Sidang Pembacaan Tuntutan Kasus Gelper Game Zone batal Digelar Hari Ini

BATAM – swarakepri.com : Persidangan pembacaan tuntutan Jaksa Penuntut Umum(JPU) atas kasus dugaan tidak pidana perjudian Gelanggang Permainan(Gelper) Game Zone dengan terdakwa Safrudin Ratutoli alias Nawi, Hari Honi Fitriani alias Indri dan Si(dibawah umur) yang diagendakan hari ini oleh Majelis Hakim, Senin(10/1/2014) batal digelar di Pengadilan Negeri Batam.

Dari hasil pantauan awak media ini di Pengadilan Negeri Batam siang tadi, Senin(10/2/2014), ketiga orang terdakwa tidak dihadirkan pihak Kejaksaaan untuk mengikuti persidangan. Namun demikian pengacara ketiga terdakwa hadir meskipun harus kecewa karena sidang ditunda tanpa pemberitahuan di persidangan.

“Kami belum tahu alasan penundaan sidang, seharusnyakan penundaan sidang disampaikan di persidangan?” ujar salah seorang pengacara ketiga terdakwa.

Sementara itu Kepala Seksi Pidana Umum(Kasi Pidum) Kejari Batam, Armen Wijaya ketika dikonfirmasi terkait penundaan sidang kasus gelper Game Zone mengaku disebabkan oleh tuntutan yang belum siap.

“Tuntutannya belum siap karena prosesnya berjenjang, mudah-mudahan dalam minggu ini JPU sudah siap dengan tuntutannya,” ujar Armen saat ditemui diruang kerjanya sore tadi.

Ketika disinggung mengenai penundaan sidang pembacaan tuntutan yang tidak disampaikan melalui persidangan, Armen mengaku bahwa Jaksa Penuntut Umum(JPU) pasti telah memberitahukannya kepada pengacara para terdakwa.

Diberitakan sebelumnya persidangan kasus dugaan tindak pidana perjudian Gelper Game Zone dengan terdakwa Safrudin Ratutoli alias Nawi, Hari Honi Fitriani alias Indri dan Si(dibawah umur) yang digelar hari Senin(3/2/2014) di ruang sidang utama Pengadilan Negeri Batam nyaris ricuh.

Para pengunjung sidang sempat meneriaki Jaksa Penuntut Umum(JPU) Wahyu Susanto karena meminta Majelis Hakim untuk kembali menghadirkan saksi dari penyidik kepolisian Polda Kepri untuk mengkonfrontir keterangan terdakwa Nawi yang dianggap tidak berkesesuaian dengan keterangan yang ada di BAP.

Meski sempat gaduh karena teriakan dari pengunjung sidang, Ketua Majelis Hakim, Jack Oktavianus didampingi dua orang Hakim Anggota tetap melanjutkan sidang dan akhirnya memutuskan menolak permohonan Jaksa Penutut Umum(JPU).

“Sidang ditunda hingga hari Senin depan(hari ini,red) untuk mendengarkan tuntutan Jaksa Penuntut Umum,”kata Jack.(redaksi)

Redaksi - SWARAKEPRI

Recent Posts

BRI Finance Bukukan Laba Rp91 Miliar di Tengah Dinamika Industri Pembiayaan

Jakarta, 15 April 2026 – PT BRI Multifinance Indonesia (“BRI Finance”) mencatatkan laba sebesar Rp91…

3 jam ago

Saat AI Tak Bisa Berdiri Sendiri: BINUS Kukuhkan Prof. Tanty Oktavia, Soroti Pentingnya Human–AI Collaboration

Di tengah percepatan transformasi digital, kolaborasi antara manusia dan kecerdasan buatan (AI) menjadi kunci dalam…

5 jam ago

Metodify Hadir sebagai Platform AI Akademik untuk Mendukung Penulisan Artikel Ilmiah

Metodify merupakan platform AI akademik yang dirancang untuk membantu mahasiswa dan peneliti dalam menyusun artikel…

5 jam ago

Perkuat Mitigasi Risiko Hukum, BRI Finance Kerja Sama dengan Kejari Jakarta Utara

Jakarta, 1 April 2026 – PT BRI Multifinance Indonesia (“BRI Finance”) memperkuat aspek tata kelola…

6 jam ago

Perusahaan Mulai Mengevaluasi Strategi Infrastruktur dan Keamanan IT di Tengah Transformasi Digital

Perusahaan di Indonesia mulai mengevaluasi kembali strategi infrastruktur IT, virtualisasi server, dan keamanan siber seiring…

7 jam ago

Dua Saksi Ahli Beda Pendapat Soal Legal Standing BP Batam di Sidang Bowie Yoenathan

BATAM - Pakar Hukum Kehutanan, Bambang Wiyono S.H.,M.H dihadirkan Penasehat Hukum terdakwa Bowie Yoenathan untuk…

18 jam ago

This website uses cookies.