BATAM – Mobil mewah selundupan bekas asal Singapura yang ditangkap oleh Lantamal IV Tanjungpinang pada (19/1/2019) lalu di Batam, sampai saat ini belum diketahui siapa pemiliknya.
Setelah dua pekan lebih kasus tersebut dilimpahkan ke pihak Bea Cukai Batam hingga saat ini masih dalam penyelidikan.
“Penyelidikan masih berjalan terus, analisa data, untuk informasi kita masih melakukan pemeriksaan pendalaman bersama, tapi hasilnya kami belum bisa kasih kerena belum ada info ke kami dari tim penyelidikan,” ujar Kepala Bidang Bimbingan Kepatuhan dan Layanan Informasi (BKLI) BC Batam, Sumarna melalui telepon seluler, pada Rabu (6/2/2019).
Mengingat, kasus tersebut sudah berjalan cukup lama, Sumarna mengatakan, minimnya informasi mengenai data pelaku membuat sulit terungkap siapa sebenarnya pelaku di balik kasus tersebut.
“Untuk pelacakan informasi pelakunya ini masih sangat minim data, karena orang-orang yang diinfo awalnya yang disampaikan ke kami, itu masih putus-putus, belum bisa ketemu runtutan mata rantainya. Namun kami tetap mendalami terus,” ujarnya.
Sebelumnya diketahui, tim gabungan Lantamal IV Tanjungpinang bersama Dispamal dan Satgas Bais TNI, menggagalkan mobil mewah asal Singapura yang diseludupkan ke Batam, pada Sabtu (19/1/2019) lalu, di gudang peti kemas milik PT Batam Trans, di Batam Centre.
Saat dilakukan pemeriksaan, tim gabungan menemukan tiga unit kontainer berisi mobil mewah bekas, diduga dari Singapura.
Kemudian terdapat tiga jenis mobil sport yang terdiri dari Nissan Skyline GTR-R33 warna putih tahun 2000, Nissan Skyline GTR R-34 tahun 2000 serta sedan Ford Mustang, warna merah tahun 1972.
Penulis : Marina
Editor : Siska
Sebagai bentuk kepedulian dan komitmen dalam memberikan perlindungan serta pendampingan kepada nasabah, BRI Branch Office…
Perkembangan Agentic AI atau AI Agents semakin mendapat perhatian dari pelaku industri di Indonesia. Tingginya…
BRI Sudirman Semanggi melaksanakan kegiatan olahraga bersama sekaligus sosialisasi produk BRIGuna Karya bersama pegawai di…
BATAM - Kuasa Hukum Sri Suryati, Anrizal S.H mengatakan akan mengajukan gelar perkara khusus pasca…
Barantum menyatukan CRM, AI Agent, Omnichannel dan WhatsApp Business API dalam satu dashboard, memudahkan bisnis…
Setahun setelah mencatat peningkatan pangsa pasar terbesar di industri kripto Indonesia, FLOQ kembali memperoleh pengakuan…
This website uses cookies.