Menyambut momentum Idul Fitri 2026, Lokasoka resmi meluncurkan koleksi hampers eksklusif bertajuk “Art of Giving” pada 28 Januari 2026 untuk menjawab kebutuhan pasar korporasi akan bingkisan yang personal dan profesional. Langkah strategis ini diambil guna mengatasi tantangan umum dalam pemilihan souvenir, seperti inkonsistensi kualitas dan ketidaksesuaian tema, dengan menawarkan produk terkurasi bersertifikasi ISO 9001:2015. Melalui kolaborasi bersama UMKM lokal, Lokasoka menghadirkan konsep mix and match yang memungkinkan pelanggan menyesuaikan isi paket secara fleksibel sesuai anggaran dan kebutuhan melalui layanan konsultasi digital yang tersedia.
JAKARTA, 28 Januari 2026 – Menjelang Hari Raya Idul Fitri 2026, kebutuhan akan hampers Lebaran yang terkurasi dan profesional terus mengalami peningkatan, khususnya di segmen korporasi dan B2B. Menjawab tren tersebut, Lokasoka menghadirkan koleksi hampers Lebaran eksklusif bertajuk “Art of Giving”, yang dirancang dengan standar kualitas internasional ISO 9001:2015.
Koleksi ini dikembangkan sebagai solusi atas meningkatnya permintaan hampers yang tidak hanya menarik secara visual, tetapi juga relevan, bernilai guna, dan mencerminkan citra pemberi. Dalam beberapa tahun terakhir, pasar menunjukkan pergeseran preferensi dari hampers generik ke hampers yang lebih personal, terkurasi, dan dapat disesuaikan dengan kebutuhan penerima.
Jenis hampers dan tema sering kali dipilih secara terpisah, sehingga menghasilkan bingkisan yang kurang terkurasi. Padahal, tema yang kuat berperan penting dalam menciptakan kesan yang utuh dan profesional.
Waktu pemesanan dan pengiriman menjadi faktor krusial, terutama saat mendekati hari raya. Tanpa perencanaan yang matang, kualitas produk dan ketepatan waktu pengiriman dapat terdampak.
Perwakilan Lokasoka menyampaikan bahwa tren tersebut menjadi dasar pengembangan koleksi terbaru ini.
“Permintaan hampers Lebaran, terutama dari segmen perusahaan, kini semakin mengarah pada produk yang terkurasi dengan baik, konsisten secara kualitas, dan mampu merepresentasikan brand pemberi. ‘Art of Giving’ kami hadirkan untuk menjawab kebutuhan tersebut,” ujar perwakilan Lokasoka.
Berdasarkan pengamatan Lokasoka terhadap perilaku konsumen dan klien korporasi, terdapat beberapa tantangan utama yang kerap dihadapi dalam proses pemilihan hampers Lebaran. Tantangan inilah yang kemudian menjadi dasar perancangan koleksi “Art of Giving”.
Masih banyak hampers yang dipilih tanpa mempertimbangkan konteks penerima, baik dari sisi kebutuhan, preferensi, maupun relasi profesional. Hal ini berpotensi mengurangi nilai pesan yang ingin disampaikan melalui hampers.
Bagi perusahaan, hampers Lebaran juga berfungsi sebagai media komunikasi brand. Namun, keterbatasan opsi kustomisasi sering membuat hampers kehilangan nilai strategisnya.
Dalam pemesanan hampers jumlah besar, konsistensi kualitas produk dan kemasan menjadi tantangan tersendiri, terutama jika tidak ditangani oleh penyedia profesional.
Koleksi “Art of Giving” dari Lokasoka dirancang sebagai solusi atas tantangan tersebut. Mengusung konsep mix and match, koleksi ini memungkinkan pelanggan menyesuaikan isi hampers sesuai kebutuhan dan anggaran, tanpa mengorbankan kualitas maupun estetika.
Pilihan produk mencakup paket ibadah, camilan premium, teh artisan, hingga konsep relaksasi Lebaran, yang dikemas dalam box eksklusif bernuansa elegan.
Dengan menggandeng UMKM lokal dan didukung sertifikasi ISO 9001:2015, Lokasoka terus mendukung terciptanya momen berbagi yang lebih bermakna di setiap perayaan.
Cari tahu lebih lanjut dan jelajahi seluruh koleksi “Art of Giving” Lokasoka di: Katalog Hampers Lebaran Lokasoka
Rayakan Imlek dengan peluang baru di dunia trading. HSB Investasi menghadirkan program bonus hingga Rp4,2…
Curah hujan dengan intensitas tinggi masih terjadi di wilayah Jakarta dan sekitarnya dalam beberapa hari…
PT Railink sebagai pengelola kereta api bandara di yogyakarta memberlakukan jadwal operasional berlaku pada pada…
BATAM - Momentum Tahun Baru Imlek 2026 yang dikenal sebagai Tahun Kuda Api dimaknai sebagai…
Nilai tukar mata uang suatu negara tidak pernah berdiri sendiri. Pergerakannya sangat dipengaruhi oleh kondisi…
Dalam sebuah proyek pembangunan workshop produksi skala menengah, pemilik awalnya memilih besi biasa yang dilapisi cat anti…
This website uses cookies.