Categories: PERISTIWA

Kronologi Pengungkapan Puluhan TKI Ilegal, Masuk Batam Lewat Jalur Ilegal

BATAM – Praktik penyelundupan pemulangan Tenaga Kerja Indonesia (TKI) ilegal dari Malaysia ke Batam masih terus terjadi. Puluhan TKI ilegal beserta seorang tekong (nahkoda) berhasil diamankan petugas Kepolisian saat mencoba memasuki perairan Nongsa, Batam, Minggu (29/03/2020) kemarin.

Kepala Kepolisian Sektor (Kapolsek) Nongsa AKP Moch Dwi Ramadhanto mengatakan, pengungkapan ini dilakukan dengan menyisir pelabuhan-pelabuhan tikus yang ada di Nongsa.

“Ada informasi kalau ada sekelompok TKI akan tiba, tapi belum tau di mana. Alhasil seluruh anggota langsung berpencar ke pelabuhan-pelabuhan tikus di wilayah Nongsa,” kata AKP Dwi Ramadhanto saat ditemui, Senin (30/03/2020).

Kata Kapolsek, pencarian titik pelabuhan singgahnya TKI ini berlangsung sekitar 6 jam lebih. Akhirnya pada pukul 03.30 WIB dini hari, dari salah satu pelabuhan tikus terdengar suara mesin speed boat mendekati bibir pantai Nongsa sekitar Pulau Putri.

“Dari tim laut langsung bergerak mengamankan, setelah digiring ke darat mereka sempat kita evakuasi sementara ke Mapolsek Nongsa,” katanya.

Dari operasi ini, pihaknya berhasil mengamankan sebanyak 22 TKI dan 1 orang tekong sekaligus barang bukti speed boat dengan mesin tempel 200 PK.

“Total kesuluruhan yang kita amankan ada 23 orang termasuk tekongnya,” katanya.

Sementara penanganan selanjutnya diserahkan kepada Tim Gugus Tugas Penanggulangan Dampak Covid-19 Provinsi Kepulauan Riau.

Namun pihaknya juga telah berkoordinasi dengan Balai Pelayanan Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BP3TKI) untuk pemulangan para TKI.

“Mereka para TKI nanti setelah dikarantina akan dipulangkan, kita sudah berkoordinasi kepada pihak terkait. Untuk tekongnya akan kita periksa lebih lanjut” katanya.

Sebelumnya diketahui para TKI berjumlah 22 orang ini diamankan sepulang dari negara Malaysia. Mereka terpaksa harus pulang, imbas dari kebijakan lockdown pemerintah setempat.

“Iya tadi siang Tim Gugus Tugas berhasil mengamankan puluhan TKI Ilegal yang mencoba memasuki perairan Batam melalui jalur ilegal,” kata sumber terpercaya Swarakepri, Minggu (29/03/2020).

Puluhan TKI yang diamankan tersebut langsung di bawa petugas menuju Asrama Haji di Batam Center untuk dilakukan pemeriksaan kesehatan oleh Dinas Kesehatan terkait Covid-19.

Belum diketahui hasil dari pemeriksaan tersebut, hanya saja puluhan TKI langsung diarahkan untuk dikarantina di gedung Rumah Susun (Rusun) Badan Pengusahaan (BP) Batam di Tanjung Uncang.

“Para TKI di arahkan ke gedung Rusun BP Batam, Tanjung Uncang untuk di karantina. Mereka semua di data dan akan dikarantina selama 14 hari,” katanya.

(Elang)

Sholihul Abidin - SWARAKEPRI

Recent Posts

Simulasi BCM di BRI BO Segitiga Senen Tingkatkan Kesiapan Hadapi Situasi Darurat

Dalam upaya memperkuat kesiapsiagaan terhadap potensi bencana dan gangguan operasional, Bank Rakyat Indonesia (BRI) melalui…

46 menit ago

Pengajian Rutin di Jackone Hall, Pekerja BRI Region 6 Perdalam Pemahaman Ibadah

Dalam rangka meningkatkan keimanan dan memperkuat nilai-nilai spiritual di lingkungan kerja, Bank Rakyat Indonesia (BRI)…

3 jam ago

PT Pelindo Sinergi Lokaseva dan InJourney IAS Bahas Potensi Sinergi Layanan di Benoa

PT Pelindo Sinergi Lokaseva (SPSL) menerima kunjungan dari PT Integrasi Aviation Solusi atau InJourney Aviation…

3 jam ago

Analisa Pasar FLOQ: Ketegangan Perang Dagang dan Pelemahan Ekonomi AS Dorong Minat Investor ke Bitcoin

Dalam Market Outlook terbaru yang dirilis oleh platform aset kripto FLOQ, dinamika geopolitik serta perubahan kondisi…

3 jam ago

Holding Perkebunan Nusantara Akselerasi Transformasi, PTPN I Fokus Digitalisasi dan Hilirisasi

PT Perkebunan Nusantara I (PTPN I), subholding dari Holding Perkebunan Nusantara PTPN III (Persero), memancang…

3 jam ago

Bianka: Angklung Otomatis yang Bawa Budaya Indonesia ke Level Teknologi

Bianka (BINUS Automated Angklung) adalah inovasi angklung otomatis yang dapat memainkan musik tanpa pemain manusia.…

4 jam ago

This website uses cookies.