Categories: BATAM

Pernyataan Terbaru Bea Cukai Soal Penangkapan 3 Kapal di Pelabuhan Haji Sage Sengkuang

BATAM – Kantor Bea Cukai Batam masih terus mendalami kasus penangkapan 3 kapal di Pelabuhan Haji Sage, Tanjung Sengkuang, Batu Ampar, Batam, Kepulauan Riau.

Seperti diketahui Komando Distrik Militer(Kodim) 0316/Batam mengamankan 3 Kapal yang sedang memuat barang-barang tanpa dilengkapi dokumen resmi di Pelabuhan Haji Sage Tanjung Sengkuang, Batu Ampar, Batam, Senin 24 November 2025 Pukul 23.00 WIB.

Selain 3 Kapal Motor yakni KM Permata Pembangunan, KM Sampurna 03 dan KM Rezki Dilaut, turut diamankan Mobil Truk 3 Unit, dan 7 orang Anak Buah Kapal(ABK) dan muatan Kapal dan Truk diantaranya, Beras 40,4 Ton, Gula Pasir 4,5 Ton, Minyak Goreng 2,04 Ton, Tepung Terigu 600 Kg, Susu 900 liter, Parfume 240 Pcs, Mie Impor 360 Pcs dan Frozen Food 30 Dus.

Kepala Bidang Bimbingan Kepatuhan dan Layanan Informasi (BKLI) Bea Cukai Batam, Evi Oktavia menegaskan pihaknya masih terus melakukan pendalaman terkait asal barang atau muatan dan pemeriksaan terhadap pihak terkait.

“Untuk (kasus) Kapal di Pelabuhan Sengkuang masih dilakukan pendalaman terkait asal barangnya. Dan untuk itu seluruh yang terkait sedang dilakukan pemeriksaan,”tegasnya kepada SwaraKepri, Rabu 3 Desember 2025 siang.

Sebelumnya, Komandan Distrik Militer(Dandim) 0316/Batam, Kolonel Arh Yan Eka Putra menjelaskan kronologi penangkapan 3 kapal motor dan 3 mobil truk berisi barang-barang yang tidak dilengkapi dokumen resmi di Pelabuhan Haji Sage Tanjung Sengkuang, Batu Ampar Batam, pada Senin 24 November 2025 sekitar pukul 23.00 WIB.

“Kami dapat informasi dari Pak Menteri Pertanian, kemudian informasi tersebut kita tindak lanjuti dengan kami lakukan pengecekan di depan(Pelabuhan Haji Sage. Setelah ditemukan ada 3 kapal, baru kita melaksanakan kegiatan penangkapan bersama anggota Denpom 1/6 Batam,”kata Kolonol Arh Yan Eka Putra kepada wartawan usai mengikuti Zoom Meeting dengan Menteri Pertanian Amran Sulaeman di Pelabuhan Haji Sage Tanjung Sengkuang, Selasa 25 November 2025 pagi.

Ia menjelasan pada saat penangkapan ditemukan 3 kapal dan 3 truk bermuatan barang 40,4 Ton beras dan 4,5 Ton gula pasir, dan 2,04 Ton minyak goreng.

“Setelah kami cek kapal tersebut, ternyata izin tidak ada, manifest tidak ada, izin barang tidak ada. Atas temuan itu kita laporkan ke komando atas,”terangnya.

Kolonel Arh Yan Eka Putra juga mengatakan bahwa hasil penangkapan tersebut akan di limpahkan kepada Bea Cukai. “Kita akan serahkan ke Bea Cukai. Ini lagi dicek dan dihitung ulang, setelah itu akan dilakukan pendalaman lebih lanjut,”pungkasnya./RD

Redaksi - SWARAKEPRI

Recent Posts

Kinerja Stabil, Metland Perluas Ekspansi di Sulawesi Utara

PT Metropolitan Land Tbk dengan kode emiten MTLA menyelenggarakan Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST)…

6 jam ago

Libur Panjang, UMKM Biasanya Hadapi Tantangan Ini

Libur panjang sering dianggap sebagai periode yang menguntungkan bagi pelaku usaha. Aktivitas masyarakat meningkat, pusat…

7 jam ago

Publik Mulai Sorot Perusahaan Asal Tiongkok di Batam, Diduga Langgar UU Ketenagakerjaan

BATAM – Sebuah perusahaan manufaktur asal Tiongkok tengah menjadi sorotan publik akibat pemberlakuan jam kerja…

7 jam ago

SUCOFINDO Tebar Semangat Berbagi melalui Penyembelihan Kurban Serentak di Seluruh Indonesia

Memperingati Hari Idul Adha 1447 Hijriah, PT SUCOFINDO (PERSERO) melaksanakan kegiatan penyembelihan hewan kurban secara…

7 jam ago

Pererat Kebersamaan, Manajemen BRI Region 6 Gelar Jogging Bersama di Kawasan TMII

Dalam upaya menjaga kesehatan sekaligus mempererat kebersamaan antarpekerja, manajemen BRI Region 6/Jakarta 1 menggelar kegiatan…

7 jam ago

Bapenda Sebut Cut and Fill PT. KBM di Kawasan Jembatan 1 Barelang Sudah Lunas Pajak MBLB

BATAM - Kepala Badan Pendapatan Daerah(Bapenda) Kota Batam, Raja Azmansyah menegaskan bahwa PT Kerabat Budi…

8 jam ago

This website uses cookies.