Categories: KEPRIPEMPROV KEPRI

Optimalkan Potensi Perikanan dan Kelautan

KEPRI – Gubernur Ansar Ahmad siap mengoptimalkan potensi kemaritiman Kepri. Setelah meluncurkan pemungutan retribusi area labuh jangkar di laut Kepri, potensi perikanan dan kelautan lainnya siap digarap.

“Ini semua sesuai dengan visi misi kami yaitu optimalisasi potensi kemaritiman. Apalagi Kepri 96 persennya adalah lautan. Muara dari semua ini adalah peningkatan kesejahteraan masyarakat,” kata Ansar usai mendampingi Menteri Kelautan dan Perikanan Wahyu Sakti Trenggono, di Batam, Selasa (9/3).

Gubernur Ansar memang bergegas bergerak ke Batam setelah lauching retribusi jasa labuh jangkar di Tanjungpinang. Saat itu, Gubernur meluncurkan empat titik baru retribusi labuh jangkar.

Gubernur Ansar mendampingi Menteri Wahyu melakukan peninjauan kesiapan PT Mandra Guna Gema Sejati. Peninjauan ini terkait dengan bakal beroperasinya kembali perusahaan pengalengan ikan tersebut.

Gubernur Ansar memang fokus membangkitan ekonomi Kepri secara menyeluruh. Berbagai koordinasi terus dilakukan, termasuk dengan berbagai kementerian.

Sebelum bersama Menteri Wahyu, Senin (8/3) petang, Gubernur Ansar bertemu dengan Menko Perekonomian Airlangga Hartarto. Pertemuan itu juga dalam upaya melakukan pemulihan ekonomi Kepri secara menyeluruh.

Kepada Menko Airlangga, Gubernur Ansar meminta pemerintah pusat membantu secara penuh pemulihan ekonomi di Kepulauan Riau dengan program-program yang dibiayai dari pusat.

Menteri Wahyu, sebelum meninjau pelabuhan dan perusahaan pengalengan, juga meresmikan penggunakan Kapal Pengawasan Perikanan Hiu 16 dan Hiu 17 di Pangkalan PSDKP, Jembatan 2, Barelang. Saat peresmian itu, Sekdaprov H. TS. Arif Fadillah ikut melakukan pendampingan. Hadir juga Kapolda Kepri Irjen Pol Aris Budiman dan Ketua Komisi IV DPR RI, Sudin.

“Dengan adanya Kapal Hiu 16 dan Hiu 17 tentu akan menjadikan perairan laut Indonesia akan lebih aman terlebih terhadap pengawasan terhadap ilegal fishing,” kata Wahyu.

Peresmian kapal ini menjadikan Pangkalan Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan (PSDKP) memiliki 30 unit kapal. Selain cepat dan stabil, dua kapal ini juga dibangun dengan teknologi kapal yang terkini.

Dua kapal ini, juga akan ditempatkan tak jauh dari perairan Kepri. Satu kapal ditempatkan khusus di perairan Kepri dan satu lagi di Selat Malaka. Dengan pengawasan yang ketat, terutama dari ilegal fishing, Menteri Wahyu berharap nilai ekspor ikan dan hasil laut lainnya akan meningkat.

Wahyu menambahkan, pemerintah juga akan membangun posko di Natuna dalam waktu dekat ini. Kehadiran kapal pengawasan dan posko-posko ini semakin menegaskan bahwa peran pemerintah langsung dirasakan oleh masyarakat./Humas Pemprov Kepri

Redaksi

Recent Posts

54% Investor Pasar Modal Indonesia di Bawah 30 Tahun, BRIDS Catat Lonjakan Transaksi Digital 1.327% di 2025

Jumlah investor pasar modal Indonesia melampaui 20,34 juta pada Desember 2025, tumbuh dari 12,16 juta…

5 jam ago

BINUS Online Future Festival Bekali Generasi Muda Siap Karier

BINUS Online menggelar acara BINUS Online Future Festival 2026 dengan mengusung tema “Be Unstoppable, Shape…

7 jam ago

Tegas! Imigrasi Batam Deportasi 24 WNA Asal Tiongkok

BATAM - Sebanyak 24 Warga Negara Asing(WNA) asal Tiongkok dideportasi melalui Tempat Pemeriksaan Imigrasi(TPI) Bandara…

7 jam ago

Bitcoin Tembus $80.000, Momentum Emas Optimalkan Portofolio di Bittime

Pasar aset kripto global baru saja mencatatkan sejarah baru setelah harga Bitcoin berhasil menembus angka…

7 jam ago

Gudang PT Esun di Batam Center Disorot, Diduga Timbun Limbah Elektronik

BATAM - Gudang milik PT Esun International Utama Indonesia yang berada di belakang Edukit Batam…

8 jam ago

Imigrasi Batam Usulkan Pemberhentian Sementara Oknum Pegawai Terdakwa Kasus Narkotika

BATAM - Kepala Kantor Imigrasi Kelas I Khusus TPI Batam, Wahyu Eka Putra mengatakan bahwa…

10 jam ago

This website uses cookies.