INDIA – Para mahasiswa Afghanistan yang terdaftar di perguruan tinggi dan universitas India khawatir tentang masa depan negara mereka setelah pengambilalihan Taliban. India memiliki komunitas mahasiswa Afghanistan yang besar, dan sebagian besar menerima beasiswa yang diberikan pemerintah India.
Sebagian besar mahasiswa Afghanistan di perguruan-perguruan tinggi dan universitas di India memiliki keprihatinan serupa setelah Taliban merebut kembali kekuasaan di Afghanistan:
Saeeda Dilyabi adalah salah seorang mahasiswa S1 yang menyatakan perasaan demikian.
“Hidup kami akan dalam bahaya, kehidupan keluarga kami akan dalam bahaya. Jadi, saya rasa kami tidak bisa kembali (ke Afghanistan),” katanya.
Pendapat yang sama disampaikan oleh Meena Azimi, juga mahasiswa S1.
“Tidak akan kembali ke Afghanistan, tidak akan pernah,” ujarnya.
Siswa sekolah seni membuat lukisan dengan pesan solidaritas dengan rakyat Afghanistan di trotoar di Mumbai, India, Selasa, 17 Agustus 2021. (AP Photo/Rajanish Kakade)
Para mahasiswa itu sejak kecil mendengar tentang penindasan yang dilakukan oleh Taliban selama lima tahun pemerintahannya. Para mahasiswa itu menolak pernyataan kelompok itu bahwa mereka akan menghormati hak-hak perempuan dan mengizinkan mereka untuk belajar dan bekerja.
Saeeda Dilyabi menyatakan tidak mempercayai janji Taliban itu.
“Persis apa yang mereka lakukan, itu tidak sama dengan apa yang mereka katakan,”
“Ini baru permulaan. Jadi, mereka menginginkan citra yang baik dari mereka. Tapi setelah satu bulan, saya yakin, seperti semua orang yakin, setelah satu bulan, mereka akan menerapkan aturan menjijikkan terhadap warga Afghanistan dan aturan itu akan sangat berbahaya, terutama bagi perempuan,” tutur Meena Azimi mendukung pernyataan Saeeda.
BRI Region 6 menunjukkan komitmennya dalam mendorong kreativitas dan kolaborasi dengan mengirimkan lima perwakilan pekerja…
BATAM - Majelis Hakim Pengadilan Negeri Batam menolak eksepsi terdakwa Dju Seng anak dari Lim…
Kondisi geopolitik dunia saat ini sedang berada dalam tensi tinggi, menyusul langkah Amerika Serikat (AS)…
Kebutuhan akan hunian yang nyaman, fungsional, dan adaptif terhadap dinamika gaya hidup terus mengalami peningkatan…
MIND ID sebagai Holding Industri Pertambangan Indonesia terus memperkuat perannya dalam mendorong pertumbuhan ekonomi melalui…
Solusi AI meeting analytics MiiTel Meetings yang dikembangkan oleh RevComm kini dilengkapi dengan fitur Real-Time Talk Assistant.…
This website uses cookies.