Categories: DPRD BATAM

Pansus Kecewa, Kemendagri Tolak Ranperda Pemantauan Orang Asing Di Batam

BATAM – Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) Republik Indonesia dan Pemerintah Provinsi Kepri menolak rancangan peraturan daerah (Ranperda) Pemantauan Orang Asing di Kota Batam yang diusulkan DPRD Batam.

Ketua Pansus Ranperda pemantauan orang asing, Utusan Sarumaha kepada awak media beberkan alasan Kemendagri dan Pemprov Kepri menolak Ranperda tersebut.

Menurut penjelasannya, yang menjadi alasan penolakan Kemendagri, daerah tidak memiliki kewenangan terhadap pengawasan orang asing.

“Surat dari biro hukum Kemendagri yang menyatakan bahwa pada prinsipnya daerah tidak memiliki kewenangan dalam hal pengaturan pemantauan orang asing,” ujarnya, Senin (26/10/2020) di gedung DPRD Kota Batam.

Kata dia, dalam proses pembahasan pelaksanaan Ranperda itu pihaknya sudah menemukan tiga kelompok pendapat hukum.

“Pertama, pendapat hukum dari Direktorat Jenderal Politik dan Pemerintahan Umum Kemendagri. Secara tegas mengeluarkan surat bahwa mendukung penuh terkait Ranperda itu.Sebab pemerintah daerah punya kewenangan untuk memantau orang asing,” ungkapnya.

Lanjut kata dia, yang kedua, Biro Hukum Provinsi Kepri dan Biro Hukum Kemendagri, mereka menolak dengan tegas bahwa dengan alasan daerah tidak memiliki kewenangan untuk pemantauan orang asing.

Dan ketiga, Direktorat Jenderal Imigrasi yang terkesan masih ragu-ragu. Pihak Imigrasi menurut dia tidak secara tegas menolak namun tidak juga secara tegas menyetujui.

Untuk itu menurut Utusan, sikap politik DPRD Batam memilih tidak melanjutkan Ranperda tersebut.

“Di Provinsi sendiri sudah terkunci. Kalau ini nanti dipaksakan dan tetap jadi Perda maka tidak keluar registrasinya,” beber anggota komisi I DPRD Kota Batam tersebut.

Padahal pihaknya sangat berharap Ranperda itu dapat disahkan guna memaksimalkan dan mencegah aspek-aspek negatif terhadap masuknya orang ke Batam.

“Perda pemantauan orang asing itu sudah ada daerah yang memilikinya, yakni di Jawa Timur. Itu alasan kenapa Ranperda tersebut diusulkan,” katanya.

Lantas mengenai anggaran penggodokan Ranperda sendiri yang sudah memakan banyak biaya, sebagai Pansus, Utusan enggan disalahkan.

“Kita memakai dan menghabiskan anggaran itu dalam konteks pelaksanaan tugas dan fungsi wewenang DPRD. Kalau Ranperda ini tidak bisa dilanjutkan itu bukan kesalahan Pansus,” imbuhnya./Shafix

Sholihul Abidin - SWARAKEPRI

Share
Published by
Sholihul Abidin - SWARAKEPRI

Recent Posts

Rapat Kerja Bersama Komisi V DPR RI, Menteri PU Paparkan Progres Penanganan Bencana di Sumatera

JAKARTA, Januari 2026 – Menteri Pekerjaan Umum (PU), Dody Hanggodo, menghadiri Rapat Kerja (Raker) bersama…

3 jam ago

Harga Emas Masih Kuat, Tren Kenaikan Berlanjut di Tengah Tekanan Global

Pergerakan harga emas dunia (XAU/USD) pada perdagangan hari ini diperkirakan masih berada dalam jalur penguatan,…

4 jam ago

Holding PTPN III (Persero) Perkuat Pengendalian Persediaan CPO melalui Stock Opname di KPBN Dumai

Holding Perkebunan Nusantara PT Perkebunan Nusantara III (Persero) melalui PT KPBN melaksanakan kegiatan stock opname…

14 jam ago

Bittime Tanggapi Drama Pasar Aset Kripto, Ingatkan Pentingnya Literasi dan Strategi Investasi Berkelanjutan

Pasar aset kripto global terpantau tengah berada dalam posisi yang rawan menjelang akhir bulan Januari…

14 jam ago

Pelabuhan Parepare Layani Puluhan Ribu Penumpang Selama Nataru

Parepare, Januari 2026 - PT Pelindo Multi Terminal (SPMT) Branch Parepare memastikan seluruh layanan terminal…

16 jam ago

Lokasoka Gandeng Ratusan UMKM Wujudkan Souvenir Bernilai dan Bermakna

Lokasoka memperkuat ekosistem ekonomi kreatif nasional dengan menggandeng ratusan UMKM lokal untuk menghadirkan koleksi hampers…

18 jam ago

This website uses cookies.