Categories: SOSOK

Suami Jatuh Sakit, Else Ikhlas Jadi Tukang Tambal Ban

“Yang ku ingat, suamiku itu sangat baik, bahkan dulu waktu masih sehat, duduk manis saya di buat di rumah”

 

BATAM – Semangat, terus berjuang, tidak pernah mengeluh dan yakin akan pertolongan Tuhan dipegang teguh wanita ini dalam mengarungi hidup bersama keluarga tercintanya di kota Batam.

Menjadi tulang punggung keluarga sebagai tukang tambal ban, ibu empat anak ini tetap ikhlas dan berjuang demi keluarganya.

 

Namanya Else Simbolon (42), seorang ibu rumah tangga yang memilih menjadi tukang tambal di seberang Mapolresta Barelang, Batam, Kepulauan Riau, setelah suami tercintanya Jefry Napitupulu mengalami sakit tumor ganas tahun 2013 lalu.

 

Else mengatakan, sejak 2011 lalu, suaminya sudah membuka usaha tambal ban tersebut, tetapi karena terkena penyakit tumor ganas, suaminya terpaksa meninggalkan pekerjaannya dan menjalani pengobatan di kota Medan, Sumatra Utara.

 

Setelah menjalani kemo terapi, suami Else akhirnya sembuh dari penyakit tumor ganas tersebut. Meski sembuh dari tumor ganas, suaminya tetap belum bisa bekerja karena kembali terkena penyakit katarak.

 

“Setelah 6 bulan menjalani kemo terapi dan sebulan kemo bersinar akhirnya suami saya sembuh, namun kesembuhan yang dialami suami saya tidak sempurna. Suami saya kembali mengalami penyakit katarak akibat efek kemo terapi yang dijalaninya selama tujuh bulan, dan sekarang suami saya hanya bisa dirumah saja. Bahkan untuk mandi saja harus meraba-raba,” ujar Else kepada AMOK Group, Selasa (24/5/2106) sore.

 

Dia kemudian sempat membawa suaminya ke rumah sakit untuk kembali mengobati matanya, namun dokter tidak mengijinkan katarak suaminya di kikis.

 

“Kata dokter kataraknya tidak bisa di kikis, urat tumornya ada dimata, makanya kalau diobati efeknya akan mengakibatkan kebutaan,” jelasnya.

 

Dengan kondisi tersebut, suaminya tidak bisa lagi bekerja. Disisi lain utang mereka makin menumpuk yang digunakan pengobatan suaminya. Else akhirnya mulai menggeluti pekerjaan tambal ban hingga saat ini.

 

Bengkel ini sempat saya sewakan sama adik saya, tapi karena biaya pengobatan suami yang cukup besar, tahun 2014 saya ambil alih pekerjaan tersebut supaya bisa membayar utang biaya kemo terapi sebesar Rp 12 juta,” jelasnya.

 

Setelah berbulan-bulan melakoni pekerjaan sebagai tukang tambal ban, Else akhirnya berhasil melunasi seluruh utangnya.

 

“Tuhan itu Maha Besar, hutang saya sekarang sudah lunas semua. Dia tahu aku berjuang di sini untuk anak-anak dan suamiku. Saya hanya andalkan Doa dan semangat,” ucapnya.

 

Meski suaminya sudah tidak bisa menafkahi keluarga, Else tidak pernah sedikit pun mengabaikannya ataupun berpikir pergi meninggalkannya.

 

“Yang ku ingat, suamiku itu sangat baik bahkan dulu waktu masih sehat, duduk manis saya di buat dirumah. Dan kalau dia punya uang dia selalu belikan gelang, kalung buatku dan sama anak-anaknya. Dia juga tidak pernah main tangan, walaupun dia sekarang sudah buta, mengganti baju anak-anaknya pun masih tetap dia lakukan,” kata Else.

 

Else mengaku sangat mencintainya suaminya meskipun sudah tidak seperti sebelumnya. “Susah senang harus di jalani dan jangan sampai bercerai berai, karena nanti Tuhan akan marah,” tegasnya.

 

 

(red/Jef)

Redaksi - SWARAKEPRI

Share
Published by
Redaksi - SWARAKEPRI

Recent Posts

RSJPD Harapan Kita – Tokushukai Capai Topping Off, PTPP Hadirkan Smart Hospital Berteknologi Tinggi

Jakarta, April 2026 – PT PP (Persero) Tbk (“PTPP”), perusahaan konstruksi dan investasi nasional di bawah…

6 jam ago

Bea Cukai Batam Beberkan Alasan Penerbitan SPPB 90 Kontainer Limbah Elektronik asal AS

BATAM - Proses penanganan limbah elektronik atau e-waste asal Amerika Serikat yang berada di Pelabuhan…

8 jam ago

Puragraph Vol. I: Menghubungkan Warisan Sejarah dan Generasi Muda melalui Siluet Arsitektur Heritage Belanda

JAKARTA, April 2026 – Membawa akar DNA jenama Purana yang selama ini dikenal teguh melestarikan…

12 jam ago

BRI Finance Bukukan Laba Rp91 Miliar di Tengah Dinamika Industri Pembiayaan

Jakarta, 15 April 2026 – PT BRI Multifinance Indonesia (“BRI Finance”) mencatatkan laba sebesar Rp91…

14 jam ago

Saat AI Tak Bisa Berdiri Sendiri: BINUS Kukuhkan Prof. Tanty Oktavia, Soroti Pentingnya Human–AI Collaboration

Di tengah percepatan transformasi digital, kolaborasi antara manusia dan kecerdasan buatan (AI) menjadi kunci dalam…

17 jam ago

Metodify Hadir sebagai Platform AI Akademik untuk Mendukung Penulisan Artikel Ilmiah

Metodify merupakan platform AI akademik yang dirancang untuk membantu mahasiswa dan peneliti dalam menyusun artikel…

17 jam ago

This website uses cookies.