“Berkumpul dan berserikat itu, tidak boleh dengan tujuan untuk meruntuhkan seluruh tatatan yang kita punya, Makanya, kumpulan yang mau merusak Indonesia, kumpulan yang mau membubarkan Indonesia, ya harus dilarang,” tambah Yahya.
Ketua PP Muhammadiyah, Haedar Nashir, mengingatkan bahaya intoleransi, radikalisme, dan terorisme, sebagai ancaman yang tidak selalu berasal dari paham agama, melainkan juga dari kecintaan yang berlebihan terhadap suatu daerah.
“Maka keliru kalau setiap kita mengangkat isu radikalisme, teorisme, dan intoleransi, itu pada agama. Saya punya data dari banyak kajian, bahwa radikalisme, intoleransi, dan terorisme, itu juga lahir dari banyak ideologi, ada yang lahir juga dari kedaerahan,” katanya./VOA
Page: 1 2
Harga emas dunia pada perdagangan hari Senin (13/04) diperkirakan masih memiliki ruang untuk melanjutkan penguatan,…
Dalam upaya memperkuat kesiapsiagaan terhadap potensi bencana dan gangguan operasional, Bank Rakyat Indonesia (BRI) melalui…
Dalam rangka meningkatkan keimanan dan memperkuat nilai-nilai spiritual di lingkungan kerja, Bank Rakyat Indonesia (BRI)…
PT Pelindo Sinergi Lokaseva (SPSL) menerima kunjungan dari PT Integrasi Aviation Solusi atau InJourney Aviation…
Dalam Market Outlook terbaru yang dirilis oleh platform aset kripto FLOQ, dinamika geopolitik serta perubahan kondisi…
PT Perkebunan Nusantara I (PTPN I), subholding dari Holding Perkebunan Nusantara PTPN III (Persero), memancang…
This website uses cookies.