Categories: BISNIS

Reksa Dana Pasar Uang BRI-MI, Pilihan Investasi Optimal di Tengah Ketidakpastian Global

PT BRI Manajemen Investasi (BRI-MI) menawarkan dua produk unggulan di kategori reksa dana pasar uang, yang dirancang untuk memberikan solusi investasi jangka pendek yang stabil, likuid, dan minim risiko—yakni BRI Seruni Pasar Uang III dan BRI GamaSteps Pasar Uang.

PT BRI Manajemen Investasi (BRI-MI) menawarkan dua produk unggulan di kategori reksa dana pasar uang, yang dirancang untuk memberikan solusi investasi jangka pendek yang stabil, likuid, dan minim risiko—yakni BRI Seruni Pasar Uang III dan BRI GamaSteps Pasar Uang.

Kedua produk ini dirancang untuk memberikan imbal hasil kompetitif dan dengan risiko yang cukup rendah bagi investor, terutama di tengah ketidakpastian ekonomi global akibat ketegangan perdagangan antara Amerika Serikat dan Tiongkok.​

Direktur Utama BRI-MI, Tina Meilina mengatakan, BRI Seruni Pasar Uang III dan BRI GamaSteps Pasar Uang dapat membantu investor mendiversifikasi portofolio mereka dan mengurangi risiko volatilitas pasar.

“Kami melihat reksa dana pasar uang sebagai pilihan alternatif investasi menarik untuk jangka pendek. Instrumen investasi ini bisa diandalkan untuk mengamankan dana saat pasar mengalami volatilitas, namun tetap berpotensi cetak imbal hasil optimal,” ujar Tina.

Adapun reksa dana BRI Seruni Pasar Uang III telah menunjukkan performa yang konsisten. Per Maret 2025, reksa dana ini mencatatkan imbal hasil sebesar 5,49% Year on Year (YoY). Dana kelolaan mencapai Rp1,74 triliun, dengan komposisi portofolio yang terdiri dari 95,62% efek utang dan 4,38% pasar uang serta kas.

Sementara itu, per Maret 2025, reksa dana BRI GamaSteps Pasar Uang menunjukkan pertumbuhan imbal hasil sebesar 5,23% YoY. Reksa dana ini bertujuan untuk memperoleh tingkat pendapatan yang bersaing dengan tetap mempertahankan nilai modal investasi dan menjaga kestabilan likuiditas serta mendukung Tri Dharma Pendidikan

Menjadi Produk Diversifikasi di Tengah Ketidakpastian Global

Di tengah ketegangan perdagangan global, termasuk rencana Amerika Serikat untuk memberlakukan tarif sebesar 32% pada ekspor Indonesia seperti elektronik, pakaian, dan alas kaki, serta ketidakpastian akibat perang dagang antara AS dan Tiongkok, investor menghadapi tantangan dalam menjaga stabilitas portofolio mereka. Bank Indonesia telah mempertahankan suku bunga acuan pada 5,75% untuk menjaga stabilitas rupiah di tengah tekanan eksternal.​

Dalam konteks ini, reksa dana pasar uang seperti BRI Seruni Pasar Uang III dan BRI GamaSteps Pasar Uang menawarkan alternatif investasi dengan risiko yang relatif rendah dan likuid, membantu investor mendiversifikasi portofolio mereka dan mengurangi risiko volatilitas pasar.​

“Selain potensi imbal hasil terus naik, sikap wait and see investor yang masih menebak kejelasan arah suku bunga merupakan posisi yang bagus untuk mengoleksi reksa dana pasar uang. Hal itu karena instrumen pasar uang dapat menjadi alternatif investasi yang relatif stabil dan likuid, sambil menunggu arah suku bunga lebih jelas,” tambah Tina.

Press Release ini juga sudah tayang di VRITIMES

Pondra - SWARAKEPRI

Recent Posts

Antisipasi Libur Isra Miraj 15–18 Januari, KAI Daop 1 Jakarta Sediakan 158 Ribu Tempat Duduk

PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 1 Jakarta mengantisipasi peningkatan mobilitas masyarakat pada libur…

6 jam ago

Optimasi Hilirisasi Bauksit Nasional, Ciptakan Nilai Tambah Hingga US$3,8 triliun

JAKARTA – Langkah Indonesia untuk meningkatkan nilai tambah dari sumber daya alam mineral bauksit, menjadi…

8 jam ago

Topremit Kembali Raih Award “Penyedia Jasa Transfer Terbaik 2025” dari BI

Topremit kembali menyabet penghargaan bergengsi dari Bank Indonesia sebagai ‘Penyedia Jasa Transfer Terbaik 2025’. Melalui acara…

18 jam ago

Ruas Batang–Semarang Dorong Pengembangan Kawasan Industri di Jawa Tengah

Semarang (14/01) – PT Jasamarga Transjawa Tol (JTT) menegaskan bahwa Jalan Tol Batang–Semarang merupakan salah…

2 hari ago

Kementerian PU Tambah 57 Titik Sumur Bor Pasokan Air Bersih Aceh

Kementerian Pekerjaan Umum (PU) terus bergerak mendukung pemulihan layanan dasar pascabencana di Provinsi Aceh. Fokus…

2 hari ago

Usai Rilis Inflasi AS, Emas Diprediksi Masih Menguat

Usai rilis data inflasi Amerika Serikat, pergerakan harga emas dunia diperkirakan masih berpotensi melanjutkan penguatan…

2 hari ago

This website uses cookies.