Roca, yang menghabiskan sebagian besar karir kepelatihannya di Indonesia, menuduh polisi telah bereaksi berlebihan dan menambahkan bahwa stadion tidak siap untuk mengantisipasi bencana semacam itu.
“Terbukti bahwa stadion itu tidak siap, mereka tidak menduga kekisruhan semacam itu. Tak pernah ada peristiwa seperti itu di stadion, dan akibatnya fatal karena banyak orang yang berusaha lari menyelamatkan diri,” tambah Roca.
“Saya pikir polisi kelewat batas, meskipun saya tidak ada di tempat kejadian dan mengalaminya.
“Tapi dilihat dari gambar-gambar, mereka bisa saja menggunakan teknik lain. Tidak boleh ada hasil pertandingan, seberapapun pentingnya, yang sebanding dengan kehilangan nyawa.”/VOA
Page: 1 2
Bianka (BINUS Automated Angklung) adalah inovasi angklung otomatis yang dapat memainkan musik tanpa pemain manusia.…
PT BRI Multifinance Indonesia (“BRI Finance”) terus memperkuat komitmennya dalam menjaga kualitas pembiayaan serta penerapan…
Di tengah maraknya pelatihan yang minim dampak dan kualitas trainer yang belum merata, Puguh Dwi…
Keberhasilan dalam trading tidak hanya ditentukan oleh seberapa canggih algoritma yang Anda gunakan atau seberapa…
Pastikan dokumen kontrak dan visa Anda aman tanpa cacat. Pelajari standar penanganan profesional saat kirim…
Bandung (Jawa Barat), 10 April 2026 — PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 2…
This website uses cookies.