Categories: BATAMKEPRI

Polisi Ungkap Penyelundupan Uang Rp7,7 Miliar Batam-Singapura, 4 Kurir Money Changer PT VIT Diamankan

BATAM – Aparat Kepolisian Subdit 2 Ditreskrimsus Polda Kepri dan Polsek Kawasan Pelabuhan Batam(KKP) Polresta Barelang mengungkap kasus dugaan penyelundupan uang tunai sebanyak Rp7,7 Miliar melalui Pelabuhan Internasional Harbour Bay Batam ke Singapura, pada Kamis 11 Desember 2025.

Pengungkapan itu disampaikan oleh Kasubdit II Ditreskrimsus Polda Kepri AKBP Indar Wahyu Dwi Septiawan saat menggelar jumpa pers, Senin 15 Desember 2025 sore.

“Uang tersebut diamankan oleh petugas KKP dari empat pelaku di Pelabuhan Internasional Harbour Bay. Dari interogasi awal, uang tersebut akan di bahwa ke Singapura untuk ditukarkan dengan Dollar Singapura,” ujarnya.

AKBP Indar Wahyu menjelaskan, dari hasil penyelidikan awal Bersama Polsek KKP, diketahui bahwa uang tersebut berkaitan dengan PT VIT(Perusahaan Money Changer) yang berkedudukan di Jakarta.

“Perusahaan tersebut meminta CA(pelaku) membawa uang sejumlah Rp95 Juta, RS membawa Rp2,7 Miliar, HK membawa Rp2,5 Miliar dan R membawa Rp2,5 Miliar. CA mendapat perintah dari R selaku Direktur Utama PT VIT. Menurut pengakuan HK, ia telah beberapa kali menjalankan kegiatan tersebut dari Jakarta menuju Singapura,”jelasnya.

Modus Operandi Para Pelaku

AKBP Indar Wahyu mengungkapkan modus operandi yang dilakukan para pelaku adalah membawa uang tunai rupiah dari Indonesia dan melakukan pertukaran tanpa izin.

“Mereka membawa uang rupiah dari Indonesia dan melakukan pertukaran tanpa izin. Lalu uang tersebut diedarkan di Indonesia tanpa izin dari Bank Indonesia selaku pengawas Valuta Asing,”tegasnya.

Atas perbuatannya, para pelaku dijerat dengan Undang-undang Nomor 17 Tahun 2006 Tentang Perubahan Atas Undang-undang Nomor 10 Tahun 1995 tentang Kepabeanan.

“Para pelaku juga melanggar Peratruan Bank Indonesia terkait persyaratan dan tata cara membaw uang rupiah keluar atau masuk wilayah Republik Indonesia dan Peraturan Mentteri Keuangan Nomor 34 tahun 2005,”jelasnya.

Ia menegaskan bahwa saat ini para pelaku masih dilakukan pemeriksaan intensif terhadap dugaan tindak pidana lainnya.

“Sementara dari Bea Cukai sudah melakukan pemeriksaan(kepabeanan), nanti dari Kepolisian akan melakukan tindak lanjut Kembali,”pungkasnya./RD

Redaksi - SWARAKEPRI

Recent Posts

KAI Daop 2 Bandung Larang Masyarakat Masuki Area Terbatas Perekeretaapian Demi Keselamatan

PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 2 Bandung dengan tegas melarang masyarakat untuk memasuki…

38 menit ago

Customer Data Management Jadi Kunci Dorong Performa Bisnis di Era Personalisasi Berbasis Data

Di tengah tantangan pengelolaan data yang semakin kompleks, banyak perusahaan masih terjebak dalam pengumpulan data…

38 menit ago

Seminyak vs Canggu: Mana yang Lebih Cocok untuk Liburanmu?

Jika disingkat dalam satu kalimat, Seminyak cocok untuk traveler yang mencari kenyamanan, beach club, dan…

39 menit ago

KAI Logistik Fokus Kembangkan Pergudangan, Siapkan Gudang Ramah Lingkungan Modern di Bandung dan Purwokerto

PT Kereta Api Logistik (KAI Logistik) memperkuat strategi bisnisnya di tahun 2026 dengan fokus pada…

8 jam ago

Cara Menabung Sedikit tapi Konsisten di Tengah Banyak Pengeluaran

Menabung tetap bisa dilakukan meski pengeluaran terasa makin banyak. Kuncinya bukan langsung menyisihkan nominal besar,…

8 jam ago

Ini Stasiun Pengguna LRT Jabodebek Terpadat Saat Jam Berangkat Kerja, Didominasi Menuju Jakarta

Pada weekday Januari–April 2026, kepadatan LRT Jabodebek tertinggi terjadi pukul 06.00–09.00 WIB. Stasiun Harjamukti memimpin…

8 jam ago

This website uses cookies.