Categories: BATAM

Tidak Direekspor, 90 Kontainer Limbah Elektronik di Batam Diterbitkan SPPB

BATAM – Kantor Pelayanan Utama(KPU) Bea dan Cukai Tipe Batam telah menerbitkan Surat Persetujuan Pengeluaran Barang(SPPB) untuk 90 kontainer limbah elektronik(e-waste) asal Amerika yang berada di Pelabuhan Batu Ampar, Batam.

Hal ini disampaikan Kepala Bidang Bimbingan Kepatuhan dan Layanan Informasi(BKLI) Bea Cukai Batam, Setiawan Rosyidi kepada SwaraKepri, Jumat 17 April 2026.

“Sebanyak 90 kontainer(limbah elekronik) sudah SPPB,”ujarnya.

Kata dia, berdasarkan rekomendasi dari BP Batam, puluhan kontainer limbah elektronik tersebut selanjutnya akan dilakukan pemeriksaan fisik oleh Dinas Lingkungan Hidup(DLH) Kota Batam.

“Rekomendasi BP akan diperiksa fisik oleh DLH, karena yang memiliki keahlian untuk itu adalah DLH,”ujarnya.

Ketika disinggung lokasi pemeriksaan kontainer limbah elektronik tersebut setelah SPPB, Setiawan menegaskan hal tersebut bukan domain Bea Cukai Batam.

“Kalau sudah SPPB itu bukan domain Bea Cukai, itu kewenangan BP Batam,”tegasnya.

Sementara itu Direktur Lalu Lintas Barang(Dirlalin) BP Batam, Rully Syah Rizal selaku Ketua Satgas Penanganan Limbah Elektronik asal Amerika ini ketika dikonformasi mengarahkan media ini untuk menyampaikan pertanyaan tertulis ke Humas BP Batam.

“Dengan Humas saja, nanti kasih pertanyaan tertulis biar kami jawab nanti. Kami tidak boleh memberikan keterangan, nanti melalui Humas yang menjelaskan,”ujarnya kepada SwaraKepri lewat sambungan telepon, Jumat 17 April 2026 malam.

Berdasarkan informasi yang diperolah SwaraKepri, puluhan kontainer yang sudah terbit SPPB tersebut dipindahkan ke lokasi 3 perusahaan pemilik limbah elektronik asal Amerika tersebut yakni PT Esun Internasional Utama Indonesia, PT Logam Internasional Jaya, dan PT Batam Batery Recycle Industries.

“Kontainer itu masuk ke lokasi perusahaan(importir), kemudian dicek sama DLH dan tim terpadu. Yang masuk kategori limbah B3 dibawa ke PT Desa Air Cargo(DAC) untuk dimusnahkan. Jika bukan (B3), operasional untuk perusahaan,” ujar narasumber SwaraKepri, Jumat 17 April 2026.

Sementara itu Direktur Utama PT Desa Air Cargo, Kurniawan Chang ketika dikonfirmasi soal limbah elektronik tersebut belum memberikan tanggapan./RD

Redaksi - SWARAKEPRI

View Comments

Recent Posts

Kinerja Stabil, Metland Perluas Ekspansi di Sulawesi Utara

PT Metropolitan Land Tbk dengan kode emiten MTLA menyelenggarakan Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST)…

2 jam ago

Libur Panjang, UMKM Biasanya Hadapi Tantangan Ini

Libur panjang sering dianggap sebagai periode yang menguntungkan bagi pelaku usaha. Aktivitas masyarakat meningkat, pusat…

2 jam ago

Publik Mulai Sorot Perusahaan Asal Tiongkok di Batam, Diduga Langgar UU Ketenagakerjaan

BATAM – Sebuah perusahaan manufaktur asal Tiongkok tengah menjadi sorotan publik akibat pemberlakuan jam kerja…

3 jam ago

SUCOFINDO Tebar Semangat Berbagi melalui Penyembelihan Kurban Serentak di Seluruh Indonesia

Memperingati Hari Idul Adha 1447 Hijriah, PT SUCOFINDO (PERSERO) melaksanakan kegiatan penyembelihan hewan kurban secara…

3 jam ago

Pererat Kebersamaan, Manajemen BRI Region 6 Gelar Jogging Bersama di Kawasan TMII

Dalam upaya menjaga kesehatan sekaligus mempererat kebersamaan antarpekerja, manajemen BRI Region 6/Jakarta 1 menggelar kegiatan…

3 jam ago

Bapenda Sebut Cut and Fill PT. KBM di Kawasan Jembatan 1 Barelang Sudah Lunas Pajak MBLB

BATAM - Kepala Badan Pendapatan Daerah(Bapenda) Kota Batam, Raja Azmansyah menegaskan bahwa PT Kerabat Budi…

4 jam ago

This website uses cookies.