Menelusuri Bisnis Gelper di Batam (21)
BATAM – Polemik soal pajak hiburan Gelanggang Permainan(Gelper) yang disetorkan pengusaha ke Dinas Pendapatan Daerah(Dispenda) Kota Batam terus menggelinding bak bola salju.
Kadispenda Kota Batam Jefridin mengatakan pajak hiburan gelper pajak hiburan dari Gelanggang Permainan(Gelper) tidak pernah masuk Pendapatan Asli Daerah(PAD).
“Gelper tidak pernah bayar pajak, PAD dari mana?” ujarnya kepada Swarakepri.com di Hotel Harmoni One Batam Center, Rabu (17/8/2016) malam.
Ketua Komisi II Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Batam, Yudi Kurnain menegaskan bahwa pendapatan pajak hiburan dari Gelanggang Permainan(Gelper) yang berada di luar Mall sama sekali tidak jelas.
“Saat rapat awal bulan Agustus, Dispenda mengaku tidak pernah mengutip pajak hiburan dari Gelper, terutama yang di luar mall,” kata Yudi kepada Swarakepri.com di ruang kerjanya, Kamis (18/8/2016) siang.
Ketika disinggung soal adanya pengusaha yang mengaku sudah menyetorkan pajak hiburan, Yudi mengatakan hal tersebut perlu dipertanyakan, karena pihak Dispenda mengaku sama sekali tidak pernah menerima pajak tersebut.
“Pengusahanya menyetor sama siapa? Saya rasa sudah banyak tangan-tangan yang tidak jelas disana,” ucapnya.
Hasil pantauan tim Swarakepri.com di lokasi Gelper yang berada di salah satu Mall di Nagoya, Jumat(19/8/2016) malam, terlihat empat piagam penghargaan yang diperoleh pemilik lokasi gelper sebagai wajib pajak taat pajak.
Empat buah Piagam penghargaan tersebut dipajang di sebelah kanan dan kiri meja kasir.
Salah satu diantaranya adalah piagam penghargaan dari Dispenda Batam yang ditanda tangani Kadispenda Batam Jefridin. Pada piagam tersebut tertulis pajak hiburan sebesar 5 persen.
Kepala BPM-PTSP Kota Batam Gustian Riau masih enggan memberikan klarifikasi ketika ditanya soal jumlah izin Gelper yang telah diterbitkan selama dua bulan terakhir.
“Saya sekarang lagi rapat, jangan sekarang ya!” ujar Gustian saat dihubungi Jumat(19/8/2016) sore.
(RED/TIM)
Dalam rangka meningkatkan keimanan dan memperkuat nilai-nilai spiritual di lingkungan kerja, Bank Rakyat Indonesia (BRI)…
PT Pelindo Sinergi Lokaseva (SPSL) menerima kunjungan dari PT Integrasi Aviation Solusi atau InJourney Aviation…
Dalam Market Outlook terbaru yang dirilis oleh platform aset kripto FLOQ, dinamika geopolitik serta perubahan kondisi…
PT Perkebunan Nusantara I (PTPN I), subholding dari Holding Perkebunan Nusantara PTPN III (Persero), memancang…
Bianka (BINUS Automated Angklung) adalah inovasi angklung otomatis yang dapat memainkan musik tanpa pemain manusia.…
PT BRI Multifinance Indonesia (“BRI Finance”) terus memperkuat komitmennya dalam menjaga kualitas pembiayaan serta penerapan…
This website uses cookies.