Categories: BISNIS

Reklamasi Semakau Kecil, Warga : Ganti Rugi tidak Adil

BATAM – Reklamasi pantai Semakau Kecil, Keluarahan Belian, Batam ternyata menyisakan persoalan terkait  ganti rugi bagi para nelayan yang ada disekitar lokasi.

 

Masyarakat nelayan Kampung Belian Tuak mengaku belum mendapatkan uang konpensasi dari pengusaha yang melakukan reklamasi pantai.

 

“Disini sama sekali belum ada dibayar, tetapi mereka pernah menawarkan pada kita Rp 5 juta untuk dibagi kepada 51 nelayan Kampung Belian Tuak,” ujar Ketua RW Belian Tuak Rasiman, Selasa (19/4/2016) sore.

 

Dia mengaku telah mendapat informasi di Kampung Belian Pantai justru mendapatkan uang konpensasi sebesar
Rp 1 juta per orang.

 

“Kalau soal itu saya memang sudah dengar kemarin, warga disini tidak terima karena merasa dihina, masa mereka dikasih sejuta seorang kita cuma Rp 5 juta dibagi 51 orang? Kan itu tidak adil..!” bebernya.

 

Seharusnya kata Rasiman, dua kampung tersebut mendapatkan kompensasi yang sama rata.

 

“Kami dengan Kampung Belian Pantai sama-sama ambil ikan di Semakau Kecil, tapi kenapa seperti itu dibuatnya? Kami minta jangan dibeda-bedakan, kalau tidak, kami akan buat tenda dan menginap di lokasi yang dikerjakan, biar tak bisa kerja mereka,” tegasnya

 

Tokoh Masyarakat Kampung Belian Pantai, Arifin membenarkan adanya uang kompensasi dari perusahaan yang melakukan reklamasi Semakau Kecil.

 

“Iya benar, kita sudah diberikan uang kompensasi sebesar Rp 1 juta. Yang kasih kemarin pemilik lahan. Warga kita yang terima kompensasi itu ada 50 orang mas,” ujarnya.

 

Terkait pemberian kompensasi tersebut, Arifin mengaku tidak dibuatkan bukti kwitansinya. Dia juga tidak mengetahui Nelayan Belian Tuak hanya ditawarkan Rp 5 juta untuk 51 nelayan.

 

“Mana ada suratnya, duitnya dikasih gitu saja. Yang urus kemarin orang sini juga mas. Kalau Belian Pantai saya tidak tahu kenapa dikasih segitu, sementara kita per orang Rp 1 juta,” jelasnya.

 

Ketika ditanya soal perizinan yang dimilik perusahaan dalam melakukan reklamasi, Arifin mengaku tidak pernah dikasih tunjuk oleh pihak pengelola.

 

“Katanya ada izinnya mas, tapi secara lisan saja bilangnya. Mereka tidak pernah menunjukkan kepada kita. Mungkin sudah adalah mas, buktinya penimbunan jalan terus,” terangnya.

 

Meski sudah menerima kompensasi, Arifin berharap Pemerintah menghentikan reklamasi yang di Kampung Belian.

 

“Kalaupun itu tidak bisa dilakukan pemerintah, kami meminta perhatikanlah kami sebagai rakyat kecil yang hanya tahu mencari ikan untuk mencari nafkah,” pungkasnya.

(red/Jef/cr 5)

Redaksi - SWARAKEPRI

Recent Posts

Komisi B DPRD DKI Jakarta Tinjau Pengelolaan NRW PAM JAYA, Dorong Peningkatan Efisiensi Layanan Air Perpipaan

Melalui peninjauan ini, PAM JAYA berharap masyarakat semakin memahami bahwa pengelolaan NRW merupakan salah satu…

49 menit ago

Lepas Penat di Luxor Spa & Massage di K Square Batam

BATAM – Di tengan padatnya aktivitas, kebutuhan akan ruang relaksasi yang nyaman semakin dicari. Bagi…

2 jam ago

Ledakan Industri Mobile Game Indonesia 2026: Ekosistem Digital Kian Solutif dan Aksesibel bagi Gamer

Di tahun 2026, peta persaingan mobile game Indonesia diramaikan oleh variasi genre yang makin beragam.…

2 jam ago

BINUS – International Undergraduate Program Computer Science yang Dicari Industri

Kenapa Computer Science di International Undergraduate Program Makin Populer Apa kamu bercita-cita berkarier di bidang…

4 jam ago

20 Kali Perjalanan Sehari, KA Srilelawangsa Permudah Mobilitas Masyarakat Binjai dan Sekitarnya

PT Railink (KAI Bandara) terus memperkuat komitmennya dalam menyediakan layanan transportasi publik yang aman, nyaman,…

5 jam ago

WGS dan Mavvrik jalin kemitraan strategis untuk menghadirkan solusi FinOps generasi baru di Indonesia dan Asia Tenggara

Walden Global Services (WGS) mengumumkan kemitraan strategis dengan Mavvrik, untuk menghadirkan solusi Financial Operations (FinOps)…

6 jam ago

This website uses cookies.