Categories: BATAM

PN Batam Tegaskan Tak Ada Toleransi untuk Kasus Narkotika

BATAM – Pengadilan Negeri(PN) Batam menegaskan komitmennya untuk mendukung program pemerintah dalam pemberantasan peredaran narkotika.

“Untuk perkara narkotika kami(PN Batam) tidak ada toleransi, karena itu adalah bagian dari program pemerintah untuk pemberantasan peredaran narkotika,”kata Juru Bicara PN Batam, Vabiannes Stuart Wattimena kepada SwaraKepri di Media Center Pengadilan Negeri Batam, Kamis 6 November 2025.

Ia mengatakan, perkara narkotika menjadi perhatian khusus karena belakangan ini cukup banyak perkara narkoba yang disidangkan di Pengadilan Negeri Batam.

Juru Bicara PN Batam, Vabiannes Stuart Wattimena./Foto: RD

“Perkara narkotika menjadi perhatian kita semua. Akhir-akhir ini kita melihat banyak perkara narkotika yang menyita perhatian publik, diantaranya kasus 2 ton sabu dan mini lab narkoba di Harbour Bay Batam,”jelasnya.

Wattimena menjelaskan bahwa salah satu perkara narkoba yang menyita perhatian publik yang disidangkan di Pengadilan Negeri Batam adalah kasus narkotika mantan Kasat Narkoba Polresta Barelang, Satria Nanda dan kawan-kawan.

“Untuk perkara Satria Nanda, Mahkamah Agung sudah menjatuhkan putusan kasasi dengan hukuman penjara seumur hidup. Sebelumnya PN Batam menjatuhkan vonis seumur hidup, lalu di tingkat banding Pengadilan Tinggi Kepri menjatuhkan hukuman mati,”terangnya.

Menurut Wattimena, letak geografis Batam yang berdekatan dengan Negera Malaysia dan Singapura masih menjadi primadona untuk memasukkan narkotika ke Indonesia.

“Barang terlarang narkotika itu masuknya dari Malaysia. Dari Malaysia narkotika bisa masuk dari Pelabuhan tikus dan pelabuhan ilegal. Ini peran penting dari p

Kasus 2 Ton Sabu dan Mini Lab Narkotika di Harbour Bay

Dua perkara kasus narkotika yang belakangan ini menyita perhatian publik yakni kasus 2 Ton Sabu dan Mini Lab di Harbour Bay Batam sedang bergulir di Pengadilan Negeri Batam.

Sidang kasus 2 ton sabu dengan enam orang terdakwa yakni Weerapat Phongwan dan Teerapong Lekpradube(warga Thailand), Fandi Ramadhan, Richard Halomoan, Leo Candra Samosir, dan Hasiholan Samosir(warga Indonesia) dipimpin Ketua Majelis Hakim Tiwik didampingi Hakim Anggota Douglas Napitupulu dan Andi Bayu Mandala Putra.

Sementara itu sidang kasus Mini Lab Narkotika di Harbour Bay dengan terdakwa Touzen alias Ajun dipimpin Ketua Majelis Hakim Tiwik didampingi Hakim Anggota Douglas Napitupulu dan Andi Bayu Mandala Putra./RD

Redaksi - SWARAKEPRI

View Comments

Recent Posts

Holding PTPN III (Persero) Perkuat Pengendalian Persediaan CPO melalui Stock Opname di KPBN Dumai

Holding Perkebunan Nusantara PT Perkebunan Nusantara III (Persero) melalui PT KPBN melaksanakan kegiatan stock opname…

2 jam ago

Bittime Tanggapi Drama Pasar Aset Kripto, Ingatkan Pentingnya Literasi dan Strategi Investasi Berkelanjutan

Pasar aset kripto global terpantau tengah berada dalam posisi yang rawan menjelang akhir bulan Januari…

2 jam ago

Pelabuhan Parepare Layani Puluhan Ribu Penumpang Selama Nataru

Parepare, Januari 2026 - PT Pelindo Multi Terminal (SPMT) Branch Parepare memastikan seluruh layanan terminal…

4 jam ago

Lokasoka Gandeng Ratusan UMKM Wujudkan Souvenir Bernilai dan Bermakna

Lokasoka memperkuat ekosistem ekonomi kreatif nasional dengan menggandeng ratusan UMKM lokal untuk menghadirkan koleksi hampers…

5 jam ago

India Rayakan Hari Republik ke-77 di Jakarta, Tegaskan Kemitraan Strategis dengan Indonesia

Kedutaan Besar India di Jakarta menyelenggarakan perayaan Hari Republik India ke-77 di JW Marriott Hotel…

5 jam ago

Direksi KAI Services Gelar Pertemuan Bersama Komunitas Pengguna KRL di Gambir

Direksi PT Reska Multi Usaha (KAI Services) menggelar pertemuan bersama komunitas pengguna KRL di Loko…

5 jam ago

This website uses cookies.