Roca, yang menghabiskan sebagian besar karir kepelatihannya di Indonesia, menuduh polisi telah bereaksi berlebihan dan menambahkan bahwa stadion tidak siap untuk mengantisipasi bencana semacam itu.
“Terbukti bahwa stadion itu tidak siap, mereka tidak menduga kekisruhan semacam itu. Tak pernah ada peristiwa seperti itu di stadion, dan akibatnya fatal karena banyak orang yang berusaha lari menyelamatkan diri,” tambah Roca.
“Saya pikir polisi kelewat batas, meskipun saya tidak ada di tempat kejadian dan mengalaminya.
“Tapi dilihat dari gambar-gambar, mereka bisa saja menggunakan teknik lain. Tidak boleh ada hasil pertandingan, seberapapun pentingnya, yang sebanding dengan kehilangan nyawa.”/VOA
Page: 1 2
Semarang (14/01) – PT Jasamarga Transjawa Tol (JTT) menegaskan bahwa Jalan Tol Batang–Semarang merupakan salah…
Kementerian Pekerjaan Umum (PU) terus bergerak mendukung pemulihan layanan dasar pascabencana di Provinsi Aceh. Fokus…
Usai rilis data inflasi Amerika Serikat, pergerakan harga emas dunia diperkirakan masih berpotensi melanjutkan penguatan…
Bandung – PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 2 Bandung mencatat keberhasilan dalam menjaga…
Tahun 2025 menjadi titik penting dalam perjalanan Program Cyber Security BINUS University di ranah keamanan…
Pensiun dini sering terdengar seperti mimpi besar. Bayangannya hidup lebih santai, waktu lebih fleksibel, dan…
This website uses cookies.