Categories: SOSOK

Sempat Putus Asa Karena Tangan Diamputasi, Kini Ateng Sukses Jadi Pedagang Sembako

BATAM – Mulyadi Efendi atau yang biasa disapa Ateng awalnya hidup normal seperti kebanyakan orang saat melakukan aktivitas sehari-hari. Awalnya Ateng bekerja sebagai Tenaga Harian Lepas (THL) di salah satu perusahaan mitra bright PLN Batam, namun suatu ketika tepatnya 13 tahun yang lalu kejadian naas menimpanya ketika sedang memperbaiki travo gantung PLN di Tanjung Uma, Lubuk Baja.

Pada saat itu terjadi ledakan daya tinggi pada sebuah travo yang sedang diperbaiki dan mengakibatkan sekujur tubuhnya mengalami luka bakar yang sangat hebat bahkan tangan kanannya nyaris gosong.

“Kata warga yang melihat pada saat kejadian warna percikan api sudah biru, dan saya terpelanting namun karena menggunakan pengaman, saya tidak jatuh ke tanah, tapi warga berpikir pada waktu itu saya sudah tewas,” kenangnya ketika ditemui SWARAKEPRI.COM di kediamannya di Ruli Baloi Kolam, Batam, Kamis (6/7) sore.

Singkat cerita tangan kanan Ateng harus diamputasi karena 3 hari setelah kejadian, tangannya sudah mulai membusuk bahkan mengeluarkan belatung dan Ateng juga masih tak sadarkan diri.

“Beberapa hari setelah diamputasi saya sudah sadar dan kami harus pulang ke rumah karena keterbatasan biaya juga tidak bisa berlama-lama di Rumah Sakit pada saat itu,” tuturnya.

Setelah kondisi tubuhnya mulai pulih, Ateng malah merasa terpuruk dan putus asa, namun karena dukungan istri tercinta dan keluarganya yang tidak pernah bosan memberikan semangat dan motivasi, Ateng bangkit dari keterpurukannya dan mulai merintis warung kecil-kecilan di kediamannya.

Seiring berjalannya waktu, Ateng tidak perduli apa kata orang terkait keterbatasan fisik yang dia alami, atas kegigihan dan semangat yang dia miliki, tahun ke tahun Ateng berhasil mengembangkan usaha dagangnya tersebut secara perlahan-lahan.

Usaha Ateng yang dirintis bersama istri tercinta tersebut terbilang maju yang awalnya hanya menjual jajanan seadanya, kini sudah lengkap dengan kebutuhan pokok rumah tangga seperti menjual sembako, agen tabung gas 3 kg dan PayTren.

Ateng sendiri memiliki empat orang anak yakni satu orang perempuan dan tiga orang laki-laki. Anak sulungnya sekarang duduk dibangku kelas IX SMPN 44, Batam dan setiap bulannya harus membayar keperluan anaknya tersebut sebesar Rp.700,000 karena tinggal di asrama sekolah.

Ternyata Ateng dan istri memiliki impian terbesar yakni Umroh ke tanah Suci Mekkah dan kini Ateng sudah mulai menabung secara bertahap.

 

 

 

 

Penulis : CR 10

Editor : Roni Rumahorbo

Roni Rumahorbo

Share
Published by
Roni Rumahorbo
Tags: SOSOK

Recent Posts

PF-Lestari, Inovasi Pertamina Foundation untuk Pemantauan Kehati Berbasis AI Raih APQA 2026

Di tengah meningkatnya kebutuhan transparansi, akurasi pelaporan, serta implementasi prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG),…

2 jam ago

Era Baru Diagnostik Penyakit Metabolik yang Lebih Personal Dikupas di Prodia Scientific Day 2026

Penyakit metabolik kini berkembang menjadi tantangan kesehatan yang semakin kompleks dan saling berkaitan. Kondisi seperti…

3 jam ago

PM Modi dan Prabowo Rayakan Persahabatan Indonesia-India Bersama Diaspora India

Presiden Prabowo Subianto dan Perdana Menteri India Narendra Modi menutup rangkaian agenda hari pertama kunjungan…

4 jam ago

Robotics Engineering Adalah Jurusan Masa Depan, Kenapa?

Transformasi digital di berbagai sektor, mulai dari manufaktur, otomotif, logistik, kendaraan listrik, smart mobility, hingga artificial intelligence…

4 jam ago

Kalender Event Jakarta yang Semakin Padat di Bulan Juli Mendorong Tren Liburan Akhir Pekan Berbasis Pengalaman

Jakarta, 3 Juli 2026 – Dari pameran kecantikan dan fesyen hingga acara hewan peliharaan dan hiburan,…

4 jam ago

Kontribusi Nyata untuk Ekonomi Kerakyatan, BRI Setorkan Dividen Terbesar Sepanjang Sejarah di Bawah Supervisi Danantara

Di bawah supervisi Danantara, PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk terus memperkuat perannya sebagai penggerak…

5 jam ago

This website uses cookies.