art,” koleksi ini menyajikan lemari pakaian serbaguna bagi para profesional metropolitan. “Lumine di Ashta District 8 merepresentasikan garda terdepan dari desain dan gaya hidup urban global,” ujar Nonita Respati, Founder & Chief Creative Officer Purana. “Kolaborasi kami dengan Anton adalah paduan sempurna untuk lingkungan ini, membuktikan bahwa busana dekonstruktif berkonsep tinggi dan potongan resort yang mengalir dapat menjadi sangat fungsional dan nyaman untuk kehidupan kota sehari-hari. Menyatukan coretan kuas ‘Abundance’ yang ekspresif ke dalam motif dasar orisinal kami menghadirkan kemewahan resort yang bergerak anggun.” “Nuansa arsitektural modern di Lumine sangat cocok dengan garis-garis struktural berani yang saya tuangkan dalam koleksi ini,” tambah seniman kolaborator Anton Afganial. “Ini adalah karya seni yang dibangun untuk kisi-kisi perkotaan. Ketiadaan motif pada atasan Puragraph memungkinkan garis-garis dekonstruktif mentah dari struktur saya serta palet warna yang dinamis dari statement patch menonjol dengan kekuatan yang luar biasa.” “Ashta adalah rumah alami bagi identitas struktural Puragraph,” jelas Maritza Putri, Lead Designer sekaligus representasi Puragraph. “Atasan dekonstruktif hitam dan putih polos kami dirancang khusus bagi para profesional SCBD yang menuntut gaya bersih, tanpa motif, namun sangat intelektual. Dengan menyulinkan karya seni Afganial menjadi selembar statement patch tunggal yang ditempatkan secara cermat, kami membiarkan kelas kreatif mengenakan energi mereka layaknya lencana kehormatan langka di atas siluet kontemporer yang terstruktur.” Para tamu yang menghadiri Liveable Art Soirée satu hari ini akan menikmati konsultasi penataan gaya terkurasi, akses prioritas untuk potongan edisi terbatas, serta pilihan kemasan yang disesuaikan secara eksklusif. Supported by: YATS Colony · EVERNAILS · Four Pillars · Cha Co. Press Release ini sudah tayang di VRITIMES

Hari ini, kurasi kolaboratif utama Purana dan Puragraph x Anton Afganial hadir di jantung distrik finansial Jakarta.…

1 jam ago

BP Tapera Telah Menyelesaikan Tindak Lanjut Rekomendasi Hasil Temuan BPK RI Terkait Ketidaktepatan Sasaran pada Pemeriksaan Tahun 2025

Jakarta, 6 Juli 2026 – Tindak Lanjut Rekomendasi Hasil Pemeriksaan (TLRHP) BPK di atas 90%…

2 jam ago

Bank Raya Dorong Talenta Muda Lebih Resilien dengan Optimalisasi Bank Digital di Young On Top National Conference (YOTNC) 2026

Bank Raya, bank digital bagian dari BRI Group, kembali menunjukkan komitmennya dalam mendorong inklusi keuangan…

7 jam ago

Unitree G1: Robot Humanoid untuk Riset AI dan Pengembangan Robotika

Riset embodied AI dan pengembangan algoritma robotika membutuhkan platform fisik yang bisa menguji kontrol gerak,…

7 jam ago

This website uses cookies.