Categories: BATAMHUKUM

Sidang Tuntutan Kasus Mini Lab Narkoba 2 Kali Tunda, Tuntutan Belum Siap Hingga Data SIPP PN Batam Sempat Gangguan

BATAM – Sidang Kasus Clandestine Mini Lab (Laboratorium Mini Rahasia) narkotika di Apartemen Kawasan Harbour Bay dengan terdakwa Touzen alias Ajun masih bergulir di Pengadilan Negeri Batam.

Persidangan kasus yang cukup menyita perhatian publik ini sudah masuk tahap penuntutan dari Jaksa Penuntut Umum(JPU). Sidang agenda pembacaan tuntutan dari JPU sudah 2 kali tertunda karena JPU belum siap dengan tuntutan.

Sidang perkara Nomor 755/Pid.Sus/2025/PN Btm ini dipimpin Ketua Majelis Hakim Tiwik didampingi Douglas Napitupulu dan Andi Bayu Mandala Putera Syadli sebagai Hakim Anggota dengan JPU Titiek Indrias, Aditya Otavian, Alinaex Hsb, Muhammad Arfian dan Izhar serta Jefri Wahyudi sebagai Penasehat Hukum terdakwa.

Berdasarakan Sistem Informasi Penelusuran Perkara(SIPP) Pengadilan Negeri Batam, perkara ini akan Kembali disidangkan pada Rabu 12 November 2025 mendatang dengan agenda pembacaan tuntutan.

Touzen alias Ajun, terdakwa kasus Mini Lab Narkotika di Harbour Bay Batam/Foto: IST

 

Sebelumnya pada dua kali sidang yakni tanggal 29 Oktober dan 5 November 2025 JPU belum membacakan tuntutan dengan alas an tuntutan belum siap.

Kepala Seksi Intelijen(Kasi Intel)Kejaksaan Negeri Batam Priandi Firdaus dan Kepala Seksi Pidana Umum(Kasi Pidum), Iqram Syahputra masih berupaya dikonfirmasi terkait alasan Jaksa Penuntut Umum(JPU) belum siap dengan tuntutannya dalam perkara tersebut hingga sidang dua kali tertunda.

Data Perkara Touzen di SIPP PN Batam Sempat Gangguan

Data perkara terdakwa Toozen alias Ajun di Sistem Informasi Penelusuran Perkara(SIPP) Pengadilan Negeri Batam sempat error atau gangguan beberapa hari terakhir.

Informasi terkait penetapan, jadwal sidang, saksi, barang bukti dan riwayat perkara terjadi gangguan. Informasi yang ditampilkan hanya data umum perkara tersebut.

Juru Bicara PN Batam, Vabiannes Stuart Wattimena menjelaskan gangguan yang terjadi pada SIPP tersebut dikarenakan adanya sinkronisasi.

“Pada prinsipnya sedang ada maintenance. Ada beberapa (data perkara) yang tak bisa diupload karena manintenance. karena kita pakai jasa pihak ketiga, jadi SIPP itu dilakukan sinkronisasi,”ujarnya kepada SwaraKepri, Kamis 6 November 2025.

Wattimena berjanji akan segera melakukan pengecekan ke petugas SIPP PN Batam untuk memastikan proses sinkronisasi segera selesai.

“Satu minggu ini ada kendala, data perkara tidak bisa diupload karena ada sinkronisasi. Nanti saya akan cek ke bagian SIPP,”pungkasnya.

Pantauan SwaraKepri, pada Jumat 7 November 2025, Data SIPP PN Batam untuk perkara Touzen alias Ajun sudah bisa Kembali diakses./RD

Redaksi - SWARAKEPRI

View Comments

Recent Posts

Optimalkan Momentum BRI Consumer Expo 2026, BRI Finance Perluas Akses Pembiayaan Otomotif di Surabaya

PT BRI Multifinance Indonesia (“BRI Finance”) turut ambil bagian dalam ajang BRI Consumer Expo 2026…

21 jam ago

Kasasi OMS Kandas di MA, Gugatan Concepto Soal Muatan Kapal MT Arman 114 Masih Bergulir di PN Batam

BATAM - Gugatan Ocean Mark Shipping Inc dalam perkara Nomor: 323/Pdt.G/2024/PN Btm terkait kepemilikan Kapal…

21 jam ago

Bin Zayed International Jajaki Investasi Air Bersih Jakarta, PAM JAYA Tegaskan Kolaborasi untuk Percepatan Layanan 100 Persen

Direktur Utama PAM JAYA, Arief Nasrudin, menyampaikan bahwa kerja sama dengan berbagai pihak merupakan bagian…

1 hari ago

Masih Maraknya Pinjol Ilegal, Adapundi Berikan Literasi dan Inklusi Keuangan pada Mahasiswa dan UMKM di Bali

PT Info Tekno Siaga (Adapundi) kembali menegaskan komitmennya dalam memperluas akses keuangan yang bertanggung jawab…

1 hari ago

FHTB 2026 Soroti Peran F&B sebagai Penggerak Utama Transformasi Hospitality di Bali

Industri perhotelan di Bali tidak hanya mengalami pertumbuhan, tetapi juga pergeseran signifikan. Jika sebelumnya akomodasi…

1 hari ago

MA Tolak Kasasi Ocean Mark Shipping Inc Soal Kepemilikan Kapal MT Arman 114

BATAM - Mahkamah Agung(MA) menolak permohonan kasasi yang diajukan oleh Ocean Mark Shipping(OMS) Inc dalam…

2 hari ago

This website uses cookies.