Menurut Yudi, Ada dua nilai kerugian lingkungan hidup yang dia hitung, yakni kehilangan jasa ekosistem, kemudian biaya restorasi mangrove.
“Tadi saya sampaikan bahwa untuk menghadirkan kembali ekosistem mangrove itu butuh Waktu, butuh biaya, tenaga, dan butuh SDM untuk melakukan Hybrid Enginering Mangrove. Nilai itu kemudian muncul, kemudian dihadirkan seberapa banyak mangrove yang harus ditanam dan dipelihara sampai dia tumbuh kembali ke normal,”terangnya.
Ia juga mengaku melakukan perhitungan menggunakan pendekatan Rencana Anggaran Biaya Pemulihan.
“Nilai kerugian lingkungan hidup ada dua, pertama, kehilangan jasa ekosistem, lalu yang kedua adalah biaya restorasi yang dikeluarkan. Dua nilai ini saya ambil dari Permen LH Nomor 7 Tahun 2014 tentang perhitungan ganti kerugian lingkungan,”imbuhnya.
Perhitungan Gunakan Referensi Sekunder
Yudi juga mengatakan bahwa dalam melakukan perhitungan nilai kerugian lingkungan sebagai Ahli dalam perkara Dju Seng, ia menggunakan referensi sekunder.
“Seorang ahli itu melakukan perhitungan atas nilai referensi, referensi itu bisa lokal atau primer, ada juga referensi sekunder. Referensi sekunder ini adalah bisa dari jurnal, hasil laporan, bisa dari data BPS, sampai dengan data-data yang menurut saya bisa dihadikan sebagai referensi,”tegasnya.
Ia juga menegaskan bahwa seorang ahli tidak harus turun ke lapangan untuk melakukan perhitungan nilai kerugian lingkungan hidup.
“Dari sisi pengetahuan, kita ingin menegaskan bahwa seorang ahli itu tidak harus turun ke lapangan untuk valuasi ekonomi dan menentukan nilainya. Kita punya metode yang bisa digunakan untuk menghitung hasil referensi yang ada. Metodenya adalah Benefit Transfer,”pungkasnya./RD
Page: 1 2
PT Bank Raya Indonesia Tbk (Bank Raya; Kode Emiten: AGRO) berpartisipasi dalam Public Expose Live…
Kenaikan nilai tukar dolar AS sering menjadi perhatian masyarakat yang memiliki rencana bepergian ke luar…
PT PP (Persero) Tbk (“PTPP”), perusahaan konstruksi dan investasi nasional di bawah naungan Danantara Indonesia,…
BATAM - Lintong Carles Manurung(LCM), seorang pengusaha Batam yang juga menjabat sebagai Wakil Ketua Persatuan…
Sebagai pionir di industri sintered stone big slab di Indonesia, QUADRA kembali meraih prestasi membanggakan dengan…
India dan Indonesia kembali menegaskan komitmen untuk memperkuat Kemitraan Strategis Komprehensif yang telah menjadi fondasi…
This website uses cookies.