TANJUNGPINANG – Wali Kota Tanjungpinang, Rahma langsung meninjau lokasi pelantar beton yang ambruk di gang, Selayar IV RT/02 RW/07 Kelurahan Tanjung Ayun Sakti, Tanjungpinang, Minggu (14/3/2021).
Pelantar tersebut ambruk pada Sabtu (13/3/2021) malam.
Rahma meninjau lokasi bersama Dinas Pekerjaan Umum dan RT RW setempat.
Rahma langsung meminta tim melakukan pengukuran jalan pelantar yang rubuh. Ia meyakinkan warga bahwa jembatan itu akan segera dibangun kembali.
“Tidak perlu menunggu musrenbang, mulai besok akan segera kerjakan. Agar warga langsung dapat memanfaatkan pelantar seperti semula,” kata Rahma.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum Zulhidayat menambahkan, pihaknya sudah melakukan pengukuran dan akan segera membuat gambar teknis pekerjaannya.
“Akan segera dibangun dengan panjang penanganan pelantar 13 Meter, dan Lebar 2,5 Meter,” jelasnya.
RT beserta RW setempat mengucapkan terima kasih kepada pemerintah yang langsung menanggapi laporannya.
“Alhamdulillah, Walikota dan Dinas terkait sudah merespon cepat dan akan segera dibangun kembali. Karena jalan pelantar ini merupakan akses jalan ke rumah warga dari jalan utama”, ujar ketua RT.
Begitupun masyarakat setempat yang berada di lokasi tersebut mengucapkan terima kasih kepada walikota yang langsung datang melihat kondisi jalan mereka yang rubuh.
“Kami berharap dapat selesai dengan cepat pembangunan jalan pelantar ini,” harapnya./RED(r)
Medan, 8 Mei 2026 – PT BRI Multifinance Indonesia (“BRI Finance”) turut berpartisipasi dalam ajang…
Harga emas dunia berpeluang mengalami penguatan dalam jangka pendek setelah sebelumnya berada dalam tekanan, seiring…
Lanskap industri kecantikan dan perawatan tubuh di Indonesia pada tahun 2026 menunjukkan grafik pertumbuhan yang…
PT BRI Multifinance Indonesia (“BRI Finance”) terus memperkuat strategi pendanaan guna menjaga efisiensi biaya dana…
Perkembangan sektor lifestyle dan food & beverage (F&B) di Jakarta tidak lagi sekadar mencerminkan pertumbuhan…
PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daop 1 Jakarta menggelar kampanye dan sosialisasi anti pelecehan seksual…
This website uses cookies.