“Berkumpul dan berserikat itu, tidak boleh dengan tujuan untuk meruntuhkan seluruh tatatan yang kita punya, Makanya, kumpulan yang mau merusak Indonesia, kumpulan yang mau membubarkan Indonesia, ya harus dilarang,” tambah Yahya.
Ketua PP Muhammadiyah, Haedar Nashir, mengingatkan bahaya intoleransi, radikalisme, dan terorisme, sebagai ancaman yang tidak selalu berasal dari paham agama, melainkan juga dari kecintaan yang berlebihan terhadap suatu daerah.
“Maka keliru kalau setiap kita mengangkat isu radikalisme, teorisme, dan intoleransi, itu pada agama. Saya punya data dari banyak kajian, bahwa radikalisme, intoleransi, dan terorisme, itu juga lahir dari banyak ideologi, ada yang lahir juga dari kedaerahan,” katanya./VOA
Page: 1 2
PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 1 Jakarta mengantisipasi peningkatan mobilitas masyarakat pada libur…
JAKARTA – Langkah Indonesia untuk meningkatkan nilai tambah dari sumber daya alam mineral bauksit, menjadi…
Topremit kembali menyabet penghargaan bergengsi dari Bank Indonesia sebagai ‘Penyedia Jasa Transfer Terbaik 2025’. Melalui acara…
Semarang (14/01) – PT Jasamarga Transjawa Tol (JTT) menegaskan bahwa Jalan Tol Batang–Semarang merupakan salah…
Kementerian Pekerjaan Umum (PU) terus bergerak mendukung pemulihan layanan dasar pascabencana di Provinsi Aceh. Fokus…
Usai rilis data inflasi Amerika Serikat, pergerakan harga emas dunia diperkirakan masih berpotensi melanjutkan penguatan…
This website uses cookies.