NUNUKAN – Badan SAR Nasional merilis informasi telah menemukan tiga nelayan setelah lima hari terombing-ambing di laut akibat mesin perahu mengalami kerusakan.
Ketiga nelayan asal Kota Tarakan, Kalimantan Utara bernama Jefri (40), Sabri (18), dan Muhammad Saleh (24) itu meninggalkan rumah pada 28 Juni 2017 menuju perairan Pulau Bening, Kabupaten Bulungan, ujar Kepala Seksi Operasi Basarnas Kaltim-Kaltara Octavianto, di Nunukan, Sabtu(1/7).
Pihaknya mendapatkan laporan dari Kepolisian Perairan Kota Tarakan terkait adanya tiga nelayan yang hilang sekitar pukul 11.00 WITA, sehingga tim pencari dari Basarnas, Polair dan Dinas Perikanan setempat langsung bergerak mencari keberadaan nelayan bersangkutan.
Sesuai keterangan Fitri (istri Jefri) yang beralamat di Sebengkok Tiram RT 09, Kota Tarakan kepada petugas kepolisian setempat, pada Kamis (29/6) sekitar pukul 20.00 WITA ditelepon suaminya bahwa mesin perahu dompeng miliknya mengalami kerusakan di laut sebelum tiba di tujuan pada hari itu.
Namun setelah itu, Fitri mengaku, tidak mendapatkan kabar lagi dari suaminya soal keberadaan dan kondisinya, sehingga dia khawatir.
Tak lama setelah dilakukan pencarian, ketiga nelayan itu akhirnya ditemukan di perairan Tanjung Buka, Kabupaten Bulungan setelah diselamatkan oleh nelayan.
Ketiga nelayan tersebut saat ini telah dievakuasi dengan menarik perahu mereka yang rusak ke Kota Tarakan.
Sumber : ANTARA
JAKARTA — PT Freeport Indonesia (PTFI), sebagai bagian dari Holding Industri Pertambangan Indonesia MINDID, terus…
Di tengah pesatnya pertumbuhan teknologi global, muncul satu nama dari Indonesia yang menghimpun perhatian banyak…
Satu Tahun Hadir, First Club Berbagi 1.000 Sembako untuk Warga Sekitar BATAM - First Club…
MAXi Yamaha terus menghadirkan berbagai kejutan spesial pada awal tahun ini. Selain sukses menggebrak pasar…
PT PP (Persero) Tbk (“PTPP”), perusahaan konstruksi dan investasi nasional di bawah naungan Danantara Indonesia,…
KAI Bandara terus menunjukkan komitmennya dalam mendukung pengembangan sumber daya manusia melalui program tanggung jawab…
This website uses cookies.