Empat Bidan Mengaku Diintimidasi Oknum Pengawas Disnaker
BATAM – swarakepri.com : Laporan empat bidan terkait Pemutusan Hubungan Kerja(PHK) sepihak oleh Klinik Vely di Fanindo, Batuaji ke Dinas Tenaga Kerja(Disnaker) Batam hingga kini belum jelas tindak lanjutnya.
Setelah surat panggilan pertama gagal mempertemukan pihak klinik dan ke-empat bidan ini, Disnaker Batam hingga kini belum juga melayangkan surat panggilan kedua.
Padahal tanggal 12 Februari 2015 lalu, Jalfirman selaku Pengawas Ketenagakerjaan yang menangani kasus ini dengan lantang mengatakan akan melayangkan surat panggilan kedua.
Salah seorang Bidan berinisial E mengaku belum pernah dipanggil kembali oleh Disnaker Batam atas tindakan PHK sepihak yang mereka laporkan ke Disnaker Batam.
“Belum ada kita dipanggil sama Disnaker, kami tak tahu lagi harus mengadu kemana kecuali sama media online di AMOK,” ujarnya pasrah, Kamis (19/2/2015).
Untuk mendampingi persoalan yang mereka hadapi saat ini, keempat bidan ini pun kemudian telah memberi kuasa kepada tim media AMOK.
“Kami takut kalau menghadapi pihak klinik dan pemerintah, sebab pasti kami akan diintimidasi sama mereka. Cuma sama abang-abang wartawanlah kami berani minta tolong,” kata bidan lainnya berinisial D.
Dia mengatakan hal itu bukan tanpa alasan. Sebab saat pertama kali melapor ke Disnaker, petugas bukannya memberi solusi dan perlindungan justru malah menakut-nakuti para bidan ini.
“Ngapain kalian lapor-lapor sama media, nanti kalian dituntut,” kata dia menirukan oknum PNS di Disnaker ketika itu.
Penyidik Pegawai Negeri Sipil(PPNS) Disnaker Kota Batam, Jalfirman, yang menangani kasus itu masih bungkam saat dikonfirmasi AMOK Group tentang kelanjutan permasalahan tersebut.
Pesan singkat SMS dan telepon yang ditujukan ke ponsel pribadinya tak kunjung dibalas dan diangkat. Dugaan Jalfirman telah kongkalikong dengan pihak klinik Vely agar kasus itu tidak ditindaklanjuti. (red/AMOK)
Melalui momentum HUT ke-499 DKI Jakarta, PAM JAYA berkomitmen untuk terus menghadirkan berbagai program yang…
Menyusul kesuksesan peluncurannya di Yogyakarta, koleksi kolaboratif Purana dan Puragraph x Anton Afganial yang diakui secara luas hari ini melanjutkan…
Hari Jumat selalu menjadi momen yang paling krusial sekaligus mendebarkan bagi para pelaku pasar keuangan…
Data awal Bittime menunjukkan minat investor Indonesia terhadap Tokenized US Stocks terus meningkat, dengan mayoritas…
Rutinitas transaksi sehari-hari ternyata bisa memberikan manfaat lebih. Mulai dari membayar salah satu pengeluaran rutin,…
Jakarta, 9 Juli 2026 – Indonesia mengambil langkah besar dalam mempercepat transformasi ekonomi digital melalui Indonesia Open…
This website uses cookies.