Categories: BATAM

Melayu Raya Mediasi Sengketa Lahan di Bengkong Sadai

BATAM – Perhimpunan Melayu Raya (Himalaya) Kota Batam berikan perhatian terkait masalah dugaan penipuan pembelian lahan Kavling dengan dalih Kampung Tua di daerah Seranggong, Kelurahan Sadai, Kecamatan Bengkong.

Himalaya mendirikan posko mediasi sebagai tempat pengaduan masyarakat. Dengan tujuan untuk menyelesaikan masalah antara warga pembeli lahan Kavling perusahaan pemilik lahan. Yaitu PT Arnada Pratama Mandiri (PT APM) dan PT Pesona Bumi Barelang (PT PBB).

Koordinator Wilayah Himalaya Kota Batam, Hanzarin Alin, menyampaikan bahwa selain ke posko Himalaya, sebagian warga juga melakukan mediasi sendiri secara langsung dengan perusahaan.

“Melayu Raya bertugas memediasi saja. Agar tidak ada kerusuhan di masyarakat. Kalau masyarakat datang dan bertanya ya kami jawab,” kata Alin.

Ia juga menyampaikan bahwa persoalan lahan Kavling ini juga menjadi perhatian dari Rumpun Khazanah Warisan Batam (RKWB). Pasalnya penjualan lahan tersebut sempat dikabarkan sebagai lahan Kampung Tua di Batam.

Baca Juga  : Dua Perusahaan Beberkan Legalitas Lahan 4,8 Hektar di Kelurahan Sadai

Menurut Alin tim RKWB sudah bersilaturrahmi dengan Pembina Utama Melayu Raya. Tim tersebut juga telah mendapat pengarahan tentang status tanah dan sejarah lahan tersebut.

“Semoga teman-meman RKWB yang mewakili Kampung Tua bisa menjelaskan status tanah di sana seperti apa,” terang dia.

Baca Juga  : Ini Kronologi Dugaan Penyerobotan Lahan di Kelurahan Sadai

Alin mengaku prihatin dengan warga yang terlanjur membeli lahan Kavling tersebut. Meskipun mereka tidak tahu status lahan, namun terlanjur membeli. Sehingga mereka mengalami kerugian materi.

“Bangunan jadi sekitar 24 rumah. Yang kemarin kesini sekitar 30 orang pemilik Kavling adalah Kavling kosong,” katanya lagi.

Ia juga menambahkan bahwa perusahaan pemilik lahan memiliki niat baik mengembalikan uang pembelian Kavling dari warga.

“Setahu saya perusahaan mau mengganti seharga Kavling yang mereka (warga) beli. Kisaran harga satu Kavling mulai Rp 35 juta sampai Rp 45 juta,” tambahnya

Hanya saja Alin enggan mengomentari laporan hukum yang dilakukan salah satu warga pembeli Kavling terhadap AU atas dugaan penipuan ke Polresta Barelang.

“Kalau soal hukum yang sudah berjalan biar itu menjadi urusan pihak yang berwajib,” pungkasnya.

 

 

Penulis : Shafix
Editor   : Abidin

Redaksi - SWARAKEPRI

Recent Posts

PF-Lestari, Inovasi Pertamina Foundation untuk Pemantauan Kehati Berbasis AI Raih APQA 2026

Di tengah meningkatnya kebutuhan transparansi, akurasi pelaporan, serta implementasi prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG),…

2 jam ago

Era Baru Diagnostik Penyakit Metabolik yang Lebih Personal Dikupas di Prodia Scientific Day 2026

Penyakit metabolik kini berkembang menjadi tantangan kesehatan yang semakin kompleks dan saling berkaitan. Kondisi seperti…

3 jam ago

PM Modi dan Prabowo Rayakan Persahabatan Indonesia-India Bersama Diaspora India

Presiden Prabowo Subianto dan Perdana Menteri India Narendra Modi menutup rangkaian agenda hari pertama kunjungan…

3 jam ago

Robotics Engineering Adalah Jurusan Masa Depan, Kenapa?

Transformasi digital di berbagai sektor, mulai dari manufaktur, otomotif, logistik, kendaraan listrik, smart mobility, hingga artificial intelligence…

3 jam ago

Kalender Event Jakarta yang Semakin Padat di Bulan Juli Mendorong Tren Liburan Akhir Pekan Berbasis Pengalaman

Jakarta, 3 Juli 2026 – Dari pameran kecantikan dan fesyen hingga acara hewan peliharaan dan hiburan,…

4 jam ago

Kontribusi Nyata untuk Ekonomi Kerakyatan, BRI Setorkan Dividen Terbesar Sepanjang Sejarah di Bawah Supervisi Danantara

Di bawah supervisi Danantara, PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk terus memperkuat perannya sebagai penggerak…

4 jam ago

This website uses cookies.