BATAM – Pedagang Pasar Induk Jodoh kembali mendatangi kantor Dewan Kota Batam, pada Senin (25/11/2019) siang.
Kedatangan para pedagang ini untuk mengikuti RDP dan menagih relokasi tempat berdagang yang sudah dijanjikan oleh pemerintah pada pertemuan yang diselenggarakan 8 November 2019 bersama Disperindag dan Komisi I DPRD Batam.
Pedagang Pasar Induk Jodoh, Lisa menyampaikan bahwa dalam penantian RDP ini mereka sudah tak berdagang hampir sebulan lamanya.
“Kami tak berdagang sudah hampir sebulan, cuma gara-gara menunggu hasil RDP ini.” pungkas Lisa.
Sementara anggota Asosiasi Pedagang Kaki Lima Indonesia (APKLI), Naomi mengharapkan pembahasan dalam RDP adalah untuk yang terakhir kalinya dan dapat menghasilkan keputusan bulat mengenai penetapan tempat relokasi untuk berdagang.
“Kami berharap sekali kepada pemerintah jadikan RDP ini untuk yang terakhir kalinya dan kami mau keputusan yang bulat,” pungkasnya.
RDP kedua ini dilaksanakan untuk menindaklanjuti keluhan pedagang Pasar Induk Jodoh yang hingga saat ini belum memiliki tempat untuk berdagang pasca dilakukan penggusuran demi mendukung revitalisasi Pasar Induk Jodoh pada 30 Oktober 2019.
(Tasya)
Jakarta, 25 Juni 2026 — Jason Donovan Yusuf, mahasiswa Program Information Systems Binusian 2029 BINUS…
Saat ini, berkarier di bidang bisnis dan teknologi di tingkat global bukan lagi hal yang…
BATAM - Mantan Bendahara Umum Lembaga Pengembangan Pesparawi Daerah (LPPD) Kepulauan Riau, Esther Sri Liasna…
BATAM - Sidang perkara Tindak Pidana Pencucian Uang(TPPU) Narkotika dengan terdakwa Masri Bin Syamaun terus…
P3SRS menyelenggarakan Rapat Umum Tahunan Anggota (RUTA) sebagai bentuk pertanggungjawaban pengurus kepada para pemilik dan…
PT BRI Multifinance Indonesia (“BRI Finance”) memperluas jangkauan layanan pembiayaan kendaraan di wilayah Sulawesi melalui…
This website uses cookies.