Categories: BATAM

Polisi Beberkan Penyebab Kematian Dwi Putri Berdasarkan Hasil Autopsi

BATAM – Kepolisian Sektor Batu Ampar menjelaskan penyebab kematian Dwi Putri Aprilian Dini(25). Wanita muda asal Lampung tersebut menjadi korban dugaan pembunuhan berencana di Perumahan Jodoh Permai Blok D Nomor 28 RT 006/005 Kelurahan Sungai Jodoh Kecamatan Batu Ampar, Batam, Kepulauan Riau oleh empat orang tersangka.

Keempat tersangka masing-masing adalah Wilson Lukman alias WL(28), Anik Istiqomah Noviana alias Melika Levana(36), Putri Angelina alias Papi Tama(23) dan Salmiati alias Papi Charles(25).

Karumkit RS Bhayangkara, AKP Dr. dr. Leonardo menjelaskan hasil pemeriksaan singkat autopsi forensik yang telah dilakukan terhadap korban Dwi Putri Aprilian Dini yang dikirimkan Polsek Batu Ampar ke RS Bhayangkara Batam pada Sabtu 29 November 2025.

“Korban dikirimkan ke RS Bhayangkara Batam dalam keadaan sudah mengalami proses pembusukan lanjut. Jadi kondisi jenazah sudah mulai mulai mengalami perubahan bentuk tubuh dan aroma. Tubuhnya sudah mulai membesar dengan wajah sudah sulit dikenali,”ujarnya di Polsek Batu Ampar, Senin 1 Desember 2025.

Ia mengatakan, pihaknya telah melakukan pemeriksaan identifikasi pada tahap pertama dibanti oleh Unit Identifikasi Polresta Barelang, dan yang bersangkutan adalah benar bernama Dwi Putri Aprilian Dini.

“Setelah identitas diketahui kami menerima perintah untuk melakukan pemeriksaan bedah jenazah atau autopsi,”jelasnya.

Dr Leo menguraikan pemeriksaan dimulai dengan melihat bagian luar dari jenazah, pada bagian tubuh ini ditemukan beberapa memar-memar di bagian wajah dan kepala, dan keempat anggota gerak dan juga dada.

Kemudian dilakukan pemeriksaan bedah jenazah untuk memastikan jaringan yang ada di bawah kulit korban.

“Kita menemukan adanya memar, pendarahan yang cukup besar pada lengan kiri dan kanan. Kedua tangan kiri dan kanan, paha dan kaki, ini sesuai dengan pola luka tangkis atau defend. uka-luka ini terjadi akibat kekerasan yang sifatnya tumpul,”jelasnya.

Kata Dr leo, setelah dilakukan pembukaan rongga kepala, pada kulit kepala bagian dahi sampai ke bagian belakang kepala, ditemukan memar yang sangat luas.

“Ini artinya ada kekerasan yang sangat kuat dan mungkin terjadi berulang-ulang di bagian kepala. Memang di bagian luar permukaan tubuh tidak ada luka, namun memar yang ditemukan di jaringan di bawah kulit kepala,”bebernya.

Page: 1 2

Redaksi - SWARAKEPRI

View Comments

Recent Posts

Digital Wallet: Apa Itu dan Cara Menggunakannya dengan Aman

Transformasi digital telah mengubah cara masyarakat berinteraksi dengan uang, beralih dari penggunaan fisik menuju sistem…

25 menit ago

Libur Panjang Akhir Pekan, KAI Operasikan 270 Perjalanan LRT Jabodebek Per Hari, Tarif Maksimal Rp10.000

Untuk mendukung mobilitas masyarakat pada libur panjang 14–17 Mei 2026, KAI mengoperasikan 270 perjalanan LRT…

1 jam ago

Kakak Korban Tolak Permintaan Maaf Terdakwa Wilson Lukman: Nyawa Adik Kami Direnggut Begitu Kejinya

BATAM - Kakak kandung korban, Meliasari menolak permintaan maaf dari para terdakwa Wilson Lukman Cs…

3 jam ago

Suara dan Rintihan Hati Keluarga Dwi Putri Memohon Keadilan ke Majelis Hakim PN Batam

BATAM - Kakak Kandung almarhumah Dwi Putri Aprilian Dini, Meliasari hadir mewakili keluarga memberikan kesaksian…

10 jam ago

BRI Finance Pererat Sinergi Bisnis melalui Pameran Otomotif di Banyuwangi

PT BRI Multifinance Indonesia (“BRI Finance”) sukses menyelenggarakan pameran otomotif di BRI Branch Office (BO)…

12 jam ago

Teriakan Histeris Keluarga Dwi Putri saat Bertemu Terdakwa Wilson Lukman di PN Batam

BATAM - Suasana Pengadilan Negeri mendadak tegang mendengar teriakan histeris dari keluarga korban menjelang sidang…

12 jam ago

This website uses cookies.