Sebuah pesawat J-10 milik Tentara Pembebasan Rakyat China sedang dipandu memasuki tarmak di pameran dirgantara di Zhuhai, Provinsi Guangdong, 28 September 2021.
VOA – Empat puluh dua pesawat jet tempur China sempat melewati garis tengah Selat Taiwan yang sensitif pada Sabtu (8/4) di tengah latihan militer China yang digelar di sekitar wilayah Taiwan. China menggelar latihan militer dekat Taiwan karena marah dengan pertemuan antara Presiden Taiwan Tsai Ing-wen dengan Ketua DPR AS.
Latihan militer yang berlangsung tiga hari itu diumumkan sehari setelah Tsai kembali dari AS. Namun, latihan perang itu sudah diperkirakan setelah China mengecam pertemuan Tsai dengan Kevin Mcarthy di Los Angeles pada Rabu (5/4).
China memandang Taiwan yang diperintah secara democratis sebagai wilayahnya dan tidak tidak pernah meninggalkan penggunaan kekuatan untuk mengendalikan pulau a. Pemerintah Taiwan sangat menentang klaim China.
Tentara Rakyat China mengatakan sudah memulai patrol kesiapsiagaan perang dan latihan “Pedang Bersama” di sekitar Taiwan. Sebelumnya China sudah mengatakan akan menggelar latihan militer di Selat Taiwan dan ke arah utara, selatan dan timur Taiwan seperti yang “sudah direncanakan.”
Kementerian Pertahanan Taiwan mengatakan, Sabtu (8/4), pihaknya melihat 42 pesawat jet tempur China melintasi garis tengah yang biasanya menjadi biasanya berfungsi sebagai pemukul tidak resmi antara kedua belah pihak, serta delapan kapal China.
China menggunakan kunjungan Tsai ke AS sebagai alasan untuk mengadakan latihan militer yang sudah merusak perdamaian, stabilitas, dan keamanan, kata kementerian dalam pernyataan.
“Militer akan menanggapi dengan tenang, rasional dan serius dan akan bersiaga dan memonitor sesuai prinsip “tidak meningkatkan ketegangan atau pertikaian’ untuk membela kedaulatan nasional dan keamanan nasional,” kata kementerian./VOA
BRI Region 6 menunjukkan komitmennya dalam mendorong kreativitas dan kolaborasi dengan mengirimkan lima perwakilan pekerja…
BATAM - Majelis Hakim Pengadilan Negeri Batam menolak eksepsi terdakwa Dju Seng anak dari Lim…
Kondisi geopolitik dunia saat ini sedang berada dalam tensi tinggi, menyusul langkah Amerika Serikat (AS)…
Kebutuhan akan hunian yang nyaman, fungsional, dan adaptif terhadap dinamika gaya hidup terus mengalami peningkatan…
MIND ID sebagai Holding Industri Pertambangan Indonesia terus memperkuat perannya dalam mendorong pertumbuhan ekonomi melalui…
Solusi AI meeting analytics MiiTel Meetings yang dikembangkan oleh RevComm kini dilengkapi dengan fitur Real-Time Talk Assistant.…
This website uses cookies.