Categories: BISNIS

Shanghai Electric dan Mitra-Mitra di Indonesia Kolaborasi Tingkatkan Infrastruktur Energi Hijau yang Stabil

JAKARTA – CEO & Chairwoman, Shanghai Electric, Leng Weiqing, menjadi bagian dari delegasi tingkat tinggi yang terdiri atas enam perusahaan besar asal Shanghai yang dipimpin Wali Kota Shanghai Gong Zheng dalam rangka “Shanghai-Jakarta Overseas Investment Symposium”.

Delegasi ini membahas dan membagikan pandangan tentang pengoperasian berbagai pembangkit listrik di Indonesia bersama institusi lokal, termasuk Pembangkit Listrik Tenaga Uap Jawa 7, Pembangkit Listrik Chilaza, serta Kawasan Industri Qingshan yang telah berkontribusi besar terhadap ketahanan dan stabilitas energi di pasar lokal dan global, sekaligus memberikan dampak positif dalam transisi menuju penggunaan energi hijau dan aspek keberlanjutan.

“Kami sangat gembira atas kolaborasi yang baru terjalin dengan mitra di Indonesia. Kolaborasi ini akan menjamin stabilitas energi, serta meningkatkan lapangan pekerjaan, dan standar hidup berbagai masyarakat di seluruh Indonesia,” ujar Leng.

“Banyak peralatan yang disediakan, dioperasikan, dan dirawat Shanghai Electric di Indonesia berkontribusi positif terhadap ketahanan energi lokal, meningkatkan level energi dan konsumsi energi, serta mata pencaharian masyarakat.”

Lebih lagi, pengembangan bisnis Shanghai Electric di berbagai bidang kini mencakup pengoperasian dan pemeliharaan tiga unit pembangkit listrik tenaga panas bumi di Kawasan Industri Teluk Weda, proyek coke engineering milik Nanjing Iron and Steel Group dengan kapasitas produksi tahunan hingga 2,6 juta ton, serta usaha patungan dengan pabrik yang memproduksi air-conditioning heat exchanger sebagai komponen mobil.

Proyek energi dan solusi rendah karbon yang inovatif dari Shanghai Electric berkontribusi besar terhadap komunitas lokal di Indonesia

Pembangkit Listrik Tenaga Uap Jawa 7 merupakan pembangkit listrik tenaga batu bara berkapasitas 2.100 MW di Banten, Indonesia. Shanghai Electric mulai membangun proyek ini pada 2016.

Selanjutnya, fasilitas ini mulai beroperasi secara komersial pada Desember 2016. Pembangkit Listrik Chilaza, tahap keduanya dioperasikan dan dikelola Shanghai Electric, memiliki efisiensi produksi listrik terbaik di antara pembangkit listrik tenaga batu bara lain di Pulau Jawa, Indonesia.

Pencapaian luar biasa ini juga memperkuat status proyek ini sebagai pembangkit listrik swasta terbaik di Indonesia. Setelah tersambung dengan jaringan transmisi listrik pada awal bulan ini, fasilitas tersebut telah menjadi tulang punggung yang sangat menjamin stabilitas jaringan transmisi listrik di wilayah lokal.

Proyek utama lain, Kawasan Industri Qingshan merupakan ekspansi pertama Shanghai Electric di segmen batu bara berskala besar di pasar internasional. Maka, proyek ini sangat penting, sebab meningkatkan strategi internasionalisasi Shanghai Electric.

Shanghai Electric juga bergerak dalam lini produksi baterai litium, suku cadang otomotif, lini produksi pesawat terbang berukuran besar, elevator, serta kompresor penyejuk udara.

Shanghai Electric pun berfokus pada inovasi teknologi dan aktivitas produksi serta pengoperasian sistem kereta dan peralatan industri lain sekaligus jasa terintegrasi. Dengan demikian, Shanghai Electric memfasilitasi peluang kerja sama internasional, serta pengembangan teknologi industri yang ramah lingkungan dan rendah karbon di seluruh dunia.

Shanghai Electric turut aktif mengembangkan bisnis teknik di luar Tiongkok. Bahkan, Shanghai Electric telah merampungkan lebih dari 100 proyek teknik di sektor kelistrikan dengan nilai kontrak total hingga RMB 250 miliar (US$ 35,76 miliar), atau setara dengan sepertiga penjualan peralatan listrik Shanghai Electric di pasar luar negeri.

Shanghai Electric juga mengakuisisi 100% saham Nedschroef di Belanda, berekspansi di industri automotive fastener premium, mengakuisisi 100% saham Broetje Automation di Jerman, serta berekspansi di industri manufaktur peralatan penerbangan premium./Shanghai Electric

Redaksi - SWARAKEPRI

Recent Posts

Diperiksa Sebagai Terdakwa, Dju Seng Jelaskan Soal Izin Lahan di Tanjung Gundap Batam

BATAM - Sidang lanjutan perkara Dju Seng dalam kasus perusakan hutan lindung Tanjung Gundap IV…

2 jam ago

KAI Bandara Layani 3,48 Juta Penumpang pada Semester I 2026

PT Railink (KAI Bandara) mencatat telah melayani sebanyak 3.482.897 penumpang selama periode Januari hingga Juni…

4 jam ago

PF-Lestari, Inovasi Pertamina Foundation untuk Pemantauan Kehati Berbasis AI Raih APQA 2026

Di tengah meningkatnya kebutuhan transparansi, akurasi pelaporan, serta implementasi prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG),…

7 jam ago

Era Baru Diagnostik Penyakit Metabolik yang Lebih Personal Dikupas di Prodia Scientific Day 2026

Penyakit metabolik kini berkembang menjadi tantangan kesehatan yang semakin kompleks dan saling berkaitan. Kondisi seperti…

9 jam ago

PM Modi dan Prabowo Rayakan Persahabatan Indonesia-India Bersama Diaspora India

Presiden Prabowo Subianto dan Perdana Menteri India Narendra Modi menutup rangkaian agenda hari pertama kunjungan…

9 jam ago

Robotics Engineering Adalah Jurusan Masa Depan, Kenapa?

Transformasi digital di berbagai sektor, mulai dari manufaktur, otomotif, logistik, kendaraan listrik, smart mobility, hingga artificial intelligence…

9 jam ago

This website uses cookies.