JAKARTA-Kabar lawatan Pemimpin Tahta Suci Vatikan Paus Fransiskus disambut baik oleh Presiden Joko Widodo. Dia bahkan mengirimkan undangan secara resmi agar Paus Fransiskus menyempatkan waktu lawatannya untuk mampir ke Indonesia.
Permohonan Jokowi itu dibenarkan oleh Staf Khusus Presiden Bidang Hukum Dini Shanti Purwono. “Jadi Presiden mendengar ada rencana Paus melawat ke Asia tenggara, termasuk Indonesia. Berdasarkan info itu, Presiden mengirim undangan pada Paus jika jadi melawat ke Asia tenggara juga ke Indonesia,” kata Dini, Sabtu (25/1/2020).
Kabar undangan yang diberikan Jokowi kepada Paus Fransiskus mengemuka setelah salinan surat undangan tersebar di media sosial pada Jumat (24/1/2020). Bukan sembarang, surat tersebut dilengkapi logo Presiden Republik Indonesia dan tanda tangan Jokowi sekaligus. Surat tersebut sudah diteken pada 16 Januari lalu.
Berikut isi tulisan di surat yang diduga dikirim oleh Jokowi:
Yang Teramat Mulia,
Atas nama pemerintah dan rakyat Republik Indonesia, saya menyampaikan salam hangat kepada Yang Teramat Mulia serta Pemerintah Takhta Suci Vatikan
Saya telah menerima kabar bahwa Yang Teramat Mulia berencana untuk mengunjungi Indonesia pada bulan September tahun ini. Sehubungan dengan itu, dengan gembira saya menyampaikan kepada Bapa Suci, sebagai Pemimpin Spiritual Gereja Katolik, sebuah undangan resmi untuk menjadi tamu kami.
Saya percaya bahwa kunjungan Yang Teramat Mulia akan menjadi momentum yang sangat baik untuk mempererat persahabatan dan kerja sama demi kemaslahatan kita bersama.
Seraya menantikan untuk menyambut Yang Teramat Mulia di Indonesia, terimalah, Bapa Suci, penghargaan saya yang setinggi-tingginya.
Presiden Republik Indonesia
Joko Widodo
Sumber: CNBC Indonesia
Bekerja di pusat keuangan dunia seperti Wall Street atau perusahaan multinasional lainnya mungkin terdengar seperti…
Dalam rangka meningkatkan kompetensi dan pemahaman pekerja terhadap pengembangan layanan digital perbankan, BRI Region 6/Jakarta…
PT Metropolitan Golden Management (MGM) merayakan ulang tahun ke-23 melalui tema “Shaping Futu23” sebagai wujud…
Perkembangan permasalahan hukum dugaan tindak pidana yang menjerat Kakek Mujiran (usia 72 tahun), menemui titik…
Pasar keuangan kawasan Asia Timur telah lama menjadi salah satu pilar kekuatan ekonomi dunia yang…
Fakultas Vokasi Universitas Brawijaya terus memperkuat kompetensi akademik dan praktis di bidang keamanan siber melalui…
This website uses cookies.