Categories: Voice Of America

Penduduk Donbas: ‘Pertempuran di Garis Depan tengah Membara’

Serhi Zamulenko, 49, dulu berjualan ikan di pasar Chasiv Yar, Bakhmut, Ukraina. Tetapi ketika invasi Rusia di Ukraina semakin mendekati wilayah tempat tinggalnya, ia memindahkan kios kecilnya ke pinggir jalan di luar kota Donbas.

Pertempuran saat ini berjarak kurang dari 10 kilometer dari kota itu dan gemuruh artileri dapat terdengar pada siang dan malam dari kedua sisi. Peluru sudah berkali-kali jatuh di sebelah kios ikan Zamulenko, di mana yang terakhir terjadi pada Kamis (19/1) lalu.

“Tentu saya takut di sini,” katanya kepada wartawan VOA. “Tapi ke mana lagi saya harus pergi?” Ia lalu bersikeras memberi wartawan VOA ikan asap yang diprosesnya selama lima hari.

Seperti banyak orang di wilayah Donbas di Ukraina timur, Zamulenko merasa bertahan di tempat tinggalnya, di saat saat sebagian besar orang sudah melarikan diri sejak lama, sebagai tindakan patriotisme.

“Saya tinggal di sini karena ini tanah air saya,” kata Zamulenko. “Saya dari sini. Di sini bukan tempat warga Rusia.”

Selain perlawanan, hal lain yang tampak terlihat jelas di Donbas adalah adalah keputusasaan. Banyak warga yang tinggal di zona perang itu, sebelumnya sudah hidup dalam kemiskinan, atau berusia lanjut dan dalam kondisi yang lemah. Sekarang, mereka kini hidup melarat.

Tidak ada lagi pekerjaan bagi para warga, dan aliran listrik serta air dan pemanas juga telah terputus. Semua akses tersebut hilang bersama bangunan yang hancur dan warga yang melarikan diri.

“Kemana saya harus pergi?” tanya Lyudmyla Malynovska, 52, dari bunker umum di Bakhmut, kota di Donbas yang selama enam bulan terakhir menyaksikan pertempuran sengit dalam perang Rusia di Ukraina. “Tidak ada yang membutuhkan saya,” katanya.

Malynovska tampak tabah saat berbicara tentang kesulitan fisik yang ia alami, tetapi akhirnya ia tak kuasa menahan tangisnya ketika berbicara mengenai harapan. Satu-satunya hal yang ia impikan adalah agar perang Rusia-Ukraina dapat segera berakhir.

“Kami tidak tahu apa yang sedang terjadi karena kami tidak bisa mendapatkan kabar secara online,” ujarnya sambil berusaha menahan isak tangis.

Perjalanan menuju bunker tersebut sangat berbahaya, namun Malynovska tetap mengunjungi bunker itu untuk mendapatkan kabar terbaru dan agar ia tidak merasa sendiri.

Bunker tersebut memasok warga dengan makanan dan air minum. Para pekerja bantuan juga tengah membangun kamar mandi untuk para warga yang sudah tidak memiliki akses terhadap air bersih. Banyak dari warga Bakhmut yang sudah tidak mendapatkan pasokan air selama berbulan-bulan.

Bakhmut hanya berjarak sekitar dua kilometer dari area di mana tentara Ukraina bertempur dengan pasukan Rusia. Artileri dan senjata-senjata lainnya telah memasuki setiap jengkal dari kota itu. Para warga Bakhmut mengaku bahwa situasi sunyi yang bebas dari suara tembakan di kota tersebut hanya berlangsung selama 10 menit setiap harinya.

“Kami hanya bisa merasakannya,” kata Malynovska. “Pertempuran di garis depan tengah membara.”/VOA

Redaksi - SWARAKEPRI

Recent Posts

Setahun KA Ijen Ekspres, Angkut 271 Ribu Penumpang dan Adaptif Terhadap Kebutuhan Pelanggan

Jember, Februari 2026 – Genap satu tahun beroperasi sejak peluncuran perdananya pada 1 Februari 2025,…

1 jam ago

Masuki Masa Transisi Pemulihan Pascabencana, Kementerian PU Lanjutkan Program Rehabilitasi Infrastruktur Dasar di Provinsi Aceh

Kementerian Pekerjaan Umum (PU) menegaskan komitmen penuh untuk mendukung penanganan dampak bencana hidrometeorologi di Provinsi…

3 jam ago

Antusiasme Mudik Lebaran Terus Meningkat, 149.442 Tiket Keberangkatan 11–18 Maret dari Daop 1 Jakarta Telah Terjual

PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 1 Jakarta mencatat tingginya antusiasme masyarakat dalam merencanakan…

4 jam ago

Rebranding KVB Indonesia: Langkah Strategis Menuju Masa Depan Trading Globa

Dalam industri finansial yang terus berkembang, perubahan bukan hanya soal inovasi teknologi, tetapi juga tentang…

4 jam ago

Perlindungan Perdagangan Proaktif Perkuat Keberlanjutan Bisnis Krakatau Steel di Tengah Banjir Baja Global

Jakarta, 4 Februari 2026. - Lonjakan kelebihan kapasitas baja dunia dan derasnya arus impor ke…

7 jam ago

Atlet ONIC Sport Raih Prestasi di Ajang Internasional WTT Youth Contender Cappadocia 2026

Atlet tenis meja muda Indonesia dari ONIC Sport, Muhammad Naufal Junindra, berhasil meraih peringkat ketiga…

7 jam ago

This website uses cookies.