Moody kembali mengajak seluruh masyarakat untuk menjaga persatuan, menghentikan penyebaran isu SARA, serta bergandeng tangan membangun Batam sebagai kota yang aman, damai, dan inklusif.
Sebagai rumah bersama, sambung Moody, Batam menuntut komitmen seluruh elemen masyarakat untuk terus merawat toleransi dan persatuan. Dimana bumi dipijak, di situ langit dijunjung, menjadi pengingat bahwa setiap insan wajib menghormati nilai, adat, dan keberagaman yang hidup di tengah masyarakat Batam.
“Tidak ada ruang bagi sekat-sekat yang memecah belah, karena kemajuan daerah hanya dapat dicapai melalui semangat gotong royong dan persaudaraan. Dengan menjunjung nilai kebhinekaan dan kebijaksanaan, Batam akan terus tumbuh sebagai kota yang aman, inklusif, dan berkeadilan bagi semua,”ujarnya.
“Mari kita rawat keberagaman ini dengan bijak. Batam adalah rumah kita bersama, tanpa sekat dan tanpa perbedaan, Merdeka” tutupnya./IN
Page: 1 2
Hilirisasi mineral semakin menunjukkan perannya sebagai mesin pertumbuhan investasi nasional. Sepanjang triwulan I 2026, investasi…
Transformasi digital membuat bisnis bergerak semakin cepat. Sayangnya, pendekatan keamanan yang digunakan banyak organisasi masih…
Polemik penurunan harga tandan buah segar (TBS) kelapa sawit di tingkat petani kembali menjadi perhatian…
Persekutuan Karyawan Kristiani (PKK) BRI Region 6 menggelar Kebaktian Bulanan yang berlangsung khidmat di JackOne…
BATAM - Polemik soal legalitas Kelompok Bermain atau Playgroup Djuwita Perkasa akhirnya terungkap di Rapat…
Dibalik proses pembangunan tersebut, kini manfaatnya mulai dirasakan langsung oleh warga. Air minum perpipaan PAM…
This website uses cookies.