Categories: BATAM

Kuasa Hukum Duga Ada Kesalahan dalam Penangkapan Kapal MT Blue Star 08

BATAM – Pihak perusahaan Osten Oleum PTE. LTD selaku pemilik kapal tanker MT Blue Star 08 angkat bicara terkait pengamanan yang dilakukan Bakamla RI di wilayah Out Port Limited (OPL) Indonesia – Malaysia beberapa waktu lalu.

Kuasa Hukum Osten Oleum PTE. LTD, Bambang Yulianto mengatakan, pengamanan kapal MT Blue Star 08 yang dilakukan oleh Bakamla RI di kawasan OPL diduga menyalahi aturan dan dinilai tidak sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Pasalnya, hal ini disebabkan dari adanya dugaan penyalahgunaan wewenang yang dilakukan oleh personel keamanan laut Indonesia itu terhadap kapal MT Blue Star 08.

“Kapal MT Blue Star 08 pada saat itu sedang berlayar dari Selat Malaka menuju ke wilayah OPL Malaysia. Tiba-tiba ditengah perjalanan personel Bakamla RI menghentikan kapal di OPL dan meminta putar arah untuk masuk ke wilayah laut Indonesia,” kata Bambang, Selasa (19/9/2022).

Setelah sampai di pelabuhan Batu Ampar, Kota Batam, pihak Bakamla RI langsung melakukan pemeriksaan. Dan kapal MT Blue Star 08 dianggap melakukan pelanggaran kepabeanan dengan membawa muatan BBM jenis High Speed Diesel (HSD) sebanyak 90 ton.

“Padahal mereka (MT Blue Star 08) masih di jalur OPL. Kenapa personel Bakamla RI mengarahkan kapal ke wilayah perairan Indonesia,” ujarnya keheranan.

Atas dasar itu, pihaknya kembali mempertanyakan kepastian hukum terkait permasalahan ini. Hal demikian itu menurutnya sebagai bentuk gangguan iklim bisnis dan investasi pada sektor maritim khususnya bisnis pelayaran di jalur internasional.

“Kami intinya minta pemerintah pusat turun tangan dan jadikan ini sebagai atensi. Kejelasan terkait kepastian hukum jalur internasional ini, mengingat Batam adalah jalur padat dan penting bagi lalu lintas perekonomian di sektor maritim,” tegasnya.

Sebagaimana diketahui, berdasarkan rilis dari Bakamla RI beberapa waktu lalu, pihaknya berhasil mengamankan kapal MT Blue Star 08 di perairan Sekupang, Kota Batam, Kepulauan Riau (Kepri), Jumat (26/8/2022) lalu.

Kapal bermuatan 90 ton BBM jenis HSD tersebut diduga ilegal dan tanpa dilengkapi dokumen yang sah. kapal tanker diamankan pada pukul 16.06 WIB di posisi 01° 14’30” U – 104 59’12” T. Bakamla RI kemudian melimpahkan kasus ini ke KPU Bea dan Cukai Kota Batam.

Berdasarkan hasil penyidikan yang dilakukan oleh Bea dan Cukai Batam yang dikeluarkan pada tanggal 2 September 2022, seorang nahkoda dan seorang anak buah kapal MT Blue Star 08 telah ditangkap dengan dugaan tindak pidana kepabeanan yaitu mengangkut barang impor yang tidak tercantum dalam manifest./Abidin

Sholihul Abidin - SWARAKEPRI

Recent Posts

BRI Finance Tebar Promo Menarik di Mini Expo Mobil Bekas Berkualitas Bersama OLXMobbi di Dumai

PT BRI Multifinance Indonesia (“BRI Finance”) kembali menghadirkan berbagai kemudahan bagi masyarakat yang ingin memiliki…

1 jam ago

Dubes India Temui DPR, Sampaikan Rencana Kunjungan Narendra Modi ke Indonesia

Duta Besar India untuk Indonesia, Sandeep Chakravorty, mengunjungi jajaran Badan Kerja Sama Antar-Parlemen (BKSAP) DPR…

1 jam ago

Metland Blanjaproperti 2026 Hadirkan Solusi Rumah Siap Huni

Di tengah dinamika suku bunga dan nilai tukar yang memengaruhi keputusan masyarakat dalam membeli rumah,…

3 jam ago

India dan Indonesia Hubungan Kuno yang Terjalin Melalui Sejarah, Budaya, dan Kehidupan Sehari-hari

Oleh Dr. Manish Shrivastava* Jakarta — Jauh sebelum ada kedutaan besar, kunjungan kenegaraan, atau perjanjian diplomatik, hubungan…

3 jam ago

Pengalaman Kuliah yang Membentuk Skill dan Karier

Berbagai aktivitas kemahasiswaan memberikan kesempatan bagi mahasiswa untuk belajar secara langsung melalui pengalaman nyata. Tidak…

4 jam ago

Kebijakan Act East 2026: Strategi India Menata Ulang Indo-Pasifik di Tengah Gejolak Global

Pertemuan tahunan antara Perdana Menteri India Narendra Modi dan Perdana Menteri Jepang Sanae Takaichi di…

6 jam ago

This website uses cookies.