Categories: BISNIS

Minat Kendaraan Bekas Meningkat, Pembiayaan BRI Finance Tumbuh 169,34%

Di tengah perubahan perilaku konsumen di pasar otomotif nasional, kendaraan bekas masih menjadi pilihan yang diminati masyarakat. Selain menawarkan harga yang lebih terjangkau, mobil bekas dinilai mampu menjadi solusi mobilitas yang tetap relevan bagi masyarakat yang menginginkan efisiensi dalam pengeluaran tanpa mengurangi kebutuhan akan kendaraan pribadi.

Melihat kondisi tersebut, PT BRI Multifinance Indonesia (“BRI Finance”) terus memperkuat fokus bisnis pada segmen pembiayaan mobil bekas sebagai salah satu sumber pertumbuhan perusahaan. Perseroan menilai segmen ini masih memiliki potensi yang besar dan mampu berjalan beriringan dengan pembiayaan kendaraan baru dalam mendukung pertumbuhan industri pembiayaan otomotif.

Corporate Secretary BRI Finance, Aditia Fakhri Ramadhani, mengatakan bahwa kendaraan bekas kini semakin dipertimbangkan oleh masyarakat karena menawarkan nilai ekonomis yang lebih kompetitif di tengah berbagai pertimbangan finansial konsumen.

“Mobil bekas menjadi salah satu alternatif yang banyak dipilih masyarakat karena lebih fleksibel dari sisi harga, namun tetap mampu memenuhi kebutuhan mobilitas sehari-hari. Kami melihat segmen ini masih memiliki prospek yang baik seiring kebutuhan kendaraan yang tetap tinggi,” ujar Dhani.

Ia menambahkan, kondisi pasar kendaraan baru turut memberikan pengaruh terhadap pergerakan pasar kendaraan bekas. Dalam situasi tertentu, sebagian konsumen cenderung memilih kendaraan bekas sebagai opsi yang lebih efisien dan sesuai dengan kemampuan finansial mereka.

Meski demikian, BRI Finance tetap mengedepankan prinsip kehati-hatian dalam menyalurkan pembiayaan. Perseroan secara konsisten menerapkan proses seleksi dan analisis kredit yang prudent guna menjaga kualitas portofolio sekaligus mendukung pertumbuhan bisnis yang sehat dan berkelanjutan.

“Baik kendaraan baru maupun kendaraan bekas memiliki pasar dan karakteristik masing-masing. Keduanya saling melengkapi dan dipengaruhi oleh berbagai faktor, mulai dari daya beli, kebutuhan mobilitas, hingga kondisi ekonomi masyarakat secara umum. Karena itu, kami terus memantau perkembangan pasar dan menjalankan strategi pembiayaan yang selektif,” jelas Dhani.

Dari sisi kinerja, hingga Februari 2026 BRI Finance mencatat pertumbuhan penyaluran pembiayaan mobil bekas sebesar 169,34% secara year-on-year (y.o.y). Segmen kendaraan bekas sendiri memberikan kontribusi sebesar 9,79% terhadap total portofolio pembiayaan perusahaan.

Untuk mendukung pertumbuhan tersebut, BRI Finance terus memperluas kerja sama dengan dealer dan mitra penjual kendaraan bekas di berbagai daerah. Selain itu, Perseroan juga mengoptimalkan berbagai kanal pemasaran serta meningkatkan efisiensi proses pembiayaan agar masyarakat dapat lebih mudah mengakses layanan pembiayaan kendaraan, khususnya pada periode dengan kebutuhan mobilitas yang meningkat.

Press Release ini juga sudah tayang di VRITIMES

Pondra - SWARAKEPRI

Recent Posts

Dubes Sandeep dan Megawati Hidupkan Kembali Jejak Persahabatan Soekarno-Nehru

Hubungan panjang Indonesia dan India kembali mendapat sorotan ketika Duta Besar India untuk Indonesia, Sandeep…

1 jam ago

Emas Volatil Ekstrem: Apakah Dunia di Fase Ketidakpastian?

Pergerakan harga emas di pasar komoditas global sering kali menjadi cermin yang paling jujur dalam…

2 jam ago

Pertamina Foundation Tunjukkan Komitmen Keberlanjutan di Pertamina Goes to Campus

Tampil di Pertamina Goes to Campus (PGTC), Pertamina Foundation (PF) menunjukkan komitmen keberlanjutan kepada para…

3 jam ago

WSBP Laksanakan RUPST Tahun Buku 2025, Tegaskan Penguatan Tata Kelola dan Umumkan Jajaran Manajemen Baru

PT Waskita Beton Precast Tbk (kode saham: WSBP) menyelenggarakan Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST)…

3 jam ago

Kinerja Stabil, Metland Perluas Ekspansi di Sulawesi Utara

PT Metropolitan Land Tbk dengan kode emiten MTLA menyelenggarakan Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST)…

19 jam ago

Libur Panjang, UMKM Biasanya Hadapi Tantangan Ini

Libur panjang sering dianggap sebagai periode yang menguntungkan bagi pelaku usaha. Aktivitas masyarakat meningkat, pusat…

20 jam ago

This website uses cookies.