Categories: BISNIS

Krakatau Steel Perkuat Daya Saing di Tengah Penurunan Produksi Baja Global dan Meningkatnya Tekanan Perdagangan

Penurunan produksi baja global pada Januari 2026 menjadi momentum bagi PT Krakatau Steel (Persero) Tbk / Krakatau Steel Group (KRAS) untuk memperkuat daya saing dan posisi di pasar domestik, seiring meningkatnya arus perdagangan baja dunia yang berpotensi menekan industri nasional. Langkah ini penting untuk menjaga keberlanjutan usaha dan menciptakan nilai ekonomi jangka panjang bagi industri baja nasional.

Data World Steel Association menunjukkan produksi baja global mencapai 147,3 juta ton pada Januari 2026, turun 6,5% secara tahunan, terutama dipengaruhi oleh penurunan produksi Tiongkok sebesar 13,9%. Namun, di tengah penurunan tersebut, arus ekspor baja global justru meningkat sebagai mekanisme penyesuaian kelebihan kapasitas.

Krakatau Steel Perkuat Fundamental dan Posisi Pasar Domestik

Direktur Utama PT Krakatau Steel (Persero) Tbk, Dr. Akbar Djohan, menegaskan komitmen perusahaan dalam memperkuat fundamental industri nasional.

“Krakatau Steel terus meningkatkan efisiensi operasional dan kualitas produk guna memastikan industri baja nasional tetap kompetitif dan berperan strategis dalam mendukung pembangunan nasional,” ujar Dr. Akbar Djohan, yang juga menjabat sebagai Chairman Indonesia Iron & Steel Industry Association (IISIA) dan Chairman Asosiasi Logistik & Forwarder Indonesia (ALFI/ILFA).

Momentum Penguatan Industri Baja Nasional

Pengamat Industri Baja dan Pertambangan, Widodo Setiadharmaji, menegaskan bahwa penurunan produksi global tidak identik dengan berkurangnya tekanan eksternal. Menurutnya, ketika permintaan domestik melemah, ekspor meningkat sebagai mekanisme penyesuaian kapasitas.

“Situasi ini dapat menjadi momentum konsolidasi industri nasional apabila didukung oleh kebijakan perdagangan dan strategi industri yang tepat,” tambah Widodo.

Upaya penguatan industri baja nasional tentunya sejalan dengan visi Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, yang tertuang pada Asta Cita dalam memperkuat kemandirian ekonomi melalui industrialisasi dan hilirisasi. Sebagai industri strategis, baja memiliki peran penting dalam mendukung pembangunan infrastruktur, ketahanan industri, dan pertumbuhan ekonomi nasional yang berkelanjutan.

Press Release ini juga sudah tayang di VRITIMES

Pondra - SWARAKEPRI

Recent Posts

Koi Nation Hadirkan JPD Show Series 2026–2027 dengan Hadiah Trip All Japan Koi Show 2028

Koi Nation resmi mengumumkan gelaran JPD Show Series 2026–2027, sebuah rangkaian event show dan lelang…

3 jam ago

Athaya Memperkuat Jaringan Pengiriman Bunga di Seluruh Kota di Indonesia

Berbicara soal kado yang memorable, bunga memang menjadi salah satu kado paling populer di kalangan masyarakat.…

6 jam ago

Tingkatkan Standar Trainer di Indonesia, KLTC® Gelar Program Pendidikan dan Pelatihan Khusus Profesi Trainer (PPKPT)

KLTC® kembali menyelenggarakan Program Pendidikan dan Pelatihan Khusus Profesi Trainer (PPKPT) angkatan ke-8 yang akan…

6 jam ago

Mendorong Masa Depan Kesehatan, Prodia Science Award 2026 Apresiasi Inovasi Peneliti Indonesia

Perkembangan dunia kesehatan global kini semakin mengarah pada pendekatan yang lebih preventif dan prediktif, di…

6 jam ago

deGadai.com Bersinergi dengan Synergy Inarkos Prestige, Hadirkan Solusi Likuiditas Cepat Bagi Para Pebisnis

Salah satu keunggulan yang ditawarkan adalah bunga mulai dari 0,1789% per hari, memungkinkan anggota untuk…

6 jam ago

SUCOFINDO Sertifikasi PT Wijaya Karya (Persero) Tbk, Dorong Standar Tata Kelola dan Infrastuktur Berkelanjutan

Upaya penguatan tata kelola dan standar keberlanjutan di sektor konstruksi nasional terus didorong di tengah…

7 jam ago

This website uses cookies.