Ia menjelaskan bahwa dari hasil penelitian yang ada, kerusakan ditemukan terhadap kerugian karbon.
“Kalau kita melihat kerugian karbon yang dihasilkan oleh mangrove yang ada disana, kurang lebih sekitar pertahun Rp 45 juta. Kalua kita tarik 10 tahun, kurang lebuh Rp450 juta. Kalaupun kita mau memperbaiki ekosistem disana yang sebagian rusak, kita bisa melakukan intervensi dan itu biayanya tidak terlalu mahal, tidak seperti klaim(kerugian) Rp23 Miliar,”pungkasnya./RD
Page: 1 2
Sajiva Residence menyampaikan apresiasi kepada PLN UP3 Gunung Putri (Cileungsi) dan PLN ULP Citeureup atas dukungan…
Pasar aset digital dan pasar keuangan global memasuki periode volatilitas yang lebih tinggi pada pekan…
Dalam upaya mempersiapkan sumber daya manusia yang unggul dan berdaya saing, BRI Region 6 menyelenggarakan…
Oxygen.id, layanan internet broadband dari MoraRepublic, menghadirkan Paket Stream Sport untuk memberikan pengalaman menonton pertandingan olahraga…
Persiapan menuju kunjungan Perdana Menteri India Narendra Modi ke Indonesia mulai memasuki tahap yang lebih…
Hilirisasi mineral semakin menunjukkan perannya sebagai mesin pertumbuhan investasi nasional. Sepanjang triwulan I 2026, investasi…
This website uses cookies.