BATAM – Pemerhati Lingkungan Hidup Kota Batam, Azhari Hamid menyoroti pertemuan tertutup Komisi XII DPR RI, Gakkum KLH, Badan Pengusaaan(BP) Batam dan PT. Esun Internasional Utama di Marriott Hotel pada Rabu 29 Oktober 2025.
“Mengapa hanya PT. Esun yang diundang dalam rapat tersebut? Diduga kuat, agenda utama adalah membahas importasi Limbah B3 Elektronik yang kontroversial di Batam,”ujarnya, Kamis 30 Oktober 2025.
Ia juga mengkritik Kunjungan kerja (kunker) Komisi XII ke Kepulauan Riau, yang seharusnya menjadi ajang reses untuk menyerap aspirasi rakyat, justru diwarnai pertemuan dengan perusahaan yang diduga bermasalah dengan regulasi.
“Reses yang seharusnya menjadi ajang mendengarkan suara rakyat, malah menjadi rapat tertutup. Gakkum KLH seharusnya tidak hadir dalam rapat tersebut, karena mereka adalah penjaga lingkungan hidup. Bea Cukai harus segera mengekspor kembali limbah tersebut tanpa kompromi,”tegasnya.
Azhari juga meminta BP Batam untuk tidak main-main dengan rencana pengajuan masa transisi untuk melonggarkan izin masuk limbah, apalagi dengan mengaburkan status Limbah B3 menjadi Limbah Non B3.
“BP Batam seharusnya hanya fokus pada investasi bersih dan hi-tech,”ucapnya.
“Masyarakat Batam harus sadar bahwa Limbah B3 Elektronik adalah kategori limbah berbahaya yang merusak lingkungan dalam jangka panjang. Jangan gadaikan hak hidup sehat dan bersih demi investasi dan lapangan kerja,”pungkasnya./RD
BATAM - Direktorat Jenderal(Ditjen) Imigrasi masih mendalami keterlibatan Warga Negara Indonesia(WNI) pasca penangkapan 210 Warga…
Liberta Hotel International turut ambil bagian dalam Belajaraya 2026, sebuah festival kolaboratif yang mempertemukan komunitas,…
BATAM - NCB Interpol Indonesia mengungkapkan bahwa penangkapan 210 Warga Negara Asing(WNA) yang diduga terlibat…
BATAM – Direktorat Jenderal Imigrasi menangkap 210 warga negara asing (WNA) yang diduga terlibat dalam…
Di tengah dominasi film horor dewasa yang penuh teror gelap, sebuah oase kreatif muncul dari…
Kebijakan pemerintah Brasil yang menetapkan bea anti-dumping hingga US$670 per ton terhadap sejumlah produk baja…
This website uses cookies.