Panti Pijat Dolly Digerebek Polisi, Pemilik dan Pengawas jadi Tersangka

BATAM – swarakepri.com : Panti Pijat plus berkedok Massage & SPA Dolly yang berada di Komplek Bisnis Center Blok 1 nomor 30(Belakang Morning Bakery) Jodoh,Batam digerebek jajaran Kepolisian Polda Kepri karena diduga mempekerjakan anak dibawah umur untuk pemuas lelaki hidung belang, Kamis(30/10/2014) pukul 20 .15 WIB.

Dari lokasi kejadian, Polisi mengamankan pemilik berinisial Irw, Bd selaku pengawas dan 14 orang wanita pekerja panti pijat. Selain itu Polisi juga mengamanakan barang bukti puluhan kondom.

Kasubdit IV People Smugling Ditreskrimum Polda Kepri, Kompol Yos Guntur menegaskan bahwa paska penggerebekan pemilik dan pengawas panti pijat tersebut langsung ditetapkan sebagai tersangka.

“Pemilik dan pengawas sudah ditetapkan jadi tersangka,” ujar Yos, Siang tadi, Jumat (31/10/2014) diruang kerjanya.

Dijelaskannya bahwa kronologis penggerebekan panti pijat plus tersebut berawal dari adanya informasi dari masyarakat terkait dugaan adanya anak dibawah umur yang dipekerjakan untuk melayani lelaki hidung belang di panti pijat Dolly.

“Dari pengkuan pemilik(tersangka,red), panti pijat tersebut sudah beroperasi selama 2 bulan dan sedang mengurus ijin di Pemko Batam,” jelasnya.

Ketika disinggung mengenai keberadaan panti pijat plus yang saat ini marak di Batam, Yos menegaskan setiap panti pijat atau Spa tak berizin di Batam khususnya yang mempekerjakan anak dibawah umur akan ditindak tegas.

“Kita akan tindak tegas jika ada yang mempekerjakan anak dibawah umur,” tegasnya.

Atas perbuatannya, tersangka Iwn dan Bd telah ditahan di Mapolda Kepri dan dijerat undang-undang Nomor 21 Tahun 2007 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Perdagangan Orang(TPPO) atau pasal 296 KUHP jo pasal 55 KUHP dengan ancaman maksimal 15 Tahun penjara.

Sementara itu 14 orang pekerja panti pijat yang berasal dari wilayah Jawa Barat telah didata dan akan diserahkan ke Dinas Sosial Pemko Batam untuk dilakukan pembinaan. (red/di)

Redaksi - SWARAKEPRI

Recent Posts

Interpol Sebut Jaringan Scammer Kamboja Mulai Bergeser ke Indonesia

BATAM - NCB Interpol Indonesia mengungkapkan bahwa penangkapan 210 Warga Negara Asing(WNA) yang diduga terlibat…

15 jam ago

Imigrasi Tangkap 210 WNA Terduga Pelaku Scam Trading di Batam, Begini Modusnya

BATAM – Direktorat Jenderal Imigrasi menangkap 210 warga negara asing (WNA) yang diduga terlibat dalam…

20 jam ago

Aditya Gumay Hadirkan ‘Ghost Buzzer’, Machika Luna, dan Musik Akustik di Hari Buruh

Di tengah dominasi film horor dewasa yang penuh teror gelap, sebuah oase kreatif muncul dari…

21 jam ago

Fenomena Tarif Baja Melebihi Harga: Bukti Distorsi Pasar Baja Global

Kebijakan pemerintah Brasil yang menetapkan bea anti-dumping hingga US$670 per ton terhadap sejumlah produk baja…

22 jam ago

KAI Daop 2 Bandung Tutup 29 Perlintasan Sebidang Tidak Terjaga Sepanjang 2025, Masyarakat Dilarang Membuka Perlintasan Ilegal

PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 2 Bandung terus menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan keselamatan…

22 jam ago

Jasa Marga Raih 5 Penghargaan dan Tantang Gen Z Berinovasi Lewat Travoy

Jakarta (07/05), Dalam agenda tahunan ke-14 Jakarta Marketing Week 2026 (JAKMW-26), PT Jasa Marga (Persero)…

22 jam ago

This website uses cookies.