Categories: BATAM

Menanti Jerat Pidana Keimigrasian Kasus Ratusan WNA di Apartemen Baloi View Batam

BATAM – Jajaran Direktorat Jenderal(Ditjen) Imigrasi masih melakukan penyelidikan terkait kasus ratusan Warga Negara Asing(WNA) yang ditangkap di Apartemen Baloi View, Kecamatan Lubuk Baja, Kota Batam.

Dugaan adanya aktivitas judi online, love scamming dan phishing e-commerce mencuat setelah ditemukan sejumlah barang bukti di lokasi saat penggerebekan.

Para Pelalu Bisa Dijerat Pidana Keimigrasian

Hasil penyelidikan kasus ini menarik untuk ditunggu. Apakah penyidik Imigrasi akan menjerat para pelaku dengan pidana Keimigrasian atau hanya sanksi administratif.

Kasubdit Kepatuhan Internal(Patnal) Ditjen Imigrasi, Washington Napitupulu Ketika dikonfirmasi menegaskan bahwa sanksi pidana keimigrasian diatur dalam pasal 122 huruf a Undang-undang Nomor 6 Tahun 2011 Tentang Keimigrasian.

“Bisa juga(sanksi pidana), dengan menyidik pada penyalahgunaan izin tinggal,”ujarnya kepada SwaraKepri, Kamis 7 Mei 2026.

Ia mengatakan, penyidik Imigrasi saat ini masih melakukan penyelidikan dan segera melakukan gelar perkara atas kasus tersebut. “Kita masih menunggu hasil lidik dan gelar perkara di Batam,”tandasnya.

Seperti diketahui, Tim Gabungan Direktorat Jenderal(Ditjen) Imigrasi, Kanwil Imigrasi Kepri dan Kantor Imigrasi Kelas I Khusus TPI Batam melakukan penggerebekan di Apartemen Baloi View, Lubuk Baja, Kota Batam, Kepulauan Riau pada Rabu 6 Mei 2026 sekitar pukul 4.30 WIB dini hari. Dari lokasi berhasil ditangkap lebih dari 200 Warga Negara Asing(WNA) dan sejumlah barang bukti.

@swarakepritv Gerebek Apartemen Baloi View Batam, Imigrasi Tangkap Ratusan WNA BATAM – Tim Gabungan Direktorat Jenderal(Ditjen) Imigrasi, Kanwil Imigrasi Kepri dan Kantor Imigrasi Kelas I Khusus TPI Batam melakukan penggerebekan di Apartemen Baloi View, Lubuk Baja, Kota Batam, Kepulauan Riau pada Rabu 6 Mei 2026 sekitar pukul 4.30 WIB dini hari. Dari lokasi berhasil ditangkap lebih dari 200 Warga Negara Asing(WNA) dan sejumlah barang bukti. Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Imigrasi Kepulauan Riau, Guntur Sahat Hamonangan penggerebekan dugaan pelanggaran keimigrasian ini dilakukan setelah dilakukan pemantauan oleh petugas. “Untuk penangkapan pukul 4.30 WIB, tim kami ada dari Direktorat Jenderal Imigrasi, tim dari Kantor wilayah(Kepri), dan ada tim dari Kantor Imigrasi(Batam) melakukan pemantauan yang sudah lama dilakukan,”ujarnya kepada wartawan di acara Media Gathering di Aston Hotel Batam, Rabu 6 Mei 2006 siang. “Kita melakukan penggerebekan dan terbukti memang ada indikasi(pelanggaran keimigrasian). Saat ini lagi dalam pemeriksaan. Nanti kami sampaikan lebih lanjut dalam hal press release,”lanjutnya. Ketika ditanyakan soal jumlah WNA yang ditangkap, Guntur menegaskan bahwa informasi sementara sekitar 200 WNA. “Untuk saat ini informasi yang kita dapatkan sekitar 200 an, belum bisa kita pastikan jumlah berapa persisnya. Saat ini masih dilakukan pendalaman,”tegasnya. Ia juga menyampakan bahwa dari 200 an WNA yang ditangkap tersebut berasal dari beberapa negara. “Masih dalam tahap penyidikan, rata-rata dari laporannya ada warga negara Cina, ada 3 warga negara kalau tidak salah,”ujarnya. Indikasi Pelanggaran Keimigrasian Guntur juga mengatakan bahwa saat ini ratusan WNA tersebut diamankan di Kantor Imigrasi Kelas I Khusus TPI Batam. “Masih kita amankan di Kantor Imigrasi. Saat ini kami masih dalam tahap pengamanan dulu, satu per satu kita akan lakukan pemeriksaan,”tegasnya. Kata dia, selain mengamankan ratusan WNA, pihaknya juga mengamankan barang bukti yakni paspor, izin tinggal dan sejumlah komputer. “Yang jelas paspor dan izin tinggal. Saya lihat sepintas juga ada komputer. Indikasi awal ada pelanggaran keimigrasian,’pungkasnya./RD #batam #imigrasi ♬ suara asli – SwaraKepriTV

Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Imigrasi Kepulauan Riau, Guntur Sahat Hamonangan mengungkapkan bahwa penggerebekan terkait dugaan pelanggaran keimigrasian tersebut dilakukan setelah dilakukan pemantauan oleh petugas.

“Untuk penangkapan pukul 4.30 WIB, tim kami ada dari Direktorat Jenderal Imigrasi, tim dari Kantor wilayah(Kepri), dan ada tim dari Kantor Imigrasi(Batam) melakukan pemantauan yang sudah lama dilakukan,”ujarnya kepada wartawan di acara Media Gathering di Aston Hotel Batam, Rabu 6 Mei 2006 siang.

“Kita melakukan penggerebekan dan terbukti memang ada indikasi(pelanggaran keimigrasian). Saat ini lagi dalam pemeriksaan. Nanti kami sampaikan lebih lanjut dalam hal press release,”lanjutnya.

Page: 1 2

Redaksi - SWARAKEPRI

View Comments

Recent Posts

Ekonomi AS Tetap Tangguh, Data PMI Jadi Sinyal Positif untuk Investor Global

Di tengah berbagai ketidakpastian ekonomi global, ekonomi Amerika Serikat kembali menunjukkan ketangguhannya. Hal ini terlihat…

20 jam ago

BRI Finance Ramaikan The Elite Indonesia 2026 dengan Promo Spesial BRI KKB

Deretan mobil premium, modifikasi berkelas, hingga atmosfer otomotif yang kental menjadi daya tarik dalam gelaran…

1 hari ago

MoraRepublic Tegaskan Komitmen terhadap Ekosistem Digital Indonesia

MoraRepublic membagikan visinya untuk memperkuat ekosistem digital Indonesia melalui sinergi MyRepublic Indonesia dan Moratelindo dalam…

1 hari ago

Bitcoin Pizza Day 2026: Dari Dua Loyang Pizza Menjadi Simbol Pertumbuhan Aset Digital Global dan Indonesia

Tanggal 22 Mei kembali diperingati sebagai Bitcoin Pizza Day. Tim FLOQ juga turun membagikan Bitcoin dan Pizza…

1 hari ago

The Long Weekend Edit: Panduan Gaya Menawan untuk Silaturahmi dan Liburan Idul Adha

Kehadiran long weekend Idul Adha selalu membawa teka-teki gaya tersendiri: bagaimana kita bisa mengemas pakaian yang mampu…

1 hari ago

Misteri Terungkap! Ini 2 Perusahaan Sponsor WNA Kasus Scam Trading Baloi View Batam (6)

BATAM - Direktorat Jenderal(Ditjen) Imigrasi masih melakukan penyelidikan kasus scam trading yang melibatkan 210 Warga…

1 hari ago

This website uses cookies.